10 December 2006

get caught in rain

[ga mau ketinggalan tren posting-blog-tentang-hujan]

Tadi malam dalam perjalanan pulang ke kosan, gua singgah di Estu Echo buat beli makan malam, saat tiba-tiba hujan turun deras banget yang keliatannya bakal lama. Jadilah makanan yang tadinya gua minta dibungkusin, gua makan di tempat. Makannya gua lama-lamain hingga akhirnya hujan mereda. Berlarilah gua menerjang rintik hujan itu (setelah bayar makanan, tentunya!) saat gua sadar bahwa ternyata gua sedang memakai sendal-perak-cantik-namun-licin kesayangan gua yang kalo gua ga lari pun kemungkinan jatuh adalah 70% (baca postingan pertama). Jadilah gua melakukan prosesi jalan cepat sambil menghindar sana sini dari genangan air.

Tiba-tiba dong...hujan menderas (yang kalo lu diam setengah menit di bawahnya, lu bisa basah-kuyup-ampe-celana-dalem!) saat perjalanan pulang gua tinggal 1/3 nya (semenit) lagi. Pengen lari, ga mungkin! Karena, gua sedang memakai sendal-perak-cantik-namun-licin kesayangan gua yang kalo gua ga lari pun kemungkinan jatuh adalah 70% (baca postingan pertama). Jadi ada dua pilihan: gua kehujanan (ga berusaha lari) ato gua jatuh dalam kubangan air (berusaha lari dengan sendal yang licin), yang dua-duanya berarti basah-kuyup-ampe-celana-dalem.

Sebenernya ga masalah sih dengan basah-kuyup-ampe-celana-dalem, toh sampe kosan tinggal diganti. Tapi gua ga tahan dengan pandangan orang. Misalnya nih, kamar kos gua memiliki jendela yang menghadap jalanan (bukan menghadap asrama cowo ITB kayak yang sekarang, walopun gua emang lebih prefer yang ini sih ;p). Gua sedang berada di kamar itu memandangi jalanan di bawah, yang diairi hujan, dengan penuh khidmat sambil sesekali menyeruput kopi, saat tiba-tiba muncul sosok kecil hitam yang basah-kuyup-ampe-celana-dalem berjalan santai di tengah hujan deras seakan-akan malam itu begitu indah diterangi cahaya bintang dan bulan. Gua pasti akan meletakkan cangkir kopi ke tempatnya lalu berdiri menempel jendela untuk memperhatikan sosok itu dengan jelas dan setelah mengetahui bahwa dia adalah seorang perempuan bernama rika, gua akan menggumam satu kata: "ni cewe cantik tapi sinting".

[Balik ke cerita tadi] Oleh karena itu, gua pun memutuskan untuk mencopot sendal lalu berlari sambil menentengnya. Untung aspalnya bagus, ga banyak batu/kerikil yang menusuk-nusuk telapak kaki. Tapi terkutuklah beberapa cowo yang bersiul dari sebuah teras rumah! Orang lagi kesusahan, juga.

Bener juga kata pepatah, sedia sepatu sebelum hujan (hehe teteup ga mo bawa payung).

1 comment:

  1. Hwahaha... Emg lebih malu2in nenteng sandal kali Rik! Mendingan juga kuyup2an, sexy boo'. Jadi serasa syuting v. klip Tata Young. ;P

    ReplyDelete