25 July 2007

My 6 Weird Things

The rule is:
Each player of this game starts with 6 weird things about themselves. People who get tagged need to write a post of their own 6 weird things as well as state the rule clearly. In the end, you need to choose 6 people to be tagged and list their names. Don’t forget to leave a comment that says you are tagged in their comments and tell them to read your blog.

I have been tagged by amudi, lely and adi, so these are my 6 weird things:

1. Bling-bling
I love wearing accessories. Waktu smu pernah dikatain toko bros berjalan, karena di setiap bagian kerudung yang mestinya dijepit pake peniti, gw menggantinya dengan bros (sekarang sih seringnya pake pin)...kadang bros yang satu ga matching ama yang lainnya, stupid!
Gw selalu pake gelang dan kalung emas (mudah2an ga ada pencuri-hipnotis yang baca blog ini), unremovable. Setiap gelang/kalung nya rusak ato hilang, gw langsung dibeliin gelang/kalung emas baru oleh nyokap. Jadi setiap saat gw cuma punya 1 kalung emas en 1 set gelang emas, tapi dipake terus menerus hingga akhir hayatnya.
Kalo keluar rumah dalam keadaan rapi, item yang sering ada di tubuh adalah kalung (jadi gw pake 2 kalung, kalung emas en 1 kalung yang agak panjangan biar keliatan di balik kerudung), jam tangan (kadang-kadang bareng gelang juga di satu tangan...jadi inget dulu guru agama smu gw, Pak Yandra, pernah ngomong gini, "rika, gelang ya gelang, jam ya jam, jangan dipake semuanya, keramean!" ga jelas tu Bapak!), cincin perak (max 4 dari 10 jari), rantai kaki, dan anting-anting (bayangin, anting-anting(!), padahal gw pake kerudung...bodoh!). Kalo yang removable ini sih semuanya murahan.

2. Sering sisiran
Kalo lagi bosen ngapa2in, gw suka nyisiran depan kaca. Gw jadi sering bertanya dalam hati, apakah mitos menyisir-depan-kaca-100-kali-akan-mendatangkan-setan itu benar?! Karena kalau iya, gw harus membuang kebiasaan ini sesegera mungkin.

3. Benci diganggu kalo lagi makan
Gw ga suka tubuh gw diganggu saat lagi mencerna makanan. Jadi kalo ada yang gelitikin, ngejutin, meluk-meluk, mukulin tubuh gw (dan berbagai kekerasan lainnya), nyisirin rambut gw...gw langsung naik darah! Adik-adik gw adalah saksi hidup yang sering gw bentak.

4. Teriak-teriak waktu tidur
Saat membaringkan badan buat tidur, menutup mata dan mengistirahatkan otak, biasanya kejadian-kejadian yang baru terjadi seharian ter-flashback di pikiran. Nahh pas teringat kejadian yang ga menyenangkan, gw langsung berteriak-tertahan. Kalo orang yang ngeliat langsung masih baguslah, ngiranya gw lagi mimpi buruk (padahal sebenernya gw belum tertidur). Tapi parah juga nih kalo ada yang denger dari luar kamar, dikiranya gw lagi ngapain gitu...

5. Sering berkhayal
Gw sering membayangkan menjadi seseorang yang lain. Gw pernah jadi bodyguard seorang presiden muda yang ganteng. Gw pernah dijailin cewe-cewe karena jadian sama cowo paling hot sesekolah. Gw pernah jadi sahabatnya Michael Owen yang menghiburnya saat kakinya cedera. Gw pernah jadi pembokatnya Prince William. Dan masih banyak lagi. Favorit gw adalah waktu gw jadi istri dari seorang pria jepang, ahahaha!
Biasanya ini terinspirasi dari film atau buku, dengan tokoh utama nya digantikan oleh gw dan perubahan/penambahan beberapa adegan di sana-sini. Sebelum tidur, otak gw membuka koleksi ceritanya, memilih salah satu, dan memutarnya hingga gw tertidur. Sedangkan kalo otak gw lagi bikin satu cerita baru, gw bisa ga tidur berjam-jam hingga ending ceritanya mulai jelas.

6. Bangun tidur kalo jendela udah bikin silau
Kalo tidur jam 2, bangunnya sekitar jam 8.
Kalo tidur jam 12, bangunnya sekitar jam 7.
Kalo tidur jam 10, bangunnya sekitar jam 7.
Kalo tidur jam 8, bangunnya teteup jam 7.
Bingung gw!

Next, I tagged neni, cupu, ekow, gia, riza, and ratna.

24 July 2007

Summer in Aceh

Tanggal 29 Juni kmrn, gw sekeluarga pulang ke Lhokseumawe, Aceh, buat menghadiri khitanannya sepupu gw Dian (penting ya?!), sekalian liburan. Soalnya...although my parents often went back to Aceh, but the last time I went there is 2 years ago.

Not many activities we can do in Lhokseumawe. The weather is very hot, you couldn't go out in the day without car. Sedangkan di dalam rumah, you couldn't stand without any fan or AC all day and night. No karaoke, no cinemas, ga ada tempat shopping yang keren...satu2nya mal disana, Harun Square punya Surya Paloh, belum sepenuhnya selesai tapi udah ada aja orang yang merusaknya! Ada oknum tak dikenal yang melempari kaca jendelanya.

Ngomong-ngomong Harun Square, ada sebuah palang penunjuk arah yang menarik di gerbang masuknya...Mobil ke sebelah kanan, Honda ke sebelah kiri. I repeat, HONDA ke sebelah kiri! Trus motor yang bukan H*N*A ga bole masuk dong?! Hehehe orang aceh emang kebanyakan menyebut motor dengan Honda (atau di dalam pelajaran bahasa indonesia disebut dengan majas metonimia). Satu lagi sebutan orang aceh untuk motor adalah kereta. Waktu salah satu tante gw datang (oiya, 3 hari sebelum hari H udah banyak sodara2 dari kampung datang buat bantuin persiapan acara khitan si Dian), gw nanyain sepupu gw, "Adi mana?" Tante gw jawab, "Si Adi kan sekarang kerja di Banda Aceh, besok dia kesini naek kereta." Trus gw langsung bingung, "Wahh sekarang udah ada kereta ya disini?" Giliran tante gw yang bingung....ehehehe!

But there is sea! I went to beaches many times (sebenernya pantainya bagus tapi ga terawat) while my cousin from Medan went fishing all the time. One time, Dian and I went to Ujongblang (one of beach) with motorcycle in the afternoon. We just sat in a food stall (eating very maknyus rujak...ohh!) looking some tractors arranging corals for blocking tsunami. Then when we wanted to go home, we had difficulty to move our motorcycle...motornya ga mau maju mungkin karena pasir yang tebal. Then woman from the food stall where we sat before came to help us moving motorcycle to go backward until ground-without-sand. We thanked her a lot then try to push the motorcycle forward again, but it still didn't work. Kami mulai menjadi pusat perhatian orang banyak. Then suddenly a girl call us, "Kak, Kak, itu gemboknya belum dibuka!" OMG, OMG, OMG, tadi si Dian ngegembok roda depan trus sekarang lupa ngebukanya. Damn you, Dian.... malu banget! Dian langsung jongkok ngebuka gembok, sedangkan gw sambil nyengir tolol menghadapi orang-orang yang ngetawain. I never ever went to Ujongblang again! (the rest of my holiday I spent in others beaches -_-).

Tapi akhir2 ini, ada orang-orang berjubah putih mengusir pengunjung2 dari pantai dan sungai. Menurut mereka, mandi laut ato mandi sungai itu haram dalam Islam. Mereka juga melakukan razia di jalan terhadap cewe-cewe...wanita ga boleh pake celana, melainkan rok panjang. Kalo nemuin cewe yang pake celana, mereka langsung nyemprotin ramuan khasnya ke celana si cewe itu....ramuan aki mobil yang bikin badan gatel2 en warna baju jadi luntur. Coba kalo kena mata, ya ampun...! Hhhh with all these prohibitions, who still stands living in Aceh?!

I also went to visit my grandma in Beureneun (4 hours from Lhokseumawe) for one night, jalan2 di sawahnya. Walaupun udah tua, nenek gw masih bertani loh...bareng tante en tetangga2 (yang nanam padi biasanya cewe2, hasilnya baru dibawa en dijual oleh cowo2nya). Dari Beureneun, gw langsung ke Banda Aceh (3 hours from Beureneun) bareng sepupu gw di Beureneun yang kuliah di Banda Aceh. I lived in her room for two nights. On the first day, my hi school friend picked me up. We hanged out all day with other friends, making a small reunion (setiap malam selalu ada angin kencang di Banda Aceh, so we only could take a walk at day). Banda Aceh sekarang bener2 ga keliatan seperti baru saja diterjang tsunami. Walaupun di Banda Aceh juga ada pemadaman listrik 4 jam sehari, tapi kotanya bener2 rame en bikin macet. Rumah-rumah korban tsunami udah banyak yang kembali dibangun, seperti rumah salah satu temen gw yang dibangun oleh USAID. Selain Aceh, USAID juga mendanai pembangunan rumah selepas tsunami di Srilanka...dan ntah kenapa dengan dana yang sama untuk setiap rumah, rumah yang dibangun di Aceh lebih buruk rupa dibanding yang di Srilanka. Mudah2an isu soal penggelapan dana tsunami di pemerintah Indonesia itu ga bener.

Cuaca panas, angin kencang, mati listrik 4-8 jam sehari, no entertainment...sometimes I feel amazed why people can life so simple and hard, like that.

Harry Potter and the Order of the Phoenix (hp#5 ootp)

Sekembalinya dari pedalaman, gw langsung panik menyadari klo film hp5 udah beredar di bioskop en gw belom menontonnya! Cerita temen-temen kosan, anak-anak milis hp, en temen-temen lainnya bener-bener bikin keki. Gw pun merelakan jadwal les itali gw (kalo ditambah absen karena liburan ke aceh kemaren, total gw ga les itali adalah sebulan...OMG!) for watching hp5 with some friends (Viqa, Ekow, Amudi, Adi, Nopis and Isan Fauzi) at ciwalk.

First, musik khas Harry Potter yang lala...lalala...lalaaaaaa...la, composed by John Williams yang ga pernah absen dari film hp1 ampe hp4, ga banyak kedengaran di film hp yang ini (cuma saat pembukaannya aja), quite disappointed.
Second, ga nyangka di London ada padang ilalang kayak gtu...bener2 ga pas!
Third, Tom Felton is so hi! Klo gini sih, bener-bener pas dia meranin Draco Malfoy yang sering mengintimidasi Harry. Sayang, dia ga terlalu berperan di film hp ini.
Forth, Cho Chang yang menyebalkan di buku ootp, jadi patut dikasihani di filmnya. Secara I dislike Cho so much, gw sangat menyayangkan perubahan karakter ini!
Fifth, The Dark Lord kurang menyeramkan. Ga heran sih, klo liat tampang asli si aktor (Ralph Fiennes)...ganteng maknyus!!
Sixth, semua pasti setuju kalo Loony Lovegood begitu memukau.

The last, I couldn't agree more with this Allie Pitoyo's review:

Gue orang pertama yang melambai-lambaikan saputangan selamat berpisah untuk Steve Kloves karena dia tidak lagi menjadi scriptwriter buat OoTP. Saya yakin yang kangen hanya Hermione Granger dan alis tebal Emma Watson (apakah ada aliran sekolah akting dimana ekspresi ditentukan dengan gerakan alis? Tolong kasih tau, saya mau kirim HOWLER). Sayang seribu kali sayang, Steve tersayang akan kembali untuk HBP (sepertinya HOWLER akan saya kirim ke Warner bersaudara saja).

Tanpa adanya Steven tersayang, perbedaan yang nyata adalah :

  • Ron Weasley! Memang storyline quidditch ga ada, tapi Weasley is still my King. Dialog yang sedikit malah membuat karakternya jadi menonjol, coba bandingkan adegan di common room dimana Ron menjadi bodyguard Harry dan bagaimana Ron langsung melompat ke depan saat Hermione (dan Harry juga lho) menghadapi Grawp, terus flashback dengan Ron yang ngumpet di belakang Harry (dan Hermione) di 4 film sebelumnya.
  • Entah kenapa, gue lebih bersimpati dengan Harry di OoTP, especially akting DanRad yang jauuuh banget improve dari akting mewek di tengah salju di PoA, Harry tanpa CAPSLOCK lebih berasa nyeri. Terutama shot-shot bagaimana Ron dan Hermione berusaha menjadi teman yang baik. Tema kesepian lebih berasa.
  • Kembar Weasley, mereka jadi lebih simpatik disini, adegan mini mereka menghibur adik kelas di lorong? Keren. Oh ya, mo nanya dikit, kapan mereka minjem kembang api dari Gandalf? Ha..ha..ha..
  • Dumbledore, di film ini gue ga punya dorongan untuk mencekiknya dengan topi kuncung Merlin (denger-denger, Sir Michael akhirnya baca bukunya).
  • Hal-hal kecil, sperti flashback anak-anak, pandangan-pandangan jealous Ginny dan Harry mencekrikkan lehernya seperti Voldy. Dan Voldy pake jas, kayak pilem horor.
  • Lebih pinter memotong dan menyambung plot, Marietta ditiadakan digantiin Cho, Snape's worst Memory…. Inget ga info Marauder's Map yang ketinggalan di PoA? Paling ga, blunder kayak gitu minimal deh.
  • Sedihnya, dialog jadi dikit bener,tapi action-nya juga dikit bener..lah.. jadi yang ditonton apa? Dokumenter?

Favorit :

  • Kambing di Hog's Head dan cameo Aberforth.
  • Foto Diggory pada cermin.
  • Sirius meninju Lucius.
  • Luna Lovegood-nya Evanna Lynch, dia berhasil melakukan sesuatu yang sebelumnya hanya berhasil dilakukan oleh Alan Rickman di film2 HP. Perfect character.
  • Kematian Sirius, di film lebih nendang adegannya, ga ada lagi alasan, guys. Sirius emang beneran mati. Terimalah dengan lapang dada dan sesenggukan.
  • Umbridge! Umbridge! Umbridge! Dapet salam dari Snape, dia pengen gelar guru paling bikin mules dibalikin beserta jabatannya sekalian ya bu! Sori, teman-teman. Sori, Alan Rickman. Umbridge-nya Staunton juara banget disini. Pink have never looked more evil.
  • Kreacher.
  • Semua aktor dewasa… aktor Inggris emang beda, ga ada attitude, "gue maen di film anak-anak, akting standar aja."
  • Wardrobenya seluruh keluarga Weasley.

Allie Pitoyo nge-review Order of The Phoenix