27 August 2007

Selamat hari burung

Tadi malam gw menghadiri acara makan-makan ultahnya Ivan, si temen kosan yang paling bijak, anak TI'04, satu2nya cowo kosan yang ga pernah bawa 'cewe' ke kamar (ehhh tapi kabarnya minggu lalu ada ya?! wahhh sayang, awak ga liat...), dan yang paling rajin merokok. Rombongan kosan berjumlah 7 orang (sebenernya yg temen kosan Ivan asli sih cuma 4: gw, Tam2s, Tik2s, en Yur2. Tiga lainnya adalah temennya Tami: Cita yang cantik idaman setiap pria, Adis si anak TI'06, en Kara si anak unpad yang baru pulang dari prancis jadi bahasa indonesia nya agak sulit dimengerti, ehehe!) terbang menuju D'Cost sekitar jam 7 menaiki Lancer-nya Tika......hangat bo, 7 orang dijejalin dalam sebuah sedan! Ga ding, Tami dihitung 2, jadinya 8 orang! *stick tongue out*

Sampe disana, suasana masih sepi, baru ada 10 orangan. Mana nih van, cowo TI yang katanya keren-keren?! Tapi beberapa menit kemudian, sekitar 30an orang mulai menyanyikan lagu happy bday dan dengan barbar menghabisi seafood-seafood itu. Sampe malem temen-temennya Ivan berdatangan terus, ada kali 50an. Asik yaaa bisa kumpul angkatan kayak gtu! Tapi itu masih termasuk sedikit dibanding temen-temennya Ivan yang klo ultah ngundang 70-90an orang, ga patungan loh! Wewww, untung ga masuk TI...

Kami si anak kosan kebagian tempat duduk di tengah-tengah angkatan itu, jadi sempet grogi, gagu, en kaku. Tapi anak-anak TI ramah, asik en mudah bergaul....jadinya ktawa bareng, terutama pas acara pembukaan kado. Kado dari kami si anak kosan adalah gretek Zippo (yang kayanya sih keren) buat Ivan si maniak ngasap.

Thx Ivan untuk traktirannya!
Dan (seperti yang Tami bilang,) Happy Birdday (hari burung) for you! Udah tingkat 4 kn?! Sebaiknya lo pindah kosan deh, klo ga mau terserang kutukan kosan.......lamak lulusnya! -_-

18 August 2007

Addio, il mio insegnante!

Detik news

*shocked*
Daria is a very kind teacher, seriously! -_-

Addio, Daria!
Sei un insegnante molto molto grande. Conosco per la prima volta molto circa l'Italia da voi. Grazie molto!
Riposar nella pace!

Main-main ke UI

Sudah 3 hari ini gw berkelana ke UI, mengadu nasib ke ibu kota, mencari pencerahan TA, dengan mengikuti Short Course Probabilistic Robotics di Fasilkom. Hari pertama gw belajar tentang perkenalan robot, sensor dan actuator...berasa ikut kuliah robotika di elektro lagi, cuma bedanya dalam bahasa inggris (btw, nilai robotika gw naik jadi A hohohoho, grazie Pak Hil ^^). Hari kedua gw jadi gemes sama teacher nya, Dr. Axel Grossmann from Technische Universit├Ąt Dresden, Germany. Bukan hanya karena setelah diperhatikan lebih seksama ternyata teacher nya mirip Surya Saputra versi bule, tapi juga karena doi ngajarin teknik-teknik mapping dan localisation yang memanfaatkan sensor laser dan sonar. Damn! Teknologi robot awak ga secanggih itu, cuma punya sensor kamera yang terpisah dari robotnya. Padahal metode Monte-Ditzky...ehh Monte-Carlo Localisation yang memanfaatkan data dari sensor laser tampak lebih maknyus dibanding metode SIFT (Scale Invariant Features Transforms) gw. Apalagi pada hari ketiga, Surya-Saputra-bule nyinggung-nyinggung soal 3 metode pencocokan peta, "...the second is Scan-based Mapping and the last method uses Features. Ahh that last one..." yes, yes, that's my thesis *gw mulai memperhatikan lebih bersemangat*, "...checking the features from image, by identifying the corners of the room, etc, by using camera sensor..." you're right, mister! You're right *merasa senang karena tau banyak soal ini*, "...but this technique is not robust than the others..." NAJIS, gagal sudah TA awak!

Gw juga menceritakan TA gw ke Surya-Saputra-Bule, soal Genetic Algorithm (GA) yang gw pake sebagai metode path planning. Kayanya dia baru denger gagasan itu (gagasan GA dipake sebagai path planning, I mean) dan mengusulkan supaya gw menunjukkan program gw ke dia minggu depan. Nahh sekarang gw punya pilihan buat bener-bener menyelesaikan program GA gw ato menjauhi Surya-Saputra-Bule for couple next days berpura-pura ga pernah ngobrol soal itu. Short course ini masih akan berlangsung 4 hari lagi, monday until thursday next week, dimana senin nya dipake untuk praktikum simulator robot Player/Stage (yang installation nya najis banget, mentang-mentang di Linux) di lab.

Jadi sebenernya course gratis ini sangat bermanfaat (klo bener-bener dimanfaatkan), tapi sayang effort gw ksana cukup berat. Dari rumah gw (di Pondok gede) ke UI berlangsung 2 jam lebih (najis, uda kayak bdg-jkt aja!) melalui 3 angkot dan KRL (kereta). Course nya sendiri 2 jam lebih, dari jam 1 siang ampe setengah4an. Trus gw pulang (dijemput bokap sih, tapi masi harus naik kereta lagi dari UI ke stasiun cawang) en nyampe rumah jam setengah6an.

Setelah ngobrol-ngobrol dengan Pak Stefanus, dosen UI yang meng-organize this event, ternyata peserta yang lain tu bawa SPJ (surat perjalanan dinas) dari kampus-kampus nya (terutama dari luar kota), yang artinya THEY'RE PAID! Pantes S1 dari UIN Bandung tu rame banget (selain S1 UI), sisanya S2 en peneliti robot. Kenapa ya IF ITB ga biayain acara beginian? Pak Stefanus juga bilang klo 2 minggu lalu ada summer course ke Hanoi, soal Neural Network, Logic etc, bagi S1 Computer Science. Tapi karena dari ITB ga ada yang ikutan (padahal beritanya udah dikirimin ke Pak Oerip, katanya sih!), jadinya yang ikutan anak-anak Fasilkom UI semua. Dibiayain bo ke Vietnam...!

Ya sudahlah! Setelah beberapa hari bolak-balik UI, selain menyuruh adek gw untuk balik ngekos di Depok dan meningkatkan rasa cinta gw ke ITB (karena seriously, walopun kampus nya adem banyak pohon en ada danau buat mancing en 'mancing', tapi cewe nya banyak banget...pusing gw! Dan dengan kampus segede itu, I wonder how they can be united. Di ITB, kami berbagi kantin-kantin dan ruang kuliah yang sama...gw jadi menyesali diri karena seharusnya gw bisa kenal lebih banyak teman jurusan lain), gw juga menyadari bahwa ternyata perpeloncoan itu penting. Panitia Pelantikan HMIF 2006 kemarin berulang kali mewanti-wanti senior supaya jangan menerapkan perpeloncoan. Tapi ketahuilah adik-adikku, hidup itu perpeloncoan! Di stasiun kereta gw menjumpai banyak orang. Ada penjual cd yang ga sengaja memutar player nya dengan volume maksimal trus dimarahi tukang mabok, "WOI, ANJ***!" (kenapa gw tau tukang mabok? karena waktu itu dia duduk agak deket gw dan gw menangkap obrolan dengan temannya sekilas, "tar malam mabuk yuk...gw mo habisin mertua gw..." *seketika ada garis-garis vertikal di jidat gw* Mungkin itu cuma sandi kali yaaa, tapi gw tau diri untuk ga peduli en berpura-pura ga denger) Padahal sebelum si pemabuk teriak, si penjual cd sudah mengecilkan volumenya, yang menandakan klo dia bener-bener ga sengaja. Trus waktu gw berjalan keluar dari stasiun, gw sempat berjalan agak linglung dan nyenggol bahu seseorang, "Heh, songong ya?!" NAJIS, gw langsung lari! Mestinya di kaderisasi, gw diajari untuk menghadapi orang-orang ga punya otak kayak gini!

Btw, mata kiri gw udah seminggu berkedut-kedut dan masih begitu sampe sekarang. Kata cho en nie sih (kok mereka bisa punya panggilan bersuku kata satu yang keren gtu sih?! gw jg pengen...) tandanya gw mo nangis en bakalan ketimpa musibah. Gw agak percaya yang beginian, seperti halnya gw percaya klo cegukan itu pertanda selangkah lebih dewasa, jadi gw berharap musibah itu cepet datang (cepet juga berlalunya) en gw bisa menghadapinya dengan sukses. Tadinya gw mengira (baca: berharap) klo musibah itu adalah sakit pilek gw sehabis pelantikan di Tangkuban Perahu kemaren itu. Tapi ternyata, sakitnya udah sembuh dan kedutannya masih berlangsung. Entah kenapa, kemarin waktu lagi bengong di stasiun nungguin kereta dateng, tiba-tiba terlintas dalam pikiran gw kalo musibah itu adalah...*menelan ludah*...gw ga jadi lulus oktober ini.

02 August 2007

The Princess

Beberapa hari lalu, gw ngeliat-liat koleksi kertas file sepupu kecil gw. Kertas file adalah kertas yang berlubang-lubang di bagian pinggir yang biasa dimasukkan dalam sebuah binder. I think every child have collected this kind of paper, bergambar macam-macam...ada casper, mickey mouse, scooby doo, and many others movie characters.

Salah satu kertas file sepupu gw yang menarik perhatian adalah yang menggambarkan semua putri dalam dongeng (disney). There are Ariel the Little Mermaid, Snow White, Princess Aurora (the sleeping beauty), Cinderella, Beauty (and the Beast) and Princess Jasmine. Biasa, cewe desperate en ga punya kerjaan kayak gw akhirnya merenung sendiri...if I could be one of them, which one would I choose?! They all are beautiful, they all have a cool Prince...impian semua wanita...rasanya mudah tinggal memilih salah satu.

Tapi ternyata setelah dipikir-pikir, I don't wanna be anyone of them! Selain karena pengaruh film Shrek 3, gw merasa masing-masing punya kekurangan. Putri Salju tentu yang pertama mesti dicoret karena rambutnya ga banget. Ariel satu-satunya princess yang punya saingan...dari laut hanya bisa memandangi pria idamannya bersama wanita lain. Cinderella dan Aurora tidak menikmati setengah hidupnya (yang satu jadi babu, satu lagi tidur muluk). Sedangkan Jasmine dan Beauty punya cowo yang kurang OK.

Tapi tetep aja, mereka punya kisah yang lebih menarik dibanding hidup gw (sekarang yang TA nya ga jelas dan mendambakan pendamping wisuda). Klo dilihat dari ceritanya sih, gw akan memilih Ariel atau Beauty, karena mereka melakukan sesuatu untuk cowo nya (bukan cuma kissing atau pergi ke pesta dansa, dan membuat sang pangeran jatuh cinta dengan kecantikannya).

Oiya, masi ada princess lainnya yang ga dimasukkan di kertas file itu, seperti Rapunzel, Angsa Putih (namanya Odeth dan Odil bukan ya? lupa awak...), dan Pocahontas. Actually my favourite fairy tale is Anastasia. Cowonya rakyat biasa yang jatuh cinta pada Anastasia sebelum dia tau kalo Anastasia seorang Putri. Tapi rasanya cerita Anastasia ga bisa disetarakan dengan princess di atas karena dia termasuk dongeng modern seperti halnya Mulan.

Gw percaya keajaiban dalam dongeng bisa terjadi juga di kehidupan nyata. Bertemanlah tulus dengan banyak orang, karena 'ibu peri'-mu akan muncul di antara mereka. Jangan cuma sembunyi dan mencari jalan aman, karena jika 'penyihir jahat'-mu tidak ada, 'pangeran tampan'-mu juga tidak akan muncul.

01 August 2007

Blimey, Harry Potter and the Deathly Hallows

[First of all... HAPPY BIRTHDAY, HARRY POTTER!]

I solemnly swear that I am up to no spoiler.

Voldemort had split his soul into 7 parts, 6 souls in 6 objects (called Horcrux) and the seventh on his self. He couldn't die until all horcruxes had been destroyed. In Harry Potter and the Chamber of Secret, Harry had destroyed one horcrux, Riddle's Diary. Then in Harry Potter and Half Blood Prince, Dumbledore had destroyed one horcrux, Marvolo's Ring, and found another one, Slytherin's Locket (see the picture on its cover, beside!), but that was fake and had been replaced by someone initialed R.A.B. Dumbledore guessed that the forth horcrux is Hufflepuff's Cup, the fifth must be one of Gryffindor's or Ravenclaw's stuff, and the sixth is Nagini, Voldemort's snake. But then Dumbledore died, so Harry, Ron and Hermione had to continue the task for destroying the remainder of Horcurxes.

Who is R.A.B? Where is the other horcurxes and how they find them? In this book, Harry, Ron and Hermione didn't go back to Hogwarts for finishing their last grade school (7th), but they went anywhere to search for more horcruxes. Are there really 4 horcruxes left? And what is the Deathly Hallows? Horcruxes versus Hallows, which one will be Harry's priority now?

I was really exhausted when reading this book. Not just because I had to read the english version (which spent me 3 days to finish it, helped by dictionary of course), but also because there are so many fights along this book from beginning until the end. Yeah, not like the six books before which have the strained situation only in the end part, this book had started to strain on chapter 4! Can you imagine that? When I finished reading chapter 4, I put down the book for a moment...did this really happened? did Harry really meet Voldemort and....(OK, OK, no spoiler!)...in this chapter??! Merlin's pants, it is awesome (and awful)! Maybe that's one of the reason why I can stand to read it until the end (you know, this is my first Harry Potter book in english version that I read, I had tried reading the sixth book in English but I directly stopped it on the third chapter...decided just to wait for indonesian version *grinned*), the second one is of course because (HEY!) so many people out there really like spoiling me so bad (finally I'm free, hell yeah! ^^).

This book made me tear so deeply, especially about Snape (y'all must read it, dude, MUST! Then give him some respects). I cried on 4 parts, which the last one was in the end. That's why when I finished the book, I couldn't stop crying for half an hour. Rowling had said that 'scar' would be the last word in this book. Well the fact, it's not. But, scar is indeed mentioned in the last paragraph, the last line.

The book also made me jump happily, especially when I read the beautiful name OLIVER WOOD there. He's just a very supernumerary character (figuran), but I was so glad Rowling didn't forget about him. Yeah, there are many characters who appeared again. This is war, seriously!

These are my favourite quotes:
"It's traditional to give a wizard a watch when he comes of age," said Mrs. Weasley, watching him anxiously from beside the cooker. "I'm afraid that one isn't new like Ron's, it was actually my brother Fabian's and he wasn't terribly careful with his possessions, it's a bit dented on the back, but--"
The rest of her speech was lost; Harry had got up and hugged her.

"He must've known I'd run out on you."
"No," Harry corrected Ron. "He must've known you'd always want to come back"

Wit beyond measure is a man's greatest treasure. [Rowena Ravenclaw]

Help will always be given at Hogwarts to those who ask for it. [Albus Dumbledore]

You were named for two headmasters of Hogwarts. One of them was a Slytherin and he was probably the bravest man I ever knew. [Harry Potter]

Mischief managed!