Skip to main content

The Princess

Beberapa hari lalu, gw ngeliat-liat koleksi kertas file sepupu kecil gw. Kertas file adalah kertas yang berlubang-lubang di bagian pinggir yang biasa dimasukkan dalam sebuah binder. I think every child have collected this kind of paper, bergambar macam-macam...ada casper, mickey mouse, scooby doo, and many others movie characters.

Salah satu kertas file sepupu gw yang menarik perhatian adalah yang menggambarkan semua putri dalam dongeng (disney). There are Ariel the Little Mermaid, Snow White, Princess Aurora (the sleeping beauty), Cinderella, Beauty (and the Beast) and Princess Jasmine. Biasa, cewe desperate en ga punya kerjaan kayak gw akhirnya merenung sendiri...if I could be one of them, which one would I choose?! They all are beautiful, they all have a cool Prince...impian semua wanita...rasanya mudah tinggal memilih salah satu.

Tapi ternyata setelah dipikir-pikir, I don't wanna be anyone of them! Selain karena pengaruh film Shrek 3, gw merasa masing-masing punya kekurangan. Putri Salju tentu yang pertama mesti dicoret karena rambutnya ga banget. Ariel satu-satunya princess yang punya saingan...dari laut hanya bisa memandangi pria idamannya bersama wanita lain. Cinderella dan Aurora tidak menikmati setengah hidupnya (yang satu jadi babu, satu lagi tidur muluk). Sedangkan Jasmine dan Beauty punya cowo yang kurang OK.

Tapi tetep aja, mereka punya kisah yang lebih menarik dibanding hidup gw (sekarang yang TA nya ga jelas dan mendambakan pendamping wisuda). Klo dilihat dari ceritanya sih, gw akan memilih Ariel atau Beauty, karena mereka melakukan sesuatu untuk cowo nya (bukan cuma kissing atau pergi ke pesta dansa, dan membuat sang pangeran jatuh cinta dengan kecantikannya).

Oiya, masi ada princess lainnya yang ga dimasukkan di kertas file itu, seperti Rapunzel, Angsa Putih (namanya Odeth dan Odil bukan ya? lupa awak...), dan Pocahontas. Actually my favourite fairy tale is Anastasia. Cowonya rakyat biasa yang jatuh cinta pada Anastasia sebelum dia tau kalo Anastasia seorang Putri. Tapi rasanya cerita Anastasia ga bisa disetarakan dengan princess di atas karena dia termasuk dongeng modern seperti halnya Mulan.

Gw percaya keajaiban dalam dongeng bisa terjadi juga di kehidupan nyata. Bertemanlah tulus dengan banyak orang, karena 'ibu peri'-mu akan muncul di antara mereka. Jangan cuma sembunyi dan mencari jalan aman, karena jika 'penyihir jahat'-mu tidak ada, 'pangeran tampan'-mu juga tidak akan muncul.

Comments

  1. Sy suka ARIEL!!! Ahuuu... ^^

    ReplyDelete
  2. hoho... disney kayanya doyan banget bikin cerita yang "hidup bahagia selamanya". padahal cerita ariel yang asli itu dalem dan sad ending, si pangerannya nikah ama puteri kerajaan tetangga dan arielnya jadi buih di lautan... soalnya si hc andersen pengen bikin cerita yang menekankan tentang patah hati.

    trus bisa2nya cerita sejarah anastasia yang kelam itu dibikin "dongeng bahagia". mana film kartunnya mendiskreditkan rasputin lagi. *mode terlalu serius*

    kalo menurut saya sih, dongeng puteri2 disney itu malah kurang seru lagi. coba kalo ada kisah puteri yang bertualang sendiri dan menyelamatkan "pangeran" pujaannya, pasti seru. tapi masih lebih seru cerita kamu ngebuntutin si X malem2 itu lagi :D

    ReplyDelete
  3. aku dulu paling suka ngegambar ariel loh .. soalnya kaki nya ikan sih .. jadi gampang ngegambarnya... yang laen biasa aja.

    btw kalo di indonesia mungkin ngga ya nanti ada loose leaf yang gambarnya nyai roro kidul, nyai blorong, dan mak lampir. halah ngaco .. serem lagi ..

    ReplyDelete
  4. ...karena jika 'penyihir jahat'-mu tidak ada, 'pangeran tampan'-mu juga tidak akan muncul.

    Rik, 'penyihir (wanita) jahat' gue udah ada--bahkan satu kampus satu prodi dan sering satu kelas (you-know-who lah, itu loh yang suka banget sama hal yang berbau sihir), tapi mana 'pangeran tampan' gw?

    Iyuuu :P

    ReplyDelete
  5. Kenal bukan dengan nama salhsatu tokoh dongen ini ???
    cerita negeri dongeng yang fenomenal aslinya menyimpan segudang misteri yang mengejutkan

    ReplyDelete

Post a Comment

Popular posts from this blog

Jeju Island in 3 Days

Jeju Island, the Hawaii of Korea, where couples usually go for honeymoon, and the place of many UNESCO Nature Heritage sites, is really beautiful and romantic. Some people say we need to spend at least 1 week to explore and experience the most of this island, but in my opinion 3 days are enough. Trust me, many places in Jeju only look good in advertisement, they're good at selling it. There are no interesting places in the North and West part of Jeju Island, so you can focus on East and South. East and South parts are amazingly naturally beautiful! Here's the itinerary I recommend.

Day-1: East of Jeju Island

Manjanggul / Manjang Cave
Spending time: 30-45 minutes
Hallasan, located in the middle of Jeju Island is the only volcanic mountain in Korea. It created several small volcanic mountains throughout Jeju Island, called Oreum in Korean. One of the biggest Oreum is Geomun Oreum, famous with its large lava tube system and designated as a UNESCO Natural Heritage site. It has few l…

Review: Homestay Cahaya Sikunir Dieng

Mencari penginapan di Dieng itu susah-susah gampang. Disana tidak ada hotel, adanya penginapan rumahan atau homestay. Beberapa turis kadang menginap di kota Wonosobo, sekitar sejam dari Dieng, demi mendapat penginapan yang bagus. Pilihan di travel apps hanya sedikit dan kurang cocok. Setelah browsing sana-sini, terutama baca review blog orang, saya hubungi beberapa homestay di Dieng baik lewat telpon maupun Whatsapp. Saat kami sudah mulai road trip Jawa Tengah tanggal 12 Desember, kami masih belum tau mau menginap dimana di Dieng tanggal 17 Desember nya. Karena waktu itu kami belum fix juga sih mau berapa malam di Dieng, 1 atau 2 malam? Kalau 2 malam, keduanya di homestay yang sama atau ganti homestay?

Akhirnya tanggal 16 Desember, sehari sebelum ke Dieng (saat itu kami di Solo), kami memutuskan untuk menginap 2 malam di Dieng. Malam pertama di Homestay Cahaya Sikunir, karena keesokan subuh nya mau sok-sokan melihat sunrise di Bukit Sikunir, dan malam kedua di Homestay Serayu. Untuk

Transportation in Jeju Island

These are some remarks regarding public transportation in Jeju.
Buses in Jeju Island accept Seoul's t-money card. You can buy and top-up it in convenience store, like GS25 and Family Mart.City buses normally charge 1000won for cash, or 950won for t-money card. If you pay by card, tap it to the machine when you aboard and when you alight. If you transit between 2 buses during a certain times, fee for the next bus can be 0won, or free.Intercity buses vary depends on the distance, usually between 1000-3000won. There's no different fee paying with cash or card. When you aboard the bus, tell the driver about your destination, he will tell you how much it is, and you have to pay there directly. If you pay by card, no need to tap it again when you get off.There are 2 bus terminals in Seogwipo city. The main bus terminal is in the south-east of downtown, near the Jeongbang Waterfall, which is also the old one. The second one is to the right of the E-mart in front of the World Cup Stad…