Skip to main content

Centro Mbak, bukan Sentro !

Semalam gw blogging ampe sahur, beneran ga bisa tidur! Padahal (hari ini) paginya mesti bantuin nyokap di dapur. Jadilah gw ber-dizzy ria karena kurang tidur 6 jam (cuma tidur 4 jam, padahal biasanya 10 jam sehari, kekeke *grins*!). Abis bantuin nyokap motong cabe (hebattt! kontribusi gw sgitu doang, HAHA!), ngatain adek gw bentar (karena dia nonton Dorce Show!), gw lalu ke kamar adek gw yang lain buat nonton Oprah Show (eh ada Show nya ga sih?)! Makjaaaang Oprah telah membuat Saya batal puasa hari ini, gw nangis bombay pas marinir-marinir AS (yang bertugas di Irak) dipertemukan kembali dengan keluarganya setelah 9 bulan.

Tak berapa lama kemudian gw diusir dari sana (karena adek gw mo siap-siap buat sholat jumat), trus buka internet...say hello to the world, check sana browse sini, hingga tiba-tiba bokap yang hari ini kerja setengah hari pulang dan ngajak belanja-belanji di Centro-nya Plaza Semanggi.

Setelah puas di Centro, gw beli J-Co buat dibawa pulang, trus bareng adek gw ke Gramedia...sedangkan bokap masih bersemangat baja melihat baju-baju di Centro. Di gramed, gw beli buku Radikus Makankakus (Raditya Dika), Traveler's Tale (Adithya Mulya, Alaya Setya, Iman Hidajat, Ninit Yunita) dan Ayat-Ayat Cinta (Habiburrahman El Shirazy). Aww 0_0 ...baru nyadar...semuanya buku Indonesia, bo! Hebbaaattt! Padahal biasanya klo gw beli buku pasti novel terjemahan, ato klo novel Indonesia yaaa nunggu diskonan dulu, haha *sangat meng-underestimate buku-buku Indonesia*

Kemudian kami menjemput bokap di Centro, sengaja ngelewatin bagian sepatu cewe sambil ngelirik sana-sini dan menelpon bokap, "Papa dimana? Aka(*) udah di centro nih!" Perlu diperhatikan bahwa Saya melafalkan centro dengan c seperti pada cinta, bukan sentro. Nahhh pas gw nutup telpon, adek gw cerita..."barusan ada mbak-mbak yang berdesis 'sentro' pas kak rika ngomong 'centro' tadi."

HEY! HEY! (Mana sih) Mbak (nya), situ SELLOW dong...terserah EIKE mao ngomong apa! Asal tau aja, centro tu bahasa Italy yang artinya center/middle (pusat) dan dibacanya tu CENTRO, bukan SENTRO! Coba aja cek ke seluruh bahasa di dunia, ga ada yang punya kata Centro selain Italy en Spain, dan di Spain pun pengucapannya SAMA! Emang sih, mungkin si yang punya Centro ga bermaksud centro-nya itu ber-meaning sesuatu, tapi ya terserah gw dong...GUA BERPEDOMAN PADA BAHASA ITALY GUA, cihh!

Gw emang sering kepeleset ngomong, contohnya Tepos jadi Tepes, Kinclong jadi Cingklong, Bagasi jadi Garasi... yang terakhir jauh yaaaa, HAHA (tapi beneran! Smino, Riza en Septa adalah saksinya...mudah-mudahan mereka sudah melupakannya ~_~)! Yang paling ngerti keahlian gw salah ngomong yaaa si cuchoo, dia tau semua aib gw kayanya (...hardly believe..mehhh ~_~) jangan capek ya cho benerin omongan gw, HAHA!

Nahh klo kata-kata yang tadi itu sering gw ucapkan tanpa sadar, tapi yang centro ini beneran dari lubuk hati yang paling dalam, sesuai dengan undang-undang bahasa Italy! Yahhh uda kebiasa aja, klo ngomong bahasa (kata) Italy ya sesuai kaedahnya. Jadi, walopun si punya Centro menyebutnya Sentro, ato kecengan gw yang paling ganteng sekalipun nyebut itu Sentro... gw kayanya tetep menyebutnya Centro! Please, people...leave me that way!

Waktu pulang, kami melewati tebet dulu buat vermak celana jeans adek gw. Yaaa gtu deh, walopun udah pindah ke Jatiwaringin selama 2 taon, kami sekeluarga masih terikat batin dengan daerah Tebet. Mau vermak levis aja sampe ke tebet (padahal di Jatiwaringin juga banyak), klo nyokap mao belanja sayur/daging/ikan/dll pasti ke PSPT (Pasar Tebet Timur...gw masih ga ngerti PSPT itu singkatan dari apa!), klo maghrib di jalan...pasti singgah ke mesjid Muhammadiyah yang di Tebet itu. Nahh pas lewat Tebet tadi, gw ngeliat ada Pusat Bahasa Korea di DEKAT rumah gw yang dulu...huhuhu jadi tambah kangen nihhh buat tinggal di Tebet lagi!

Nyampe rumah...buka puasa... Oh my God! It's the Ied Night \o/
...(continued to the posting below)

[* Gw menyebut diri sendiri 'Aka' klo di rumah ]

Comments

  1. Radikus Makankakus gw hampir beres baca. Orang gila. Gw heran dia bisa ga jelas gitu. Haha..
    Kalau ke tebet lagi, boleh loh mampir ke rumah gw, di tebet timur. Hehehe.. tapi bawa makanan ya :D

    ReplyDelete
  2. wakakakak... kasian sekali jeng rika cafrina ini ...

    eh, traveler's tale bagus ga rik?

    ReplyDelete
  3. centro, hihihi

    youre right miss.

    Cosa mi dice la gente in Italia centrocampo come 'centrokampo', e non 'sentro' cosa esattamente come descriverebbe

    ReplyDelete
  4. ngejang skali lagi ah.

    Udah baca The catcher in the Rye belom.

    Novel lama si, tapi termasuk 100 novel terbaik sejak 1923 sampai sekarang.

    Sudah mengilhami terjadi pembunuhan John Lennon, dan pembunuhan2 lainnya di Amerika.

    ReplyDelete
  5. *memandang bram dengan tatapan iri*
    Wahh jeng lely, eike masi ber-haha hihi ama radikus nih, blm nyentuh traveler's tale nya. Si culun sempet nge-review di blog nya trus dikomentarin sama pengarangnya!! Tar klo dah baca, gw review di blog jg ahh HAHA!
    Molto grazie, anton! XD
    Iyyaaa, gw uda penasaran sama catcher the rye itu sejak baca komentar bukunya di rileks! Tapi bukunya susah dicari toh?!

    ReplyDelete
  6. eh kalo Tebet bisa jadi Betet ngga ? :)

    ReplyDelete
  7. kalo di bahasa spanyol, "centro" dibacanya "sentro" kok rik. tapi emang agak rese si mbaknya :P masalah pengucapan2 gitu asal bukan nama orang sih biasanya orang lain kalem2 aja. kayak misalnya orang ada yang baca "mizone" jadi "maizon" atau "mizon".... trus "sanyo" dibacanya bisa "san-yo" atau "sa-nyo". hehehe....

    ReplyDelete

Post a Comment

Popular posts from this blog

Jeju Island in 3 Days

Jeju Island, the Hawaii of Korea, where couples usually go for honeymoon, and the place of many UNESCO Nature Heritage sites, is really beautiful and romantic. Some people say we need to spend at least 1 week to explore and experience the most of this island, but in my opinion 3 days are enough. Trust me, many places in Jeju only look good in advertisement, they're good at selling it. There are no interesting places in the North and West part of Jeju Island, so you can focus on East and South. East and South parts are amazingly naturally beautiful! Here's the itinerary I recommend.

Day-1: East of Jeju Island

Manjanggul / Manjang Cave
Spending time: 30-45 minutes
Hallasan, located in the middle of Jeju Island is the only volcanic mountain in Korea. It created several small volcanic mountains throughout Jeju Island, called Oreum in Korean. One of the biggest Oreum is Geomun Oreum, famous with its large lava tube system and designated as a UNESCO Natural Heritage site. It has few l…

Transportation in Jeju Island

These are some remarks regarding public transportation in Jeju.
Buses in Jeju Island accept Seoul's t-money card. You can buy and top-up it in convenience store, like GS25 and Family Mart.City buses normally charge 1000won for cash, or 950won for t-money card. If you pay by card, tap it to the machine when you aboard and when you alight. If you transit between 2 buses during a certain times, fee for the next bus can be 0won, or free.Intercity buses vary depends on the distance, usually between 1000-3000won. There's no different fee paying with cash or card. When you aboard the bus, tell the driver about your destination, he will tell you how much it is, and you have to pay there directly. If you pay by card, no need to tap it again when you get off.There are 2 bus terminals in Seogwipo city. The main bus terminal is in the south-east of downtown, near the Jeongbang Waterfall, which is also the old one. The second one is to the right of the E-mart in front of the World Cup Stad…

Review: Homestay Cahaya Sikunir Dieng

Mencari penginapan di Dieng itu susah-susah gampang. Disana tidak ada hotel, adanya penginapan rumahan atau homestay. Beberapa turis kadang menginap di kota Wonosobo, sekitar sejam dari Dieng, demi mendapat penginapan yang bagus. Pilihan di travel apps hanya sedikit dan kurang cocok. Setelah browsing sana-sini, terutama baca review blog orang, saya hubungi beberapa homestay di Dieng baik lewat telpon maupun Whatsapp. Saat kami sudah mulai road trip Jawa Tengah tanggal 12 Desember, kami masih belum tau mau menginap dimana di Dieng tanggal 17 Desember nya. Karena waktu itu kami belum fix juga sih mau berapa malam di Dieng, 1 atau 2 malam? Kalau 2 malam, keduanya di homestay yang sama atau ganti homestay?

Akhirnya tanggal 16 Desember, sehari sebelum ke Dieng (saat itu kami di Solo), kami memutuskan untuk menginap 2 malam di Dieng. Malam pertama di Homestay Cahaya Sikunir, karena keesokan subuh nya mau sok-sokan melihat sunrise di Bukit Sikunir, dan malam kedua di Homestay Serayu. Untuk