Skip to main content

I'd Left It Behind

Suda lama gw tidak merasakan feeling and enthusiasm buat belajar bahasa italy lagi. Gw datang les cuma karena ga enak aja sama Maurizio, soalnya kelas italy yang suda senior (sadesss!) isinya semakin dikit, berkurang terus tiap semester. Apalagi semenjak 2 kali gagal beasiswa italy, bahhh makin malas aja gw!

Gw juga sering menomorduakan les italy dengan karaoke! Nur adalah temen les gw yang paling setia mengingatkan gw akan les italy.
Nur : Ciao Rika!
Rika: Ciao Nur, tumben nelpon...
Nur : Eh ko berisik sekali yah? (dengan gaya sunda gtu deh!)
Rika: Lagi karaoke nih, bntar gw kluar room dulu...
(setelah agak sunyi)
Nur : Ko ga datang italy?
Rika: Ehehe iya, ada acara ma temen2 nih (which is karaoke!)
Nur : Tadi tu ujian kenaikan level
Rika: @#$!@%#*@&%$@! Trus gmn dong gw??!
Nur : Ujiannya disuru bikin essay sih! Besok paling lambat dikumpul, soalnya lusa Maurizio mo liburan ke Italy
Rika: OK! Besok gw ke UPT!

Malamnya gw panik, mesti bikin essay mengenai laut di Italy sebanyak 3 halaman. Jeng jeng! Thinking... tick tock tick tock! Akhirnya gw melakukan hal-hal sebagai berikut:
1. Menjalankan mirc, server Blitzed, channel hpgalleries... nyari Lalaith, senior gw di Slytherin yang berasal dari Italy. Eugh, dia ga online! Ya suda, ceting2 dulu bntar sama HOL fellas lainnya kek biasa, trus baru deh nulis, "anyone knows about sea in Italy? I need to write something for my Italy essay" Akhirnya ada anak Ravenclaw yang jawab, "try the Adriatic sea, it's so beautiful! I went there last summer"
2. Googling 'Mare Adriatico', ngumpulin paragraf-paragraf yang jelasin tentang itu dalam bahasa inggris. Disusun-susun dikit, biar nyambung antar paragraf.
3. Copy paste di translate.google.com, pilih pilihan english-italian, klik tombol translate
4. Voilaaaa, my essay was done! Cerdas kan gw?! Anak itebeeh...

Oiya, senin minggu lalu gw ditelpon Maurizio nanyain apakah gw mao ikutan seminar lingua italiana di jkt. Gw ga ngerti apaan, yahh gw ikut-ikut aja lah... once again, ga enak sama Maurizio (sumpah dia guru tersabar yang pernah gw kenal. Gimana ga sabar, menghadapi murid kek gw yang uda 2 taon les tapi belom bisa juga bikin kalimat dengan cepat dan benar). Ya suda, klo mo ikutn, besoknya gw mesti datang ke UPT buat daftar sekalian les hari pertama semester ini. Tapi tebak doooong... besoknya gw pergi karaoke bersama dibond, lely, ridwan en budi si freak. Malamnya gw di-sms Nur, "Tadi ko ga datang? Kamu ikutan seminar italy itu kn? Besok paling lambat daftarnya loh!" Anjessss gw lupaaaa T_T

Selalu deh, gw menganaktirikan per-italy-an ini! Acara anak2 les Italy ke jkt ini diadain 2 hari, senen dan jumat kemaren. Gw mo ikutn yang hari jumat sajah. Tapi malamnya gw ngrasa malassss banget!
Rika: Tam, keknya besok gw ga ikutn seminar italy yang di jkt itu, malas banget!
Tami: Aaaaah kan sayaaang...
Rika: Mesti ngumpul di gerbang ITB jam 06.30 pulak T_T malas banget!
Tami: Tapi kn tar bisa ktemu cowo2 italy...
Rika: GW IKUT!

Mudah sekali dipengaruhi yaaa! Jadilah keesokan harinya gw bangun pagi2 buta untuk menyongsong hari yang italy banget ini. Gw berangkat dari kosan jam 06.30 (pasti ngaret lah ahahaha!). Karena tidak sudi berdesak2an di angkot bareng anak2 TPB, gw memutuskan ke kampus dengan bjalan kaki via simpang dago. Tuh bener aja, kami baru berangkat jam 07.30!

Buset, si Arif semangat banget! Dia pake baju Azzuri dooong.... trus dia juga bawa CD Laura Pausini (tapi sayang ga kebaca di cd player nya... ga skill sih nge-burn nya!). Huh, pantes Arif lulus beasiswa nya dan gw engga T_T. Trus kami nanyain si kenek, ada CD apa aja... Radja, Desperate Band (baca: Ada Band), sama CD-CD karaoke. Mendengar kata 'karaoke', gw jadi nyengir sesaat, berniat untuk minta diputarkan, tapi daku urungkan mengingat sudah sering menganaktirikan jadwal italy dengan karaoke!

Sampe di IIC (Instituto Italiano di Cultura), huh... gada tuh cowo2 Italy, sial!!! Pas akhir acara jam setengah 1 siang gtu (trus makan masakan italy sampe menggila, anjis maknyus banget!), gw baru ngerti acara apakah yang gw ikuti ini (dan itu pun aga kurang yakin akan kebenarannya :P)! Jadi minggu ini IIC ngadain Pekan Bahasa Itali ke-7 (7 Settimana Lingua Italiana) di UNAS (Universitas Nasional) jkt. Jadi anak2 les Italy di ITB sebenernya gada kepentingan, tapi diajak buat ikutn acara pembukaan hari senen dan penutupan hari jumat. Nah pas penutupan ini, semua pengajar italy (di IIC, UNAS, ITB, Bali... smuanya native lohh, cantik2, modis2 huhuhu!) ngasi pendapat, kritik dan saran mengenai proses belajar mengajar bahasa italy selama ini dimanapun. Yeah yeah... acaranya ga penting banget kn?! Cuma dengerin orang italy ngomong bahasa italy (diterjemahin juga!), trus makan en foto2 sampe jam setengah 3, then back to bandung.

Nyampe lagi di ITB jam 17.30... kedinginan, capek dan pegel. Tapi ada satu yang tak terlupakan dari acara tadi (selain tiramisu nya :P). Ada 2 siswa Indonesia yang ngomong di depan menceritakan pengalamannya belajar bahasa Italy di Siena selama 6 bulan (yang beasiswa itu), dan mereka lancar banget bo!!! Sumpah, jd pengen. Salah satunya ngomong gini, "ga peduli apapun bahasa yang kalian pelajari, yang penting sukai dulu bahasa itu". Mi piacere Lingua Italiana??

Well yang jelas, abis ikutn acara ini, gw kembali bersemangat buat belajar bahasa italy. Gw pengen bisa ngomong Italy kayak 2 anak itu. Mudah2an gw ga pernah menyingkirkan begitu saja les italy gw lagi.

Comments

  1. Hey!!! Knp nama sy jd seperti iblis yg mempengaruhi org utk hedon sih? Cih...! Gak rela sy!!!

    Rik, besok keroke yoooo...

    ReplyDelete
  2. Nahhh ini dia ni biang korek nya! >__>

    ayo boooon, karokeeee \o/ XD

    ReplyDelete

Post a Comment

Popular posts from this blog

Jeju Island in 3 Days

Jeju Island, the Hawaii of Korea, where couples usually go for honeymoon, and the place of many UNESCO Nature Heritage sites, is really beautiful and romantic. Some people say we need to spend at least 1 week to explore and experience the most of this island, but in my opinion 3 days are enough. Trust me, many places in Jeju only look good in advertisement, they're good at selling it. There are no interesting places in the North and West part of Jeju Island, so you can focus on East and South. East and South parts are amazingly naturally beautiful! Here's the itinerary I recommend.

Day-1: East of Jeju Island

Manjanggul / Manjang Cave
Spending time: 30-45 minutes
Hallasan, located in the middle of Jeju Island is the only volcanic mountain in Korea. It created several small volcanic mountains throughout Jeju Island, called Oreum in Korean. One of the biggest Oreum is Geomun Oreum, famous with its large lava tube system and designated as a UNESCO Natural Heritage site. It has few l…

Review: Homestay Cahaya Sikunir Dieng

Mencari penginapan di Dieng itu susah-susah gampang. Disana tidak ada hotel, adanya penginapan rumahan atau homestay. Beberapa turis kadang menginap di kota Wonosobo, sekitar sejam dari Dieng, demi mendapat penginapan yang bagus. Pilihan di travel apps hanya sedikit dan kurang cocok. Setelah browsing sana-sini, terutama baca review blog orang, saya hubungi beberapa homestay di Dieng baik lewat telpon maupun Whatsapp. Saat kami sudah mulai road trip Jawa Tengah tanggal 12 Desember, kami masih belum tau mau menginap dimana di Dieng tanggal 17 Desember nya. Karena waktu itu kami belum fix juga sih mau berapa malam di Dieng, 1 atau 2 malam? Kalau 2 malam, keduanya di homestay yang sama atau ganti homestay?

Akhirnya tanggal 16 Desember, sehari sebelum ke Dieng (saat itu kami di Solo), kami memutuskan untuk menginap 2 malam di Dieng. Malam pertama di Homestay Cahaya Sikunir, karena keesokan subuh nya mau sok-sokan melihat sunrise di Bukit Sikunir, dan malam kedua di Homestay Serayu. Untuk

Transportation in Jeju Island

These are some remarks regarding public transportation in Jeju.
Buses in Jeju Island accept Seoul's t-money card. You can buy and top-up it in convenience store, like GS25 and Family Mart.City buses normally charge 1000won for cash, or 950won for t-money card. If you pay by card, tap it to the machine when you aboard and when you alight. If you transit between 2 buses during a certain times, fee for the next bus can be 0won, or free.Intercity buses vary depends on the distance, usually between 1000-3000won. There's no different fee paying with cash or card. When you aboard the bus, tell the driver about your destination, he will tell you how much it is, and you have to pay there directly. If you pay by card, no need to tap it again when you get off.There are 2 bus terminals in Seogwipo city. The main bus terminal is in the south-east of downtown, near the Jeongbang Waterfall, which is also the old one. The second one is to the right of the E-mart in front of the World Cup Stad…