Skip to main content

Seminar Game

Wuidiiiih... gw ikutn seminar muluk ya akhir2 ini! Hebat! Hari ini Comlabs ITB ngadain Free Saturday Lesson bertajuk Game Development: Seluk Beluk Dunia Game. Pas gw dateng, senior kami Matahari Studio udah mulai ngemeng. Gw pribadi si agak merasa dejavu, soalnya uda pernah denger presentasi itu... err 2 taun yang lalu klo ga salah, pas acara Sharing Gaib yang diadakan oleh dukun2 (baca: asisten2) Lab GaIB (Laboratorium Grafik dan Intelijensi Buatan) senior gw (peb, felix, dkk) sekaligus pembukaan pendaftaran dukun GaIB yang baru. Waktu itu salah satu pembicaranya Matahari Studio dan isi presentasinya mirip2 (ya iya laaah... klo ga mirip ya studio laen namanya!). Huhuhu knp GaIB sekarang ga bikin begituan lagi yaaa, jadi agak merasa berdosa :P

Hemm sekitar jam10 kurang oka san mulai mempresentasikan Sangkuriang Studio dan produk andalannya (baca: the one and only) Nusantara Online. Sangkuriang Studio adalah perusahaan (baca: organisasi) pengembang perangkat lunak yang memfokuskan diri pada pembuatan produk-produk multimedia digital dan didirikan sejak Juli 2006 oleh 15 anak informatika ITB 2003. Wuohooo uda 1 tahun 4 bulan!

Nusantara Online sendiri adalah sebuah MMORPG yang berkisahkan sejarah Indonesia sekitar abad ke-13, dimana pemain dapat berpetualang di kerajaan Majapahit dan Sriwijaya bersama pemain lainnya dari seluruh dunia. Permainan disajikan dalam 3D graphic yang cantik nan dinamis (cadasss!). Produk tersebut saat ini sedang dalam tahap pengembangan akhir untuk dapat segera diluncurkan di pasaran.

Monggo dicoba game-nya ^^
Nusantara.zip (120 MB) - Akan ada file readme.pdf, silakan dibaca untuk penjelasan lebih lanjut.
Prerequsite:
DirectX 9.0 (62 MB) - Dibutuhkan untuk grafik (download jika diminta saja)
OpenAL (0,7 MB) - Dibutuhkan untuk suara, tidak akan diminta, tapi jika tidak ada, tidak mengeluarkan suara.
Ditunggu kritik dan sarannya di info@sangkuriangstudio.com !

Setelah presentasi kami, gw kira acara langsung dilanjutkan dengan tanya jawab. Tapi ternyata.....
MC: Baiklah, sekarang kita dengarkan presentasi selanjutnya dari pihak akademisi, Pak Ari Setijadi
ehh, siapa?
MC: Kepada Pak Ari Setijadi, kami persilahkan!
kek pernah denger nama itu!
MC: Pak Ari Setijadi adalah dosen elektro ITB... (blablabla) *dengan sigap ngeliat ke depan*
ANJEEESS!!! Itu pembimbing TA guaaa T_T

Gw langsung merosot di bangku sambil nutup muka sambil nyumpah2.... &@$%#&!!! Damnit! Udah 2 bulan daku tak menghadap beliau, masa' ktemu nya disini??! Mana TA gw tak ada progress yang berarti pulak, huhuhu mau ngomong apa entar??! Eugh, gada gunanya juga sih gw sembunyi, toh tadi ada nama gw di slide presentasi nya oka. Hemmm sambil berharap Pak Ari ga inget nama gw lagi (ga mungkin lah, nyoooong!).... sehabis acara, gw pun langsung kabur!

Tapi... untung tak dapat diraih, malang tak dapat ditolak. Gw diciduk Pak Ari, "hey! kemana aja kamu??!" T_T Gw pun langsung sungkeman sambil tertawa cengengesan, "halo Pak! Hehehe pakabar?" Yeahhh trus gw curhat TA gw belom beres juga, gw gada semangat ngerjain TA, trus dia bilang ganti topik ke Nusantara Online ini aja (yeahhh... right! >__>), dan akhirnya kata2 pamungkas: "minggu depan datang ke tempat Saya ya, kita ngobrol2!" Terpaksa kan... malam ni gw mulai membuka lagi folder TA najis itu! T_T

Btw, Pak Ari ini mewakili Magister Digital Media & Game Technology di Teknik Elektro ITB yang dibuka sejak taun 2002. Ada beasiswa nya tuhh, klo ada yang minat! :)

Comments

  1. Iyah, sy tau magister itu! Keknya promosinya aga heboh de, soalnya bapak sy aja ampe tau dan nelp sy, ngebujuk sy masuk situ. Haha... Jangan2 bisa bareng mas s2 elektro yg di PMB itu Rik? Hihi...

    ReplyDelete
  2. oo, rika ketauaan..
    TAnya kenapaa? :D :D :D
    semalem udah niat bangun pagi buat ikut acara itu malah kesiangan.. sial bener sih =_=

    ReplyDelete
  3. Harusnya disukurin tuh ketemuan ama pembimbing. Gw aj mo ketemu bos susahnya amit2, suka pergi ga jelas. Tar klo ketemuan jgn lupa bawa kamera, foto bareng, trus dipublish ya fotonya di blog, haha.

    ReplyDelete
  4. wuih...anak ITB emang kreatif kreatif semua.

    ReplyDelete
  5. hemmm kreatif dalam melarikan diri dari TA dan pembimbingnya??!

    ReplyDelete

Post a Comment

Popular posts from this blog

Jeju Island in 3 Days

Jeju Island, the Hawaii of Korea, where couples usually go for honeymoon, and the place of many UNESCO Nature Heritage sites, is really beautiful and romantic. Some people say we need to spend at least 1 week to explore and experience the most of this island, but in my opinion 3 days are enough. Trust me, many places in Jeju only look good in advertisement, they're good at selling it. There are no interesting places in the North and West part of Jeju Island, so you can focus on East and South. East and South parts are amazingly naturally beautiful! Here's the itinerary I recommend.

Day-1: East of Jeju Island

Manjanggul / Manjang Cave
Spending time: 30-45 minutes
Hallasan, located in the middle of Jeju Island is the only volcanic mountain in Korea. It created several small volcanic mountains throughout Jeju Island, called Oreum in Korean. One of the biggest Oreum is Geomun Oreum, famous with its large lava tube system and designated as a UNESCO Natural Heritage site. It has few l…

Review: Homestay Cahaya Sikunir Dieng

Mencari penginapan di Dieng itu susah-susah gampang. Disana tidak ada hotel, adanya penginapan rumahan atau homestay. Beberapa turis kadang menginap di kota Wonosobo, sekitar sejam dari Dieng, demi mendapat penginapan yang bagus. Pilihan di travel apps hanya sedikit dan kurang cocok. Setelah browsing sana-sini, terutama baca review blog orang, saya hubungi beberapa homestay di Dieng baik lewat telpon maupun Whatsapp. Saat kami sudah mulai road trip Jawa Tengah tanggal 12 Desember, kami masih belum tau mau menginap dimana di Dieng tanggal 17 Desember nya. Karena waktu itu kami belum fix juga sih mau berapa malam di Dieng, 1 atau 2 malam? Kalau 2 malam, keduanya di homestay yang sama atau ganti homestay?

Akhirnya tanggal 16 Desember, sehari sebelum ke Dieng (saat itu kami di Solo), kami memutuskan untuk menginap 2 malam di Dieng. Malam pertama di Homestay Cahaya Sikunir, karena keesokan subuh nya mau sok-sokan melihat sunrise di Bukit Sikunir, dan malam kedua di Homestay Serayu. Untuk

Transportation in Jeju Island

These are some remarks regarding public transportation in Jeju.
Buses in Jeju Island accept Seoul's t-money card. You can buy and top-up it in convenience store, like GS25 and Family Mart.City buses normally charge 1000won for cash, or 950won for t-money card. If you pay by card, tap it to the machine when you aboard and when you alight. If you transit between 2 buses during a certain times, fee for the next bus can be 0won, or free.Intercity buses vary depends on the distance, usually between 1000-3000won. There's no different fee paying with cash or card. When you aboard the bus, tell the driver about your destination, he will tell you how much it is, and you have to pay there directly. If you pay by card, no need to tap it again when you get off.There are 2 bus terminals in Seogwipo city. The main bus terminal is in the south-east of downtown, near the Jeongbang Waterfall, which is also the old one. The second one is to the right of the E-mart in front of the World Cup Stad…