Skip to main content

Kiri kosong ga?

Haha. Gw baru sadar kalau motor punya dua kaca spion.

Jadi ceritanya, tadi di jalan yang ada jalur busway tapi busway nya belum jalan di jalur busway yang belum jalan itu, bokap ga bisa melaju kencang karena di depannya ada motor yang jalannya lambat tapi sok-sokan pake jalan itu. Akhirnya si motor sadar juga dan mulai ambil ke kiri, dengan sebelumnya si pengendara menoleh kepalanya untuk melihat ke arah kiri belakangnya. Gw langsung ngomel-ngomel dalam hati, "tuhh kan, kenapa kaca spion motor cuma di samping kanan? Karena motor emang dikodratkan untuk jalan di sebelah kiri, nyet!"

JRENG! Sebuah motor lewat...
Lohh kok spionnya dua?

Motor lain...
Lohh dua juga??!

Tidak. Ini tidak mungkin terjadi. Does anyone put a Memory Charm on me? Se-ingatan masa kecil gw di aceh dulu, gw selalu bawa motor yang spionnya di kanan doang! Jadi kalau mau mengarahkan motor ke kiri, gw nyuruh siapapun-yang-sedang-gw-boncengin-dibelakang untuk melihat ke kiri belakang, "kiri kosong ga?"

Gw melihat sekeliling dan mendapati memang ada berbagai macam spion motor, ada di sebelah kanan dan kiri, ada yang di kanan doang, di kiri doang, bahkan ada yang tidak ada spion sama sekali. Tapi kebanyakan emang ada dua-duanya.

Iseng-iseng gw tanya si bokap.
Gw: Pak, motor itu spionnya dua ya?
Bokap: Iya lah, kan biar bisa liat kiri kanan belakang
Gw: Hemmm tapi kok kayanya motor kita dulu cuma sebelah kanan ya...
Bokap: Iya. Motor di aceh emang biasanya cuma pake spion kanan. Yang kiri dicabut.
*gw mulai semangat*
Gw: Tuuu kan, perasaan aka (red. gw) juga dulu naek motor yang spionnya kanan doang, motor bunda (red. tante gw) juga
Bokap: Iya, males aja ada dua spion di stang. Tapi ya sebaiknya harus ada dua-duanya. Pas awal beli kan ada dua spion.
Gw: Trus siapa yang cabut?
Bokap: Yang punya. Kalau motor kita dulu, bapak yang cabut.

Ohh OK. Hebat sekali orang aceh ini ~_~'

Comments

  1. Masyolo Riiiik...
    Kalo saya jadi kamu sih malu Rik.
    Beneran deh...
    Hihi.

    ReplyDelete
  2. Rik, ternyata ban sepeda motor juga ada dua loh...*kabur*

    ReplyDelete
  3. maklumlah wong ndeso nih :D
    ahakahahakahahakahaa

    *timpuk dibon dan adis pake spion*

    ReplyDelete
  4. Kalo temen2 gw dulu sih pada cabut spion karena katanya keliatan cupu.
    Kenapa sih pake spion ga keren? Hehehe..

    ReplyDelete
  5. nahh pertanyaan yang bagus sekali dari saudara bram...!
    mungkin sama halnya dengan keculunan kalo pake kaos dimasukin ke dalam celana??!
    *gw ngomong apa si*

    ReplyDelete

Post a Comment

Popular posts from this blog

Jeju Island in 3 Days

Jeju Island, the Hawaii of Korea, where couples usually go for honeymoon, and the place of many UNESCO Nature Heritage sites, is really beautiful and romantic. Some people say we need to spend at least 1 week to explore and experience the most of this island, but in my opinion 3 days are enough. Trust me, many places in Jeju only look good in advertisement, they're good at selling it. There are no interesting places in the North and West part of Jeju Island, so you can focus on East and South. East and South parts are amazingly naturally beautiful! Here's the itinerary I recommend.

Day-1: East of Jeju Island

Manjanggul / Manjang Cave
Spending time: 30-45 minutes
Hallasan, located in the middle of Jeju Island is the only volcanic mountain in Korea. It created several small volcanic mountains throughout Jeju Island, called Oreum in Korean. One of the biggest Oreum is Geomun Oreum, famous with its large lava tube system and designated as a UNESCO Natural Heritage site. It has few l…

Transportation in Jeju Island

These are some remarks regarding public transportation in Jeju.
Buses in Jeju Island accept Seoul's t-money card. You can buy and top-up it in convenience store, like GS25 and Family Mart.City buses normally charge 1000won for cash, or 950won for t-money card. If you pay by card, tap it to the machine when you aboard and when you alight. If you transit between 2 buses during a certain times, fee for the next bus can be 0won, or free.Intercity buses vary depends on the distance, usually between 1000-3000won. There's no different fee paying with cash or card. When you aboard the bus, tell the driver about your destination, he will tell you how much it is, and you have to pay there directly. If you pay by card, no need to tap it again when you get off.There are 2 bus terminals in Seogwipo city. The main bus terminal is in the south-east of downtown, near the Jeongbang Waterfall, which is also the old one. The second one is to the right of the E-mart in front of the World Cup Stad…

Review: Homestay Cahaya Sikunir Dieng

Mencari penginapan di Dieng itu susah-susah gampang. Disana tidak ada hotel, adanya penginapan rumahan atau homestay. Beberapa turis kadang menginap di kota Wonosobo, sekitar sejam dari Dieng, demi mendapat penginapan yang bagus. Pilihan di travel apps hanya sedikit dan kurang cocok. Setelah browsing sana-sini, terutama baca review blog orang, saya hubungi beberapa homestay di Dieng baik lewat telpon maupun Whatsapp. Saat kami sudah mulai road trip Jawa Tengah tanggal 12 Desember, kami masih belum tau mau menginap dimana di Dieng tanggal 17 Desember nya. Karena waktu itu kami belum fix juga sih mau berapa malam di Dieng, 1 atau 2 malam? Kalau 2 malam, keduanya di homestay yang sama atau ganti homestay?

Akhirnya tanggal 16 Desember, sehari sebelum ke Dieng (saat itu kami di Solo), kami memutuskan untuk menginap 2 malam di Dieng. Malam pertama di Homestay Cahaya Sikunir, karena keesokan subuh nya mau sok-sokan melihat sunrise di Bukit Sikunir, dan malam kedua di Homestay Serayu. Untuk