Skip to main content

Apa iya cewe itu ember?

Dewi Kunti dianugerahi ilmu sakti oleh seorang pendeta bernama Resi Durwasa karena telah menjamu pertapa itu dengan baik saat bertandang ke rumah ayahnya. Ilmu sakti itu bernama Adityaredhaya, mantra yang dapat memanggil dewa dan mendapat anugerah putra darinya.

Pada suatu pagi Kunti mencoba membaca mantra Adityahredaya sambil memandang matahari terbit. Akibatnya, Dewa Surya muncul dan siap menganugerahi Kunti seorang putra. Kunti yang ketakutan menjawab bahwa dirinya hanya ingin mencoba keampuhan Adityaredhaya. Ia menolak memiliki anak karena saat itu dirinya belum menikah.

Surya menyatakan dengan tegas bahwa Adityaredhaya bukanlah mainan. Surya kemudian bersabda, dan seketika itu pula Kunti mengandung. Namun berkat bantuan dewa matahari tersebut, dalam waktu singkat Kunti langsung melahirkan seorang putra. Demi menjaga nama baik negaranya, Kunti yang melahirkan anak sebelum menikah terpaksa membuang "putra Surya" di sungai dalam sebuah keranjang. Bayi itu kemudian terbawa arus dan ditemukan oleh seorang kusir kereta di Kerajaan Kuru. Putra Surya itu kemudian dikenal dengan nama Karna.

Sementara itu, Dewi Kunti yang menikah dengan Raja Pandu namun tidak dapat memberikan keturunan, menggunakan mantra Adityaredhaya kembali untuk mendatangkan Dewa Dharma (dewa keadilan), Dewa Bayu (dewa angin) dan Dewa Indra (dewa perang). Dari ketiga dewa itulah lahir Yudistira, Bima dan Arjuna. Istri kedua Raja Pandu bernama Dewi Madri melahirkan Nakula dan Sadewa yang merupakan anugerah dari Dewa Aswin (dewa kembar). Kelima putra Pandu anugerah dewa ini disebut dengan Pandawa.

Para Pandawa sangat dimusuhi oleh sepupunya para Kurawa (pemimpin Kerajaan Kuru), sehingga menimbulkan perang Baratayuda yang maha dahsyat di medan Kurusetra. Kurawa memiliki bala tentara yang lebih besar dari Pandawa, dan mereka juga memiliki Karna yang kekuatannya setara dengan kehebatan Arjuna.

Sebelum Karna sudah terikat erat dengan para Kurawa, Dewi Kunti sebenarnya sudah menyadari bahwa Karna adalah anak pertamanya. Namun ia tetap menyimpan rahasia itu, hingga akhirnya peperangan sudah di depan mata. Dewi Kunti pun mendatangi Karna, memberitaunya bahwa Kunti lah ibu Karna yang sebenarnya dan memintanya untuk tidak berperang melawan saudara-saudaranya sendiri. Namun Karna tidak bisa membatalkan janji begitu saja dengan para Kurawa dan juga dendamnya sejak lama terhadap Arjuna. Ia bersumpah kepada Dewi Kunti bahwa dalam perang Baratayuda kelak, ia tidak akan membunuh para Pandawa, kecuali Arjuna.

Begitulah hingga akhirnya Karna mati dibunuh Arjuna. Para dewa sangat bersedih atas perang saudara ini, dan menganggap bahwa hal ini tidak akan terjadi jika Dewi Kunti tidak merahasiakan Karna sebagai anak kandungnya. Sejak itu, para dewa pun mengutuk wanita-wanita di seluruh dunia agar tidak pandai menjaga rahasia.

(Mahabharata, Sebuah Roman Epik Pencerah Jiwa Manusia, oleh: C. Raja Gopalachari)

Comments

  1. Ahaha..
    Bener tuh.. Pas bgt ama kejadianyg kemaren sy cerita ttg dirty-little-secret itu ke km. Bengaaaaaaak... ^^

    ReplyDelete
  2. nama cwekku artinya dewi kunti lho
    smoga dia g pernah slingkuh ama dewa-dewa, amiin...

    ReplyDelete
  3. @armyta
    ahaha iya ya cewe ga bisa mendam perasaannya :D

    @fahris
    amiiiin! hemmm tapi tergantung kesuburanmu ris :D

    ReplyDelete
  4. Ngga' bisa jaga rahasia ya.....??? keturunan apa kutukan ya....? he he he......

    ReplyDelete

Post a Comment

Popular posts from this blog

Jeju Island in 3 Days

Jeju Island, the Hawaii of Korea, where couples usually go for honeymoon, and the place of many UNESCO Nature Heritage sites, is really beautiful and romantic. Some people say we need to spend at least 1 week to explore and experience the most of this island, but in my opinion 3 days are enough. Trust me, many places in Jeju only look good in advertisement, they're good at selling it. There are no interesting places in the North and West part of Jeju Island, so you can focus on East and South. East and South parts are amazingly naturally beautiful! Here's the itinerary I recommend.

Day-1: East of Jeju Island

Manjanggul / Manjang Cave
Spending time: 30-45 minutes
Hallasan, located in the middle of Jeju Island is the only volcanic mountain in Korea. It created several small volcanic mountains throughout Jeju Island, called Oreum in Korean. One of the biggest Oreum is Geomun Oreum, famous with its large lava tube system and designated as a UNESCO Natural Heritage site. It has few l…

Transportation in Jeju Island

These are some remarks regarding public transportation in Jeju.
Buses in Jeju Island accept Seoul's t-money card. You can buy and top-up it in convenience store, like GS25 and Family Mart.City buses normally charge 1000won for cash, or 950won for t-money card. If you pay by card, tap it to the machine when you aboard and when you alight. If you transit between 2 buses during a certain times, fee for the next bus can be 0won, or free.Intercity buses vary depends on the distance, usually between 1000-3000won. There's no different fee paying with cash or card. When you aboard the bus, tell the driver about your destination, he will tell you how much it is, and you have to pay there directly. If you pay by card, no need to tap it again when you get off.There are 2 bus terminals in Seogwipo city. The main bus terminal is in the south-east of downtown, near the Jeongbang Waterfall, which is also the old one. The second one is to the right of the E-mart in front of the World Cup Stad…

Review: Homestay Cahaya Sikunir Dieng

Mencari penginapan di Dieng itu susah-susah gampang. Disana tidak ada hotel, adanya penginapan rumahan atau homestay. Beberapa turis kadang menginap di kota Wonosobo, sekitar sejam dari Dieng, demi mendapat penginapan yang bagus. Pilihan di travel apps hanya sedikit dan kurang cocok. Setelah browsing sana-sini, terutama baca review blog orang, saya hubungi beberapa homestay di Dieng baik lewat telpon maupun Whatsapp. Saat kami sudah mulai road trip Jawa Tengah tanggal 12 Desember, kami masih belum tau mau menginap dimana di Dieng tanggal 17 Desember nya. Karena waktu itu kami belum fix juga sih mau berapa malam di Dieng, 1 atau 2 malam? Kalau 2 malam, keduanya di homestay yang sama atau ganti homestay?

Akhirnya tanggal 16 Desember, sehari sebelum ke Dieng (saat itu kami di Solo), kami memutuskan untuk menginap 2 malam di Dieng. Malam pertama di Homestay Cahaya Sikunir, karena keesokan subuh nya mau sok-sokan melihat sunrise di Bukit Sikunir, dan malam kedua di Homestay Serayu. Untuk