Skip to main content

Ramalan Trelawney

Yesterday I visited Kemang Festival. Bukan festivalnya sih yang bikin semangat datang, tapi ketemu temen-temen lama ini yang bikin seru. Jadi gw kesana bareng Tika dan Tami, temen kos dulu di Bandung huhuhu kangeeeen! Kebetulan pada lagi di Jakarta, kebetulan pada lagi kosong. Well, actually I had made a facial appointment at Erha, but.. who prefers facial to meeting old friends, huh? (errr dulu sih gw iya jelir, but after realized these acnes comes from stress, I do not think that facial is necessary again) Of course then I canceled the facial appointment.

Ini adalah yang keempat kalinya diadakan Kemang Festival (2-3 Agustus 2008 @ jln Kemang Raya with theme Hijau Kemangku), but this is my first time. This annual Kemang Festival is a street fair or bazaar: food stalls, clothes, accessories, other unique things, and many performances such as clowns, music bands and culture dances (india, japan, korea, and betawi).(picture is taken from kompas image)
But we did not shop there. We did not try the traditional foods. We did not see the live performances. Bukan ga pengen sih, cuma ga sempet aja, nyampe sana udah jam setengah 4 sore (macet gilak, untung dapet parkir yang ga terlalu jauh, tapi dipalak ama satpamnya "10 ribu ya neng, di sebelah 15 ribu lohh!" xpasti). Sedangkan tujuan utama kami kesana adalah: Fortune Teller! Kata Tami tahun lalu banyak banget stand tukang ramal, tapi entah kenapa kali ni susah banget nyarinya.

Finally we found one! Pilihannya ngeramal pake kartu Tarot, Batu Mesir atau Vendra (ntah apapun benda ini). Yahh kami milih yang paling murah aja deh, Tarot reading. Pertanyaannya standar seputar karir, cinta, kesehatan, financial, cita-cita, tapi bisa ditanyakan dengan sangat-sangat spesifik. Seperti, "berapa lama gw akan nganggur setelah resign dari job yang sekarang?", "siapa orang yang paling penting dalam membantu kesuksesan gw?", "apakah setelah nikah gw akan cepat punya anak?", dsb. Ajaibnya adalah dari awal gw uda mulai percaya sama mbak Ageng ini (mulai sekarang kita sebut saja dia Trelawney, mirip pulak keriting gitu rambutnya). Pertama kali gw nanya seputar karir dan dia bener-bener langsung bikin gw tertohok! Entah dia lagi hoki atau emang skill, dia tau aja bo gw orangnya bosenan, labil dan suka pindah-pindah kerja... "ada masalah dikit aja, udah resign". ANJIS! sembah

Abis pake kartu Tarot, kami diramal juga pake Palmistry, membaca garis tangan. Palmistry ga terlalu spesifik, cuma bisa tau karir bagus ga, kesehatan bagus ga, pernikahan bagus ga, dan bakal punya berapa anak. Lumayan lama lah di stand itu ampe sejam lebih.

Keluar dari situ, kami sempet jalan terbengong-bengong memikirkan hasil ramalan tadi. Dan tiba-tiba merasa lapar, tapi ga pengen jajan di stand makanan-makanan tradisional, soalnya butuh tempat yang asoy buat ngebahas ramalan masing-masing. Jadilah makan di Warung Pasta dengan lampu remang-remang, perfect lah ahaha mestinya diramal tadi dengan lighting kayak gini nih jelir

Kami semua percaya ga percaya sih, yang bagus-bagus diambil, yang engga dibuang. Ehehe namanya juga iseng. Dari sekarang aja gw uda berikrar pengen mematahkan ramalan Trelawney untuk beberapa hal yang engga gw suka akan terjadi sama gw uehehehe. Gw mikir, mungkin ramalan-ramalan terwujud karena orang yang diramal justru terlalu percaya. Misalnya kalo pertanyaan "apakah pacar saya sekarang adalah jodoh saya nantinya?" dijawab si peramal dengan "iya" padahal kita ga terlalu sreg sama si pacar, jadinya beneran ampe nikah. Ato kalo si peramal bilang "engga" padahal kita cocok banget gada konflik apapun, jadinya malah diputusin. Hem hem kalo jawaban Trelawney pas gw nanya itu.................... rahasia! sengihnampakgigi

Seru juga kalo beberapa tahun lagi kami ketemu, trus membahas sejauh mana ramalan si peramal Kemang Festival ini benar-benar terjadi (Tami bahkan menyimpan no handphone si mbak ketua stand itu, bukan si Trelawney). Tapi yang paling penting sih, semoga hal-hal yang kami inginkan tercapai kenyit

Comments

  1. Apa, Rik? Apa jawaban Trewlaney? Jgn main rahasia2an, jeng... Wkwkwkwkwk..

    ReplyDelete
  2. biarlah waktu yang kan menjawab haha

    ReplyDelete
  3. waduh kak, mendingan laen kali gak usah iseng2 baca ramalan daripada kepikiran mo percaya ato nggak. malah repot sendiri! inget dah ada yg ngatur! nggak usah mendahului takdirNya

    ReplyDelete
  4. Hehe gw percaya ramalannya yang baik-baik, karena itu emang harapan gw. Klo mo ngejar cita-cita bukannya emang kita harus percaya ya, bahwa kita pasti bisa mencapainya! Dah ada yang ngatur juga mesti tetap berjuang kan buat dapetinnya...
    Btw ni dita ya?! :)

    ReplyDelete

Post a Comment

Popular posts from this blog

Jeju Island in 3 Days

Jeju Island, the Hawaii of Korea, where couples usually go for honeymoon, and the place of many UNESCO Nature Heritage sites, is really beautiful and romantic. Some people say we need to spend at least 1 week to explore and experience the most of this island, but in my opinion 3 days are enough. Trust me, many places in Jeju only look good in advertisement, they're good at selling it. There are no interesting places in the North and West part of Jeju Island, so you can focus on East and South. East and South parts are amazingly naturally beautiful! Here's the itinerary I recommend.

Day-1: East of Jeju Island

Manjanggul / Manjang Cave
Spending time: 30-45 minutes
Hallasan, located in the middle of Jeju Island is the only volcanic mountain in Korea. It created several small volcanic mountains throughout Jeju Island, called Oreum in Korean. One of the biggest Oreum is Geomun Oreum, famous with its large lava tube system and designated as a UNESCO Natural Heritage site. It has few l…

Review: Homestay Cahaya Sikunir Dieng

Mencari penginapan di Dieng itu susah-susah gampang. Disana tidak ada hotel, adanya penginapan rumahan atau homestay. Beberapa turis kadang menginap di kota Wonosobo, sekitar sejam dari Dieng, demi mendapat penginapan yang bagus. Pilihan di travel apps hanya sedikit dan kurang cocok. Setelah browsing sana-sini, terutama baca review blog orang, saya hubungi beberapa homestay di Dieng baik lewat telpon maupun Whatsapp. Saat kami sudah mulai road trip Jawa Tengah tanggal 12 Desember, kami masih belum tau mau menginap dimana di Dieng tanggal 17 Desember nya. Karena waktu itu kami belum fix juga sih mau berapa malam di Dieng, 1 atau 2 malam? Kalau 2 malam, keduanya di homestay yang sama atau ganti homestay?

Akhirnya tanggal 16 Desember, sehari sebelum ke Dieng (saat itu kami di Solo), kami memutuskan untuk menginap 2 malam di Dieng. Malam pertama di Homestay Cahaya Sikunir, karena keesokan subuh nya mau sok-sokan melihat sunrise di Bukit Sikunir, dan malam kedua di Homestay Serayu. Untuk

Transportation in Jeju Island

These are some remarks regarding public transportation in Jeju.
Buses in Jeju Island accept Seoul's t-money card. You can buy and top-up it in convenience store, like GS25 and Family Mart.City buses normally charge 1000won for cash, or 950won for t-money card. If you pay by card, tap it to the machine when you aboard and when you alight. If you transit between 2 buses during a certain times, fee for the next bus can be 0won, or free.Intercity buses vary depends on the distance, usually between 1000-3000won. There's no different fee paying with cash or card. When you aboard the bus, tell the driver about your destination, he will tell you how much it is, and you have to pay there directly. If you pay by card, no need to tap it again when you get off.There are 2 bus terminals in Seogwipo city. The main bus terminal is in the south-east of downtown, near the Jeongbang Waterfall, which is also the old one. The second one is to the right of the E-mart in front of the World Cup Stad…