Skip to main content

Went to the dentist

Since the beginning of this year, I often felt painful in my teeth and found it bled when I woke up in the morning. Tadinya kirain efek dari TA (orang lain mimisan di hidung, tapi karena gw orangnya cerdas jadi mimisannya di gigi *PLAKK!*). Ehh setelah wisuda masih aja sakit. Mau nyalahin apalagi cobak? Ternyata setelah diperiksakan ke dokter klinik setempat, gigi geraham bawah (kanan dan kiri) gw adalah tumbuh ke samping sodara-sodara, bukan ke atas, tapi ke samping sehingga menabrak gigi sebelahnya dan gigi sebelahnya mendorong gigi sebelahnya lagi lalu sebelahnya lagi lalu sebelah lagi.... bayangin deh yang paling tengah kasian ya bo, digencet dari dua sisi!
My teeth x-rayed

Tapi karena takut dan sibuk (baca: takut) dan sebagainya (baca: takut), akhirnya baru sempet ke dokter gigi lagi kemaren. Everytime I went to the dentist...

(picture is taken from here)
...I wanted to know what they were doing up there gigil Yeah gw tau mereka mo cabut gigi geraham kanan gw (yang kiri bakal dicabut sebulan lagi, setelah mulut bagian kanan udah bisa dipake buat ngunyah), tapi apa yang dilakukan oleh semua alat yang mereka masukkan ke mulut gw itu? Yang jelas, awalnya gusi di sekitar gigi yang mau dicabut itu disuntik obat bius dulu, bibir dan mulut sekitar itu pun jadi berasa tebal. Tadinya pengen ngomel-ngomel, minta dibius seluruh tubuh gw aja, biar gw pingsan dan tidak merasakan apa-apa. Tapi ternyata berlebihan bayangan gw itu... ga terlalu sakit bo, yang ada rahang gw pegel-pegel karena mangap terus.

Tapi ada satu bagian yang bikin parno gilak! Giginya kalo ga salah udah selesai dicabut gtu, tapi dokternya tiba-tiba minta benang dan gunting sama susternya. Wanjis gw dah panik... gw mikir masih ada bekas gigi itu yang belum tercabut dan dia mau pasangin itu benang di sisa gigi gw trus ditarik. Gw mau ngomel-ngomel lagi, apa gunanya dateng ke dokter gigi kalo caranya sangat konvensional seperti ini??! Tapi ternyata dia cuma mau ngejahit gusi gw sengihnampakgigi (jadi mesti balik seminggu lagi buat cabut si jahitan)

Hemmm pasti si gigi tengah bawah sudah mulai dapat tersenyum bahagia sekarang senyum

Comments

  1. wah, dentist is my favorite place (boong deng!). soalnya gw harus2 sering2 ke dokter gigi dikarenakan gigi gw yg harus ditambal... huuuhhh... sampe2 gw bisa ke dokternya sendirian, ga perlu dtemenin mama saking seringnya kudu ke dentist!

    ReplyDelete
  2. Impaksi ya?

    Gw juga kena rik..

    Impaksi Angular katanya?

    ke 4 geraham terakhir gw bermasalah semua..

    3 nabrak tulang rahang dan 1 nabrak gigi depannya.

    gigi yang ketabrak itu juga harus dicabut..

    dan gw udah nyabut geraham disebelahnya juga karena dulu bolong..




    Pertanyaan : Tinggal berapakah gigi saya ?
    hehehe..

    ReplyDelete
  3. Masalah geraham2 gini tanya ama Nyai, pakarnya. Dy waktu sma jg perna operasi. Terus pas sekolah pipi dy uda kek pikachu. Hwahaha.

    Eh, baru ngeh knp status km blg "pipiku tambah tembem". Lagi pikachu mode ON ya?

    ReplyDelete
  4. *bayangin rika pipinya gedhe, trs dicubles ma peniti ma adit..*

    DARRRR!!!!

    huwoo, meletusss ^o^
    *tertawa gembbira dan melihat dengan takjubb*

    \\ Febrian suda tua,
    giginya tinggal dua,.... \\

    ReplyDelete
  5. @anonymous
    Haha gw jg ada 2 yang ditambal. Makan apaaa ya gw? -_-

    @febrian
    Gw ga tau namanya dooong haha lupa nanya ama dokternya :P Muka (dan badan) lo kan gede feb, walopun dicabut berapapun pasti gigi lo masih tetap terlalu banyak hahaha

    @dibon
    Iyaaaaaa! Enak juga, gw pegang terus dari kemaren (mau nyubit-gemes ga berani, sakiiiit :P)

    @neni
    Kayak HTF T___T Ihh neni beneran psycho dehh kayanya *bisik-bisik* hati-hati, guys!

    ReplyDelete

Post a Comment

Popular posts from this blog

Jeju Island in 3 Days

Jeju Island, the Hawaii of Korea, where couples usually go for honeymoon, and the place of many UNESCO Nature Heritage sites, is really beautiful and romantic. Some people say we need to spend at least 1 week to explore and experience the most of this island, but in my opinion 3 days are enough. Trust me, many places in Jeju only look good in advertisement, they're good at selling it. There are no interesting places in the North and West part of Jeju Island, so you can focus on East and South. East and South parts are amazingly naturally beautiful! Here's the itinerary I recommend.

Day-1: East of Jeju Island

Manjanggul / Manjang Cave
Spending time: 30-45 minutes
Hallasan, located in the middle of Jeju Island is the only volcanic mountain in Korea. It created several small volcanic mountains throughout Jeju Island, called Oreum in Korean. One of the biggest Oreum is Geomun Oreum, famous with its large lava tube system and designated as a UNESCO Natural Heritage site. It has few l…

Transportation in Jeju Island

These are some remarks regarding public transportation in Jeju.
Buses in Jeju Island accept Seoul's t-money card. You can buy and top-up it in convenience store, like GS25 and Family Mart.City buses normally charge 1000won for cash, or 950won for t-money card. If you pay by card, tap it to the machine when you aboard and when you alight. If you transit between 2 buses during a certain times, fee for the next bus can be 0won, or free.Intercity buses vary depends on the distance, usually between 1000-3000won. There's no different fee paying with cash or card. When you aboard the bus, tell the driver about your destination, he will tell you how much it is, and you have to pay there directly. If you pay by card, no need to tap it again when you get off.There are 2 bus terminals in Seogwipo city. The main bus terminal is in the south-east of downtown, near the Jeongbang Waterfall, which is also the old one. The second one is to the right of the E-mart in front of the World Cup Stad…

Review: Homestay Cahaya Sikunir Dieng

Mencari penginapan di Dieng itu susah-susah gampang. Disana tidak ada hotel, adanya penginapan rumahan atau homestay. Beberapa turis kadang menginap di kota Wonosobo, sekitar sejam dari Dieng, demi mendapat penginapan yang bagus. Pilihan di travel apps hanya sedikit dan kurang cocok. Setelah browsing sana-sini, terutama baca review blog orang, saya hubungi beberapa homestay di Dieng baik lewat telpon maupun Whatsapp. Saat kami sudah mulai road trip Jawa Tengah tanggal 12 Desember, kami masih belum tau mau menginap dimana di Dieng tanggal 17 Desember nya. Karena waktu itu kami belum fix juga sih mau berapa malam di Dieng, 1 atau 2 malam? Kalau 2 malam, keduanya di homestay yang sama atau ganti homestay?

Akhirnya tanggal 16 Desember, sehari sebelum ke Dieng (saat itu kami di Solo), kami memutuskan untuk menginap 2 malam di Dieng. Malam pertama di Homestay Cahaya Sikunir, karena keesokan subuh nya mau sok-sokan melihat sunrise di Bukit Sikunir, dan malam kedua di Homestay Serayu. Untuk