10 October 2008

Next Destinations in Aceh

First, I want to go to Sabang. Percaya ga, 15 tahun gw hidup di Aceh tapi belum pernah ke Sabang? Sabang is the most western part of Indonesia Aceh, closed to Banda Aceh but not to Lhokseumawe (North Aceh) as my hometown. So my family never took me there. But then I moved to Banda Aceh to continue my senior hi school, while my parents were still in Lhokseumawe (it's far for 6-7 hours by car). The only chance I could go to Sabang was with my school friends. Di liburan panjang selesai tahun pertama SMU, temen-temen sekelas pun berencana jalan-jalan ke Sabang selama 3 hari. I was so excited, until Dad suddenly told me that he would take me to Singapore for that holiday. So yeah then I chose Singapore.

But now, I can go there by myself. Before going to Aceh last week, I've browsed a lot about Sabang. There are 0 kilometres monument and the beautiful beaches and the perfect quiet places for diving... owhh I'm really craving to go there. But yeah, I think I couldn't do it last holiday, my time was full with my family. Ied is family holiday rite? So yeah, probably next time I will visit Sabang. Ada yang berminat?

Aaaaand I've just heard about the renovation of Cut Nyak Meutia's cemetery!! I'm sooo into Cut Nyak Meutia, rather than other famous heroes from Aceh.. you know, Cut Nyak Dhien and Teuku Umar. That's because she comes from North Aceh nyehehehe. Her house was in Matangkuli but she died in the upper of Krueng Peutoe (Krueng means river), 31 kilometres from her house, where she was buried until now. Tahun lalu, sekumpulan tentara TNI bersama sukarelawan dari universitas ntah apa, melakukan ekspedisi ke makam Cut Nyak Meutia. Dari rumah Cut Nyak Meutia ke makamnya itu cuma bisa ditempuh dengan jalan kaki melewati medan yang sangat berat, menembus hutan lebat, sungai dan jurang. Saat tiba disana, makam Cut Nyak Meutia sangat tidak terurus, tidak terlihat sebagai makam seorang pahlawan nasional. Sejak itu, pemerintah Aceh (Utara) mencanangkan renovasi makam Cut Nyak Meutia itu, dan akan membangun jalan kesana sehingga masyarakat dapat sering mengunjunginya. So yeah, I wanna go there too.

Entah kenapa, gw cenderung tertarik dengan sejarah Aceh justru saat gw sudah pindah dari sana. Tiga tahun lalu saat gw pulang, gw menanyakan letak peninggalan Kerajaan Samudera Pasai sama saudara gw, karena yang gw tau kerajaan itu letaknya di Lhokseumawe. Sedangkan Kerajaan Aceh (belum pernah ke situs ini, pengen juga...) baru letaknya di Banda Aceh. Tapi saudara gw tidak menanggapi dengan antusias dan mengatakan bahwa tempat itu ga terurus dan ga menarik untuk dikunjungi. So yeah, waktu itu gw ga jadi kesana, dan terlupakan ampe sekarang. Maybe, next time.

Ameeen!

3 comments:

  1. Wow, benar Rik, jadi ingat belum berkunjung ke beberapa daerah di kampung gw. Entar mudik, harus dikunjungin semua tuh. Gw belum pernah ke Aceh juga loh...:( padahal deket gitu..

    ReplyDelete
  2. wahh iya ni tus.. blm jalan-jalan k kabanjahe juga

    ReplyDelete
  3. Wah..sayang banget ga jadi ke Sabang...

    Indah banget lho say..ga kebayang kalo Banda Aceh dan Sabang bakal seindah itu :)

    ReplyDelete