Skip to main content

Posts

Showing posts from 2017

WTM: Piknik di Taman Kota Jakarta Pusat

pik.nik
v bepergian ke suatu tempat di luar kota untuk bersenang-senang dengan membawa bekal makanan dan sebagainya; bertamasya
KBBI
Setiap orang butuh piknik, once in a while. Karena piknik dapat membantu mengurangi stress, membuat pikiran fresh dan semangat untuk menjalani hidup kembali. Sebaliknya, kurang piknik dapat menyebabkan gangguan kejiwaan dan emosional, yang biasanya dilampiaskan dengan nyinyir di media sosial haha. Persis seperti yang tertulis di meme ini.


Buat yang budget nya terbatas, piknik tidak harus bepergian jauh ke luar kota seperti yang diartikan oleh KBBI. Coba cari tempat-tempat alam di sekelilingmu yang bukan shopping malls. Berjalan-jalan ke malls hanya akan menambah pusing, karena jadi pengen belanja semua yang di-display tapi ditahan-tahan untuk menjaga keutuhan dompet (atau hanya saya yang begitu hehe). Di Jakarta, walaupun belum terlalu banyak tapi ada beberapa taman yang nyaman buat bertamasya. Disini saya akan bahas taman kota gratis di Jakarta Pusat yang…

Pulang Kampuang Basamo ke Ranah Minang

Pulang Kampuang Basamo adalah tradisi orang Minang yang tinggal di luar Sumatera Barat untuk mudik ke kampung halaman secara massal terutama saat Idul Fitri.

Saya sebenarnya orang Aceh, tapi Ayah mertua asli Minang. Kami berkesempatan untuk Pulang Basamo di Lebaran tahun ini dengan total rombongan 11 orang. Selama 5 hari 4 malam keliling Sumatera Barat, kami menginap di Maninjau semalam, Bukit Tinggi dua malam, dan Padang semalam terakhir. Untuk transportasi, kami menyewa 1 mobil Toyota HiAce beserta supirnya dengan tarif Rp.1,500,000/hari. Mobil dengan kapasitas 14 seat ini cukup nyaman buat rombongan kami yang kebanyakan orang tua dan ada anak kecil. Senangnya road trip lagi, seperti waktu tur Jawa Tengah akhir tahun lalu. Jadi kemana saja disana? Kenapa pilihannya 3 kota itu? Disini saya akan cerita perjalanan saya di setiap kotanya.

WTM: Petualang Cilik di Rumah Perubahan

Di postingan Weekend Tanpa Mall (WTM) kali ini saya mau sharing tentang Rumah Perubahan. Berawal dari browsing-browsing info relawan, saya menemukan ada eventPetualang Cilik yang sedang mencari kakak-kakak relawan. Setelah baca detail event nya, instead of join as volunteer, kok saya jadi tertarik untuk mendaftarkan anak saya di event ini. Dengan membayar Rp.75,000, si anak dapat bermain sambil belajar di alam seperti memetik sayuran, memberi makan dan memandikan kerbau, dan bermain games seru (yang mereka sebut Funlethics, perpaduan antara fun dan athletics). 

Ada juga aktivitas/wahana lainnya seperti menangkap dan memberi makan ikan, tapi ada tambahan biaya lagi. Berikut contoh agenda nya:
07.00-08.00 : Registrasi ulang dan pembelian tiket wahana terusan
08.00-10.30 : Acara Petualang Cilik
10.30-12.00 : Wahana Terusan
12.00          :  Selesai
Informasi:
Kelompok akan dibagi (dikelompokan) sesuai dengan umur peserta. Wahana yang akan ada di Petualang Cilik #80 - National Sports Day

3-11th …

The First Taste of Celebes: Day 3-4

Hi, this time I am going to write about the rest of my Makassar trip. In my previous post, I have shared places that Lost Wanderer crew (I, my husband and our daughter Nad) visited on our first and second days in Makassar which are: around the city (Fort Rotterdam, Kampung Popsa, Losari Beach) and Maros (Rammang-Rammang, Leang-Leang, Bantimurung). So, where to go next?

On the third day, we went to Malino. The same driver, from the same car rental company as yesterday, picked us up at the hotel around 8.30am. I confirmed to continue booking their car rental service just the night before. The rate to rent car 12hours to Malino was Rp.500,000 (exclude fuel charge), more expensive than the price to Maros. Honestly, I still don't understand why the price is different with the same car and same duration. I know Malino was further than Maros and would spend more fuel, therefore I acknowledged the higher fuel charge we paid, but higher rental car charge as well? I don't get it. Anywa…

The First Taste of Celebes: Day 1-2

Celebes is an old name of Sulawesi, the forth largest island in Indonesia after Sumatera, Borneo (Kalimantan) and Papua. Its biggest city is Makassar, where I and family traveled 2 weeks ago. I've been willing to see the eastern parts of Indonesia, especially Sulawesi, since people praise their beauty a lot. But as you know, the beauty is equivalent with the way to go there. The prettier a place is the more difficult to reach it. Some places are required a whole day to reach by changing more than one transportation. Not just it is exhausting but also expensive. With a small kid like mine, I would think twice to travel to isolated places like that. To have a slight taste of Sulawesi, how about traveling to its big cities first? My choice was Makassar or also called Ujung Pandang, the capital city of South Sulawesi, which had many flight options from Jakarta.

I booked Sriwijaya Air round ways via Traveloka about 1 month before the trip, and it cost me about Rp.1,3millions/person. At…

WTM: Perpustakaan Nasional

Welcome to Weekend Tanpa Mall (WTM) series!

Postingan pertama di seri WTM ini akan menceritakan tentang perpustakaan yang keluarga saya kunjungi hari Sabtu lalu. Ini bukan Perpustakaan Taman Ismail Marzuki (TIM) Cikini langganan kami, tapi Perpustakaan Nasional (Perpusnas) yang baru diresmikan 3 minggu lalu oleh Presiden kita. Dari postingan-postingan yang beredar di sosial media, katanya perpustakaan ini baru akan dibuka untuk umum tanggal 9 Oktober 2017. Tapi kok sudah banyak yang pamer foto-foto disana? Wah saya pun tidak mau kalah dan penasaran untuk segera kesana.

Awalnya saya kira Perpusnas baru yang disebut-sebut ini adalah Perpusnas tua di Salemba yang dirombak jadi baru. Ternyata bukan, gedung Perpusnas hits ini berada di lokasi lain yaitu di Jl. Medan Merdeka Selatan No.11 di samping Balai Kota Jakarta dan di seberang Monas. Saya baru tau kalau di lokasi itu tadinya memang adalah gedung Perpusnas, tapi cuma 3 tingkat dan tidak menarik. Mungkin selama ini ga ngeh karena sejak…

Weekend Tanpa Mall Series

Kota tempat saya tinggal saat ini penuh dengan shopping mall. Mungkin kelihatannya bagus karena menandakan perekonomian semakin maju, tapi mall-mall ini sudah menjamur terlalu banyak melebihi ruang umum lain yang tidak melibatkan komersial seperti taman dan perpustakaan. Orang-orang berkumpul di mall bersama teman-teman dan keluarga. Anak-anak sedari kecil sudah dibawa ke mall dan diperkenalkan dengan membelanjakan uang (consume) bukan dengan berkarya (produce). Mall memang cukup nyaman, sejuk dan ber-AC, tapi ada tempat kumpul lain bukan mall yang nyaman kok. Coba lihat negara Singapura yang sama persis cuaca panas nya dengan Jakarta, banyak shopping center tapi taman-taman nya juga seimbang jumlahnya dan nyaman untuk didatangi bukan cuma dilihat.


Saya dan keluarga agak jarang ke mall. Saya masih sering belanja sih (namanya juga emak-emak :p) tapi online, ga di depan anak saya. Trus kalau weekend ngapain dong? Ternyata banyak loh tempat-tempat keluarga non mall di Jakarta dan sekita…

Rainbow Island

Who says Jakarta does not have decent beaches? It has, but it would take one boat away... to Pulau Seribu (thousands islands). After 4 years ago visited Harapan Island, this time I had a chance to visit another island in Pulau Seribu called Pelangi Island (pelangi means rainbow). Not like Harapan Island which is a populated island, Pelangi Island is a resort. Most islands that can be visited in Pulau Seribu are resort islands, except Harapan, Kelapa, Pari, Pramuka and Tidung Islands. I went to Pelangi Island with my office colleague, just a small group of 15 people.

We booked 2 days 1 night package with Raja-Wisata.com. They are very friendly, helpful and most important thing is very fast response. Our Whatsapp messages are always answered quickly. The price for Pelangi Island varies depends on the type of room we want to book. There are 4 types: Edelweiss, Bougenville, Jasmine dan Tulip. Edelweiss and Bougenville are bungalow like a cottage, each has their own building and separate…

The Lost Wanderer Itinerary Series: Busan

Busan may not be as favorite as Seoul and Jeju, but it can be an alternative to explore as the largest port city in South Korea. Except than the beach and port, the city itself almost resembles Seoul (maybe in few years back :p). How lovely the life of Busan people, they are living in a big city with many good facilities, yet they can easily reach beautiful beaches within the city.
Another reason to travel to Busan especially for South East Asians, there is flight AirAsia from KL to Busan which usually cheaper than KL to Seoul, vice versa. Some travelers opt to travel to Busan first then take the local transportation to the other part of South Korea.
For you who wants to travel to Busan and needs some ideas where and how to go around or just wants to read my story (hehe :p), you can download and read my second itinerary series ebook for free in this link (please open it using browser, not Scribd mobile app, because it does not work in the mobile app, I don't know why). 

In this…

Review: M-Griya Guest House di Purwokerto

Tiba-tiba kami menginap di Purwokerto (baca lengkap ceritanya disini). Setelah compare harga dan ratings sana-sini, akhirnya saya bookingM-Griya Guest House Purwokerto lewat Pegipegi 3 jam sebelum check-in. Untung masih dapat kamar, dan harganya murah banget Rp.215,000 sudah includebreakfast. Was-was juga, kondisi penginapannya bagaimana ya?

Ternyata menginap di M-Griya Guest House itu nyaman sekali. Di dalam kamarnya ada 1 double bed, TV, free wifi, AC dan kamar mandi dengan air panas dan peralatan mandi lengkap. Sebenernya fasilitasnya hampir sama dengan hotel yang kami inapi di Solo (bahkan minus kolam renang), tapi berasa nyaman sekali mungkin karena malam sebelumnya kami menginap di homestay yang sederhana di Dieng, sedangkan malam sebelum kami menginap di hotel di Solo kami menginap di hotel di Semarang yang super nyaman hehe.

Kamar kami yang terletak di lantai 2 ada jendela nya tapi menghadap ke salah satu ruang tengah guesthouse yang mudah dilihat oleh tamu lain atau staff ya…

Review: Homestay Cahaya Sikunir Dieng

Mencari penginapan di Dieng itu susah-susah gampang. Disana tidak ada hotel, adanya penginapan rumahan atau homestay. Beberapa turis kadang menginap di kota Wonosobo, sekitar sejam dari Dieng, demi mendapat penginapan yang bagus. Pilihan di travel apps hanya sedikit dan kurang cocok. Setelah browsing sana-sini, terutama baca review blog orang, saya hubungi beberapa homestay di Dieng baik lewat telpon maupun Whatsapp. Saat kami sudah mulai road trip Jawa Tengah tanggal 12 Desember, kami masih belum tau mau menginap dimana di Dieng tanggal 17 Desember nya. Karena waktu itu kami belum fix juga sih mau berapa malam di Dieng, 1 atau 2 malam? Kalau 2 malam, keduanya di homestay yang sama atau ganti homestay?

Akhirnya tanggal 16 Desember, sehari sebelum ke Dieng (saat itu kami di Solo), kami memutuskan untuk menginap 2 malam di Dieng. Malam pertama di Homestay Cahaya Sikunir, karena keesokan subuh nya mau sok-sokan melihat sunrise di Bukit Sikunir, dan malam kedua di Homestay Serayu. Untuk

Road Trip Jawa Tengah: Dieng

Ini adalah lanjutan seri postingan Road Trip Jawa Tengah. Setelah hari sebelumnya menginap 2 malam di Solo lalu jalan-jalan sebentar di Ambarawa, kami melanjutkan perjalanan ke Wonosobo lalu ke Dieng.

Trip ke Dieng ini sebenarnya adalah perjalanan yang tertunda. Saya dan Suami sebelumnya pernah planning trip ke Dieng pada bulan Desember 2013. Sudah booking transportasi dan penginapan dari jauh-jauh hari, tapi gagal berangkat karena saya hamil muda. Akhirnya kami jadi ke Dieng tiga tahun kemudian di bulan Desember 2016 dengan satu personil tambahan yang tiga tahun lalu ada di dalam kandungan hehe.

Sebelum naik ke Dataran Tinggi Dieng, kami mampir dulu di Kota Wonosobo buat membeli salah satu makanan khas sana yaitu Mie Ongklok Pak Muhadi yang terkenal dengan Mie Ongklok dan Sate Sapi. Mie Ongklok berisi campuran mie, irisan kol dan daun bawang disiram kuah dan bumbu kacang, dengan hidangan pelengkap Sate Sapi, yumm! Karena kami baru late lunch dan ga sanggup buat makan lagi di tempat,…

Road Trip Jawa Tengah: Ambarawa

Ini adalah lanjutan seri postingan mengenai road trip saya dan keluarga ke Jawa Tengah akhir Desember lalu (ya ampun sudah 6 bulan belum juga move on) setelah Semarang, Bandungan dan Solo. Dari Solo, kami menuju ke Dieng melewati Ambarawa. Sebenarnya waktu dari Bandungan ke Solo kami melewati Ambarawa juga tetapi tidak sempat mampir karena sudah kesorean.

Berangkat dari Solo jam 8 pagi, kami tiba di Ambarawa sekitar jam 10. Tujuan pertama dan highlight hari itu adalah Museum Kereta Api (KA) Ambarawa. Niatnya sih pengen naik Kereta Wisata yang katanya melewati Rawa Pening dengan pemandangan gunung yang bagus banget, tapi ternyata hanya beroperasi Sabtu Minggu, sedangkan saya kesana hari Jumat (iyah, 'hoki banget'). Buat yang mau naik kereta wisata di museum ini, ada 2 rute yang disediakan yaitu Wisata Reguler Kereta Diesel Ambarawa-Tuntang dan Wisata Sewa Kereta Uap Ambarawa-Tuntang dan Ambarawa-Bedono. Bedanya apa? Wisata Reguler bisa dinikmati dengan membeli tiket seharga Rp…

Review: Hotel Dinasty Solo

Setelah 2 malam sebelumnya nginep di hotel yang asik, pas pindah nginep di Hotel Dinasty ini berasa 'culture shock' *halah*. Kamar Superior kami di lantai 1 dekat resepsionis dan tidak ada jendelanya. Ruangannya sempit karena terlalu banyak lemari yang menurut saya ga perlu. Dinding kamarnya persis berbatasan dengan dinding mesjid sebelah, tapi ga terlalu berisik sih pas Adzan. Mungkin kalau saya mesen kamar yang lebih mahal akan dapat kamar yang lebih nyaman. Menurut saya nuansa hotel bintang 2 ini agak suram dengan warna merah putih (nasionalis sekali).

Road Trip Jawa Tengah: Solo

Ini adalah lanjutan seri postingan mengenai road trip saya dan keluarga ke Jawa Tengah akhir Desember lalu. Lihat postingan sebelumnya di Semarang dan di Bandungan. Dari Bandungan, kami menuju Solo/Surakarta, dan menginap disana 2 malam. Ngapain aja?

Malam pertama, setelah check-in di hotel, kami keluar mencari makanan khas Solo. Hasil browsing sana-sini, saya kami memutuskan untuk ke Nasi Liwet Bu Wongso Lemu di Jl. Teuku Umar. Pas belok di jalan itu, jeng jeng... banyak amat warung dengan nama Nasi Liwet Wongso Lemu, dan semuanya mengaku asli, yang mana yang beneran asli nih? Suami mutar jalan sekali lagi sambil saya cari tau di google. Saya nemu blog yang bilang kalau warung yang asli adalah yang ada tulisan Cipto Sukani di bawah nya, kalo itu sih memang cuma ada 1 warung tadi. Katanya Bu Wongso Lemu sudah meninggal dan yang meneruskan masakannya adalah 3 orang anaknya dan Cipto Sukani adalah anaknya yang tertua. Ga tau deh bener atau ga, tapi yang pasti perut sudah memanggil mint…

Review: Hotel Oak Tree Emerald Semarang

Waktu nyari-nyari penginapan di Semarang, nemu hotel ini, lihat-lihat foto dan review nya, eh kok keren juga ya. Lokasinya secluded di dalam kompleks perumahan elit dan agak tinggi dengan pemandangan bukit. Wow ada ya penginapan seperti itu di Kota Semarang? Jaraknya walaupun bukan di tengah kota, tapi tidak terlalu jauh, hanya sekitar 6km (15 menit berkendara) dari Simpang Lima (yang saya anggap tengah kota nya Semarang lah ya). Sempet mikir-mikir, ambil hotel yang bener-bener di tengah kota atau hotel unik ini ya. Ah yang ini aja deh, kan liburannya santai banget-nget dan bawa mobil sendiri jadi transportasi ga susah walaupun tempatnya terpencil. Next time kalau ke Semarang tanpa kendaraan atau tidak punya banyak waktu, baru deh nginep di tengah kota. Jadilah booking hotel ini di tiket.com dengan tarif sekitar 650ribu rupiah untuk 2 malam.
Namanya Oak Tree Emerald, hotel bintang 3 dengan fasilitas kolam renang dan fitness center. Setelah check-in kami langsung main-main ke kolam re…

Road Trip Jawa Tengah: Bandungan

Ini adalah lanjutan seri postingan mengenai road trip Saya dan keluarga ke Jawa Tengah akhir Desember lalu. Lihat cerita sebelumnya di Semarang disini.
Jadi, ada apa sih di Bandungan? Ada Tempat Rekreasi Umbul Sidomukti dan Kawasan Candi Gedung Songo. Dua tempat wisata yang Kami datangi ini letaknya di Bandungan, salah satu kecamatan di Kabupaten Semarang yang bersampingan dengan Kecamatan Ungaran. Letaknya di lereng Gunung Ungaran, jadi banyak yang bilang juga lokasinya di Ungaran.
Si Suami udah pernah ke Umbul Sidomukti sekitar 7 tahun yang lalu, di saat jalanan nya masih jelek, sempit dan mengerikan (kiri kanan jurang), katanya sih. Makanya dia agak was-was gitu pas diajakin kesini (kan Saya belum pernah). Ternyata jalanannya bagus tuh, dan ada alur nya dimana kendaraan yang naik dengan yang turun dibedakan jalannya sehingga tidak akan berpapasan. Wisata alam pegunungan ini terletak sekitar 30km (1 jam 15 menit berkendara) dari Kota Semarang dan berada di ketinggian 1200 mdpl, jad…

Road Trip Jawa Tengah: Semarang

Desember lalu saya dan tim The Lost Wanderer (aka Suami dan Anak N haha) liburan akhir tahun yang tidak terlalu akhir. Biasanya orang-orang liburan di minggu terakhir Desember pas Natal dan Tahun Baru, tapi kami liburan di minggu kedua Desember (tanggal 12-19). Keputusan yang tepat, karena kemana-mana masih belum ramai, dan harga hotel juga belum naik banget. Dan saat kami balik ke Ibukota, penduduk Jakarta akan mulai liburan dan kami bisa menikmati kota Jakarta yang lengang selama beberapa minggu.

Kali ini kami jalan-jalan keliling Jawa Tengah selama 7 hari dengan mobil pribadi, road trip pertama kali hanya bertiga saja, dengan tujuan Semarang, Bandungan, Solo, Ambarawa dan Dieng. Di posting-anpertama seri Road Trip Jawa Tengah ini akan saya ceritakan tentang perjalanan kami ke Kota Semarang, ibukota Jawa Tengah.

Kami berangkat dari rumah sekitar jam 6 pagi lewat tol Cipali ke arah Brebes, dan dari Brebes ke Semarang melewati jalan Pantura biasa. Tol baru ini bener-bener membantu tr…

Review: Hotel and Banquet Panorama Lembang

This time I went to Lembang not only with my two best traveling buddies (Husband and Daughter) but also with my Mom and my Sister. For the accommodation, I wanted one villa/cottage that has 2 separate rooms. I found this Hotel and Banquet Panorama which was not far from the venue of my friend's wedding (which was the main reason we went to Lembang).

I booked the hotel via Traveloka around 10 days before the stay. I got price around Rp.940,000 for 1 night in a cottage with 2 bedrooms. When we arrived, we saw many buses parking in its large parking lot. I read in internet reviews that this hotel was indeed used commonly by big group like employee gathering or conference. The lobby is decorated with traditional ornaments with a little bit Balinese and Javanese style. Upon check-in, we received welcome drinks. At first they said the drinks must be consumed in the lobby. We waited a little bit but since we were already too tired we just left it and went to our cottage. Surprisingly not…

Another Lembang Trip in 2016

There are too many attractions in Lembang that keep Jakartans coming back there. We just went there last October but one visit was not enough. Therefore we were definitely excited when getting wedding invitation from a friend that was held in Lembang last December. Another reason to go to Lembang, yay!

This time I asked my Mom and Sister to come along with us too. I went out from my home around 5am to pick up my Mom and Sister first, then we started to hit the toll road around 5.30am, and arrived in Lembang around 8am, like last time. We wanted to visit Farmhouse first but the gate had not opened yet. While waiting it's opened, we entered a Batik shop just besides Farmhouse which already opened at that time, and relaxed a bit after 2,5 hours trip from Jakarta.

Around 9am, we finally went to Farmhouse. I thought after opening 1 year, this place would be less crowded now, but oh boy, it was still packed with visitors, which is a good thing for the owner but not really enjoyable for…

Review: Beach Hotel Singapore

Looking for budget accommodation in Singapore is a little bit tricky. Especially if you are traveling with family who wants to have a little bit privacy, not like a guesthouse or backpackers hostel. Accommodation in Singapore are very expensive compared to Indonesia. Hostel in Singapore usually has the same price like 3 stars hotel in Indonesia.

Fortunately I found this 2 stars hotel named Beach Hotel located in Beach Road, obviously. I booked 1 double bed room for 2 nights in Traveloka for about 1,5millions Rupiahs, 40 days before the stay. The sooner you book the place, the better hotel and price you can get. The room is well-equipped with TV, microwave, kettle, and fridge. Wifi connection and shower water heater were working perfectly. I have no complain at all regarding its facilities. 

Hunting Kids Places in Singapore

Last November I went to Singapore with my husband and our 2 years old daughter. That was the first time she traveled abroad, which I showed her the place I once called home (not that she understood tho). We made her passport last June before we even had any plan to travel overseas. It was just a preparation in case we suddenly had business trip abroad in the future so we could bring her along. Then the chance came when my friend invited us to his wedding in Singapore.

Since I already have visited most of the tourist places in Singapore, and I did not have any particular places to go (except shopping in Orchard of course), I tried to find kids-friendly places for my child to play. So here the list of interesting kids-places we went during our 3 days trip in Singapore.

1. Changi Airport
Nothing beats this airport. The most pleasant airport in the world where you can spend a lot of time without feeling bored (read this post). Children love this place too, with some playgrounds and cute d…

Review: Sapu Lidi Resort in Lembang

During our trip to Lembang last October, we stayed one night in Sapu Lidi Resort. Sapu Lidi, which means stick broom, is bringing a concept of back to nature. The cottages are spreading along soiled street around a small lake. There are few types of cottages, from small to big one, in the lakeside or not facing the lake. I booked Standard Room so our terrace was not facing the lake (but we could glimpse a little of it haha). All rooms have traditional old decoration and stuff but there are modern items like TV cable, water heater and fast free wifi, of course.

Each cottage is standing on its own and having distance to each other, so it was quite private. Not like normal hotels that number their guests rooms, this resort put Sundanese words for each cottage. Our cottage is called Kembang Desa (literally means village flower but metaphorically means beautiful village girl). I took a walk at 6.30 am in the morning circling the lake with my daughter, and it was really refreshing!

Birthday Bash in Bandung

Since I believed that a birthday should be spent well by traveling, I and the family went holiday to Lembang in North Bandung on my birthday last October. We spent 2 days 1 night all in Lembang, so the title of this post should be Birthday Bash in Lembang but let's use Bandung to make it all start with B.

Bandung especially Lembang is a favorite holiday place for Jakartans. More and more Jakartans coming to Bandung for only weekend getaways, or even one day trip since it's easily reachable by toll road. When no traffic, it takes only 2 hours to go to Bandung. Same amount of time with one way commuting time of urban people going to work in Jakarta, right? But because of too many Jakartans going to Bandung nowadays, toll road is sometimes jammed, and Bandung city is often full with B plate cars (Jakarta car license plate) during weekend. My car was one of them on last 8th-9th October.

We started going out of house early morning around 5.30am to avoid congestion in Cipularang to…

Footage 2016

It is not too late to say Goodbye 2016, isn't it? As I wrote here last year, I wanted to go to minimum 12 Indonesian cities in 2016... and I made it! I am quite happy with my traveling achievement 2016:
Penang, Malaysia. Just me and husband, much like honeymoon.Korea, solo traveling ha!Aceh (Lhokseumaweand Takengon), during Ied Fitri holiday.East Java (Surabaya, Batu, Malang), for my daughter's 2nd birthday.Bali, for a business trip.Lembang, for my birthday.Singapore, for a friend's wedding. This was my daughter's first oversea trip.Lembang again, for a friend's wedding.Central Java (Semarang, Solo, Ambarawa, Dieng, Purwokerto), our first road trip together. My baby was getting bigger so we could travel more together. All above places were visited with my daughter, except #1, #2, #5. There were many first-time-things happened in 2016, such as her first time on taking train. We made her passport and traveled abroad with her for the first time. We also had our first …