Skip to main content

Review: Hotel Oak Tree Emerald Semarang

Waktu nyari-nyari penginapan di Semarang, nemu hotel ini, lihat-lihat foto dan review nya, eh kok keren juga ya. Lokasinya secluded di dalam kompleks perumahan elit dan agak tinggi dengan pemandangan bukit. Wow ada ya penginapan seperti itu di Kota Semarang? Jaraknya walaupun bukan di tengah kota, tapi tidak terlalu jauh, hanya sekitar 6km (15 menit berkendara) dari Simpang Lima (yang saya anggap tengah kota nya Semarang lah ya). Sempet mikir-mikir, ambil hotel yang bener-bener di tengah kota atau hotel unik ini ya. Ah yang ini aja deh, kan liburannya santai banget-nget dan bawa mobil sendiri jadi transportasi ga susah walaupun tempatnya terpencil. Next time kalau ke Semarang tanpa kendaraan atau tidak punya banyak waktu, baru deh nginep di tengah kota. Jadilah booking hotel ini di tiket.com dengan tarif sekitar 650ribu rupiah untuk 2 malam.

Namanya Oak Tree Emerald, hotel bintang 3 dengan fasilitas kolam renang dan fitness center. Setelah check-in kami langsung main-main ke kolam renang yang view nya bagusss banget. Pool nya ada 2, satu buat dewasa dan satu kolam cetek buat anak-anak. Ada mainan manjat-manjatan juga, sayang sudah agak rusak dan ga bisa dimainkan oleh anak-anak lagi. Restorannya juga di lantai 1 ini. Ternyata tempat ini beken di kalangan anak muda. Di sebelah restoran ada bar menghadap kolam renang yang kalau malam ada DJ nya... ajeb ajeb. Hmm sepertinya banyak yang mau melewatkan malam tahun baruan disini.

Swimming Pool at Oak Tree Emerald Hotel

Saya minta kamar dengan view ke luar, bukan ke dalam. Sayangnya hanya tinggal 1 kamar dengan view ke luar tapi di lantai 2 saja (jadi pemandangannya ga terlalu tinggi) dan tempat tidur nya twin bed. Padahal kami butuh yang double bed. Ada kamar yang double bed tapi view nya ke dalam. Hummm I chose view than bed ya hehe bisa minta tolong petugas hotel buat satuin tempat tidur nya jadi seakan-akan double bed. Bahkan jadi lebih luas deh dibanding 1 double bed yang (biasanya) berukuran 200x200. Ini satu single bed ny ukuran 120x200, jadi total 240x200, puasss deh si N guling sana guling sini. Kamarnya memiliki balkon tapi kalau mau kuncinya harus tanda tangan dulu surat pernyataan bahwa hotel tidak bertanggung jawab kalau terjadi apa-apa dan surat penyerahan kunci balkon yang kalau kuncinya hilang kita harus bayar (saya lupa denda nya berapa). Wow sampe segitunya ya. Ya saya tetep minta deh kunci nya, walaupun pada akhirnya selama 2 malam 3 hari disana ga pernah dipake karena balkonnya kotor dan ada sisa-sisa batang rokok yang tidak dibersihkan. Sayang banget! Tapi bagian dalam kamarnya nyaman banget dengan lantai kayu parkit dan fasilitas lengkap: water heater, TV cable, hot shower and safe deposit box.

Our room at Oak Tree Emerald Hotel

Biasanya kebanyakan hotel hanya memberikan free breakfast ya, tapi hotel ini juga ngasih kami free voucher buat snack sore dan makan malam untuk 2 hari selama kami menginap disana. Uwow! Di hari pertama kami melewatkan sore di hotel saja jadi sempet nukerin voucher snack nya sambil berenang, walaupun hanya beberapa potong kue dan teh/kopi (yang tersedia juga di dalam kamar). Tapi malam hari nya kami makan di luar dan tidak menikmati makan malam gratis di hotel. Sedangkan keesokan harinya kami jalan-jalan di luar hotel sampai malam jadi tidak menggunakan voucher snack hari keduanya, tapi kami nyobain makan malam gratisnya yang ternyata cuma ada 1 menu yaitu nasi goreng hehe. Lumayan lah ya.

Overall saya dan keluarga seneng banget menginap disini, dan hotel favorit kami di antara 4 penginapan berbeda yang kami nginap selama road trip Jawa Tengah. Saya sangat merekomendasikan hotel ini terutama bagi yang ingin mencoba stay di hotel dengan pemandangan alam yang agak terpencil di Semarang tapi tidak terlalu jauh dari tengah kota.

Baca juga perjalanan kami di Semarang dan Bandungan.

Comments

  1. menasrik sekali mbak... love it.. cerita perjalanan Solo nya gmn mbak??
    penasaran.. hihihihih

    ReplyDelete
    Replies
    1. Hi Ernie, thank you sudah baca :) Iya nih baru sempet lanjut posting lagi. Cerita di Solo ada disini http://www.thelostwanderer.com/2017/05/road-trip-jawa-tengah-solo.html

      Delete

Post a Comment

Popular posts from this blog

Jeju Island in 3 Days

Jeju Island, the Hawaii of Korea, where couples usually go for honeymoon, and the place of many UNESCO Nature Heritage sites, is really beautiful and romantic. Some people say we need to spend at least 1 week to explore and experience the most of this island, but in my opinion 3 days are enough. Trust me, many places in Jeju only look good in advertisement, they're good at selling it. There are no interesting places in the North and West part of Jeju Island, so you can focus on East and South. East and South parts are amazingly naturally beautiful! Here's the itinerary I recommend.

Day-1: East of Jeju Island

Manjanggul / Manjang Cave
Spending time: 30-45 minutes
Hallasan, located in the middle of Jeju Island is the only volcanic mountain in Korea. It created several small volcanic mountains throughout Jeju Island, called Oreum in Korean. One of the biggest Oreum is Geomun Oreum, famous with its large lava tube system and designated as a UNESCO Natural Heritage site. It has few l…

Transportation in Jeju Island

These are some remarks regarding public transportation in Jeju.
Buses in Jeju Island accept Seoul's t-money card. You can buy and top-up it in convenience store, like GS25 and Family Mart.City buses normally charge 1000won for cash, or 950won for t-money card. If you pay by card, tap it to the machine when you aboard and when you alight. If you transit between 2 buses during a certain times, fee for the next bus can be 0won, or free.Intercity buses vary depends on the distance, usually between 1000-3000won. There's no different fee paying with cash or card. When you aboard the bus, tell the driver about your destination, he will tell you how much it is, and you have to pay there directly. If you pay by card, no need to tap it again when you get off.There are 2 bus terminals in Seogwipo city. The main bus terminal is in the south-east of downtown, near the Jeongbang Waterfall, which is also the old one. The second one is to the right of the E-mart in front of the World Cup Stad…

Review: Homestay Cahaya Sikunir Dieng

Mencari penginapan di Dieng itu susah-susah gampang. Disana tidak ada hotel, adanya penginapan rumahan atau homestay. Beberapa turis kadang menginap di kota Wonosobo, sekitar sejam dari Dieng, demi mendapat penginapan yang bagus. Pilihan di travel apps hanya sedikit dan kurang cocok. Setelah browsing sana-sini, terutama baca review blog orang, saya hubungi beberapa homestay di Dieng baik lewat telpon maupun Whatsapp. Saat kami sudah mulai road trip Jawa Tengah tanggal 12 Desember, kami masih belum tau mau menginap dimana di Dieng tanggal 17 Desember nya. Karena waktu itu kami belum fix juga sih mau berapa malam di Dieng, 1 atau 2 malam? Kalau 2 malam, keduanya di homestay yang sama atau ganti homestay?

Akhirnya tanggal 16 Desember, sehari sebelum ke Dieng (saat itu kami di Solo), kami memutuskan untuk menginap 2 malam di Dieng. Malam pertama di Homestay Cahaya Sikunir, karena keesokan subuh nya mau sok-sokan melihat sunrise di Bukit Sikunir, dan malam kedua di Homestay Serayu. Untuk