30 May 2017

Review: Hotel Dinasty Solo

Setelah 2 malam sebelumnya nginep di hotel yang asik, pas pindah nginep di Hotel Dinasty ini berasa 'culture shock' *halah*. Kamar Superior kami di lantai 1 dekat resepsionis dan tidak ada jendelanya. Ruangannya sempit karena terlalu banyak lemari yang menurut saya ga perlu. Dinding kamarnya persis berbatasan dengan dinding mesjid sebelah, tapi ga terlalu berisik sih pas Adzan. Mungkin kalau saya mesen kamar yang lebih mahal akan dapat kamar yang lebih nyaman. Menurut saya nuansa hotel bintang 2 ini agak suram dengan warna merah putih (nasionalis sekali).

Fasilitasnya ada kolam renang di lantai 1 dan fitness center di lantai 2. Saya tidak melihat-lihat gym nya, sedangkan kolam renang nya ada di depan ruang makan. Salah satu alasan milih hotel ini karena ada kolam renang nya, tapi pas sampe, kok kayanya ga nyaman berenang disana. Si anak N juga ga berminat celup-celup seperti biasa, mungkin udah puas main air di hotel sebelumnya di Semarang. Fasilitas dalam kamar nya ada free wifi (tapi sinyal kurang mantap), TV cable (cuma 2-3 siaran luar negeri nya), handuk dan peralatan mandi seadanya, shower dengan air panas, ga ada termos air tapi bisa langsung ambil air minum sendiri di dispenser di ruang makannya. Maklum, traveling dengan toddler selalu butuh air panas buat bikin susu.

Kolam renang di Hotel Dinasty Solo yang tidak terlalu menarik

Sarapan utamanya bukan buffet tapi dijatahkan satu orang satu piring nasi goreng (yang rasanya tidak terlalu enak). Selain itu disediakan juga roti tawar, selai, kopi, teh, satu jenis jus dan satu jenis buah (biasanya semangka) yang bisa diambil sepuasnya (dengan stok terbatas hehe). FYI saya booking hotel ini lewat pegipegi dengan harga Rp.405,000 untuk 2 malam. Murah banget kan? Jadi jangan terlalu banyak berharap dengan harga segitu haha.

Lokasinya menurut saya sih cukup di tengah kota, karena kami bawa mobil sendiri juga dan mau kemana-mana dekat. Mungkin karena emang kota Solo kecil dan ga macet ya. Hotel ini dekat dengan Taman Balekambang dan Pasar Burung. Katanya yang punya hotel ini adalah pemilik Batik Danar Hadi Solo yang terkenal itu.

Konsepnya sih bagus ya, budget smart hotel yang menyediakan banyak fasilitas (tapi minimalis), tapi sayangnya penampilan dan estetika tidak dirancang dengan bagus. Jadi menurut saya hotel nya kurang menarik dan kemungkinan besar saya tidak akan menginap disana lagi.

No comments:

Post a Comment