23 November 2017

WTM: Petualang Cilik di Rumah Perubahan

Di postingan Weekend Tanpa Mall (WTM) kali ini saya mau sharing tentang Rumah Perubahan. Berawal dari browsing-browsing info relawan, saya menemukan ada event Petualang Cilik yang sedang mencari kakak-kakak relawan. Setelah baca detail event nya, instead of join as volunteer, kok saya jadi tertarik untuk mendaftarkan anak saya di event ini. Dengan membayar Rp.75,000, si anak dapat bermain sambil belajar di alam seperti memetik sayuran, memberi makan dan memandikan kerbau, dan bermain games seru (yang mereka sebut Funlethics, perpaduan antara fun dan athletics). 

Ada juga aktivitas/wahana lainnya seperti menangkap dan memberi makan ikan, tapi ada tambahan biaya lagi. Berikut contoh agenda nya:
07.00-08.00 : Registrasi ulang dan pembelian tiket wahana terusan
08.00-10.30 : Acara Petualang Cilik
10.30-12.00 : Wahana Terusan
12.00          :  Selesai
Informasi:
Kelompok akan dibagi (dikelompokan) sesuai dengan umur peserta. Wahana yang akan ada di Petualang Cilik #80 - National Sports Day

3-11th Petualang Cilik - National Sports Day (Rp. 75.000/anak)
- Menanam Sayur (dibawa pulang)
- Memandikan Kerbau
- Fun-leutik
- Memberi makan sapi

Adapun Wahana Tambahan (bisa booking sebelum kegiatan hari H via email ini atau saat registrasi ulang)
1. Wahana Membuat Tempe Embun = Rp. 25.000/anak
2. Wahana Menangkap Ikan = Rp. 20.000/anak
2. Wahana Memberi Makan Rusa= Rp. 15.000/anak
3. Wahana Memberi Makan Ikan = Rp. 5.000/anak

Mengingatkan kembali, ada beberapa barang yang perlu dibawa oleh peserta Petualang Cilik Rumah Perubahan antara lain :
- Jas hujan/ payung
- Peralatan mandi
- Pakaian ganti
- Obat pribadi
- Sepatu olahraga /rain boots

Ternyata event ini diselenggarakan rutin 2x sebulan dengan tema yang berbeda-beda. Waktu itu tema nya National Sport Day. Di hari lain ada tema Cartoon Day dengan salah satu aktivitasnya story telling dari kartunis, dan ada juga tema Fathers Day dengan salah satu aktivitasnya membuat hadiah untuk Ayah. Seru ya?

Pada hari H, saya dan keluarga sampai disana pukul 07.30. Kecepetan, saking semangatnya hehe. Salah satu alasan saya tertarik event ini juga karena lokasinya di Bekasi yang lumayan dekat sekitar 13km dari rumah saya. Letaknya di dalam perumahan dan belakang pemancingan. Setelah parkir dan daftar ulang, kami pun masuk ke dalam halamannya yang luas, melewati sebuah gedung hall dan kolam renang, yang sepertinya disewakan untuk acara-acara seperti pernikahan. Kami pun diarahkan ke area event di paling belakang. Jalannya jauh banget melewati 'hutan', kebun dan kandang binatang. Pantes ada golf cart, mungkin untuk mengangkut orang-orang yang tidak sanggup jalan jauh. Saran kalau mau kesana, sekalian deh bawa semua barang turun dari mobil, daripada bolak-balik ke parkiran (seperti kami yang waktu itu meninggalkan baju ganti di mobil). Amaze banget masih ada tempat yang asri dan luas seperti ini di Bekasi yang sumpek dan panas.

Sesampainya di tempat acara, yang berupa area terbuka luas berumput, saya melihat ada beberapa keluarga lain yang sudah datang dan menggelar tikar di rerumputan. Wow mereka sepertinya sudah pernah main kesini ya, sampai tau harus membawa tikar. Kalau gini sih, anak-anak bisa bermain dan orangtua bisa santai berpiknik. You wish, hehe. Mana mungkin kalau anaknya umur 3 tahun, yang ada mesti ngekorin mereka kemanapun pergi. Kalau dari email pemberitahuannya sih tidak boleh membawa makanan dari luar, karena mereka pasang booth penjualan minuman dan makanan di area itu. Selain itu mereka juga menjual buku-bukunya Rhenald Khasali, pemilik Rumah Perubahan.

Sekitar jam 8 acara dibuka dengan senam bersama, lalu anak-anak dibagi ke beberapa kelompok berdasarkan usianya. Nad dan anak umur 3-4 tahun lainnya masuk ke dalam kelompok Sepakbola (nama grup nya disesuaikan dengan tema). Kebayang ga gimana bingung nya kakak pembina grup ini, anak-anaknya belum terlalu interaktif dan harus dipandu sama orangtuanya hehe. Aktivitas pertama untuk grup Sepakbola adalah memetik sayur. Tiap anak dipinjamkan topi caping ala petani untuk dipakai, lalu berbaris di depan kebun kangkung. Kakak pembina mencontohkan cara memetik kangkung dengan menariknya dari tanah, lalu anak-anak balita ini mulai memetik dalam rentang waktu tertentu. Setelah waktu habis, kangkung di tangan mereka dibawa ke ember-ember berisi air yang sudah disiapkan untuk dibersihkan, lalu dimasukkan ke kantong plastik yang baru dibagikan, dan sayurnya boleh dibawa pulang. Yahh nak, mestinya tadi petik yang buanyakkkk hehe.


Setelah itu grup bergerak menuju kandang sapi untuk memberi makan sapi. Ada anak yang berani, takut dan setengah berani hehe. Nad termasuk yang setengah berani, cuma berani ambil sayuran dan melemparnya ke tempat makan sapi, ga berani pegang sayurannya sendiri. Aktivitas memberi makan binatang seperti ini sebenarnya sudah banyak juga di tempat-tempat wisata lainnya, apalagi di Lembang. Yang unik adalah aktivitas memandikan kerbau. Dari situ grup Nad berjalan ke area kolam pemandian kerbau. Sebenarmya tiap grup memiliki urutan aktivitas yang berbeda, biar ga numpuk di satu wahana. Tapi pada kenyataannya, banyak grup berkumpul di wahana mandi kerbau ini. Agak sulit mengatur satu grup beneran cuma 15 menit di wahana ini, apalagi anak-anak yang sudah agak besar, mereka seneng banget main air kotor ini. Ga kotor, ga belajar hehe.

Awalnya Nad excited melihat teman-teman dari grup lain main air bersama kerbau, walaupun ga berani sama kerbau nya, at least dia tampak ga sabaran buat masuk ke kolam. Sayangnya grup Nad 'diselak' sama grup setelahnya yang anak-anaknya langsung main cemplung aja, jadinya grup Nad di-hold lagi. Mungkin karena nunggu lama itu Nad jadi mulai cranky dan pas gilirannya masuk ke kolam dia ga mau sama sekali, huh. Sampai ayahnya ikut turun gendong dia tapi dia nangis-nangis minta keluar. Anak-anak segrup Nad juga kebanyakan ga masuk kolam. Tapi tetep aja Nad sempet basah bajunya jadi saya bawa dia ke shower room untuk mandi pakai sabun dan ganti baju. Mungkin buat anak-anak umur 3-4 tahun sebaiknya aktivitas memandikan kerbau diganti dengan yang lain saja.

Setelah itu grup Nad menuju area Funlethics. Di lapangan berumput sudah disiapkan bola, gawang, stik dan lain-lain. Peserta lari sambil menendang sepakbola ke arah gawang, lalu mengambil bola-bola kecil dengan warna tertentu dimasukkan ke dalam wadah. Yah semacam itu. Seru sih, Nad happy dan lanjut maen bolanya walaupun udah selesai.


Setelah istirahat sejenak, acara penutup adalah senam Baby Shark dan foto bareng. Anak-anak yang punya tiket wahana terusan pun lanjut bermain, sedangkan yang lainnya pulang. Kalau masih enjoy duduk-duduk di tempat nature friendly ini, bisa juga lanjut piknik :)

1 comment:

  1. this post gives me a really good idea about the unique and beautiful culture of the place, i needed to work on it for custom essay uk. thank you so much for posting with this

    ReplyDelete