Skip to main content

WTM: Tempat Wisata di Sentul City

Di Jakarta kita tidak akan pernah melihat pemandangan perbukitan. Well, kadang bisa sih melihat siluet Gunung Salak pagi-pagi banget saat cuaca cerah di area Jakarta Selatan dari gedung berlantai tinggi. Tapi berapa orang sih yang kantor atau apartemennya di gedung tinggi Jakarta Selatan dan bisa nongkrong disana pagi-pagi buta? Yang jelas bukan saya, karena saya tidak pernah melihat Gunung Salak (atau bukit apapun) di Jakarta.

Tempat terdekat dari Jakarta untuk menikmati perbukitan adalah Sentul. Kalau dulu Sentul terkenal hanya dengan sirkuit balap nya, sekarang area tersebut sudah semakin berkembang dengan banyak kompleks rumah bagus, restaurant enak dan tempat wisata keluarga. Walaupun masuk Jawa Barat tapi jaraknya cuma sekitar 50km dari Jakarta, jadi bisa pulang pergi 1 hari kesana tanpa perlu menginap. Bisa jadi pilihan untuk menghabiskan weekend tanpa harus ke mall. Berikut list tempat yang pernah saya datangi di Sentul dalam beberapa kali visit.

Hutan Pinus Gunung Pancar


Ini tempat yang lagi hits. Dari yang ga muncul spot nya di Google Maps sampai akhirnya sekarang muncul. Maklum awalnya kami sempat nyasar mencarinya (namanya juga The Lost Wanderer). Dulu waktu di search di Google Maps, diarahkan ke Sentul Paradise Park. Kami ikutin jalannya tapi kok ga nemu juga, sampai akhirnya hujan turun dan kami batal kesana. Kali kedua kesana untuk piknik bareng tetangga cluster. Salah satu udah pernah kesana jadi mobil kami tinggal ngekor aja di belakang. Kalau naik mobil bisa lewat tol jagorawi keluar di Sentul City. Lurus aja ikutin jalan utama ke arah Jungle Land. Setelah melewati Mesjid Jami' Al Munawarah ada bundaran belok kiri. Lalu di pertigaan sebelum Jungle Land belok kanan dan mulai ikutin aja jalan perkampungan, sampai deh. Jangan khawatir, sekarang sih udah bisa dicari mudah di Google Maps.

Berikut harga tiket masuk nya (ga tau kalau sudah berubah):
- weekend 7500/orang, 15000/mobil, 7500/motor
- weekdays 5000/orang, 10000/mobil, 5000/motor

Ada apa disana? Sesuai namanya ya ada banyak sekali pohon pinus menjulang tinggi yang bikin adem walaupun piknik di siang bolong. Kalau tidak bawa perlengkapan piknik, bisa sewa tikar dan ada warung makanan juga disana. Ada juga yang menyewakan hammock warna-warni yang diikatkan antara pohon, favorit spot foto nya anak muda kekinian dengan hammock bertingkat-tingkat. Kalau tidak bawa perlengkapan foto, disana juga ada fotografer keliling plus photo set yang sudah disiapkan. Kalau tidak salah biayanya Rp.50,000 yang bisa foto di 3 photoset cantik. Setelah itu kita bisa milih foto mana yang mau di copy dari si fotografer dengan biaya Rp.10,000/foto. Kedengerannya murah ya, tapi pengakuan dari temen ternyata hasil foto nya tu bagus-bagus banget jadi pengen copy semua foto nya hehe.

Untung nya kami kesana bareng temen-temen cluster rumah yang salah satunya punya kamera keren dan jago motret. Jadilah dapet foto kece macam ini.


Taman Budaya Sentul City


Taman ini sebenarnya lebih cocok untuk rombongan besar seperti company outbound, team building, school visit atau family gathering. Ada banyak paket wisata yang ditawarkan dengan peserta min 30 pax. Fasilitasnya ada camping, trekking to waterfall, clay making, membatik dan fun games yang bisa di set di lapangan luas dengan latar perbukitan.

Lalu bagaimana dengan rombongan kecil? Selain bisa menikmati pemandangan bukit dari restaurant Giuliani, Kopi Oey dan Foodcourt, anak-anak bisa bermain layangan, trampoline, flying fox, berkuda, dan naik becak mini. Ada juga playground outdoor untuk anak kecil seperti perosotan dan rumah-rumahan tapi sayang sudah tidak terawat. Tidak ada biaya masuk ke taman ini tapi perlu membayar jika mau melakukan permainan-permainan tersebut.

Tempat ini buka dari jam 9 pagi sampai jam 5 sore. Di sebelahnya ada Hotel Neo+ Green Savana dan di seberangnya ada objek wisata Alam Fantasia, tempat piknik dan taman bermain khusus buat anak-anak (tapi kelihatannya sudah tidak terawat).



Pasar Ah Poong


Walaupun sebutannya pasar tetapi ini bukanlah pasar tradisional melainkan pusat jajanan kuliner seperti foodcourt yang dikelilingi sungai. Meskipun namanya merupakan plesetan dari apung, tempat makan ini tidak mengapung di atas sungai, melainkan di tanah biasa yang langsung berdempetan dengan sungai. Foodcourt jaringan Eat&Eat seperti yang ada di mall-mall Jakarta ini cukup besar tapi kalau weekend sih bisa kesulitan dapat meja kosong saking penuh nya. Waktu itu saya akhirnya makan di Carnivor, salah satu restoran yang masih berada di kawasan Ah Poong, selain Mang Kabayan, Warung Tekko dan Ikkudo. Parkiran juga penuh, banyak yang parkir mobil nya di pinggir jalan dan (seperti kami) di parkiran Masjid Andalusia Islamic Center seberang Ah Poong.


Untuk menyeberangi sungai ke tempat makan Eat&Eat disediakan 2 buah jembatan. Di sungai yang bebatuan itu pengunjung dapat menyewa untuk naik perahu kecil dan bebek-bebekan yang mungkin dapat menyenangkan anak-anak (atau malah bikin takut? Hehe). Yang jelas disana ada juga Eco Art Park, taman terbuka berisi patung, robot dan permainan anak-anak. Tempat family banget deh, asal tahan sama keramaiannya.

Aurora Mansion


Kalau cuma mau duduk-duduk minum kopi santai, bisa coba cafe ini. Ada makanan berat nya juga sih kalau mau makan siang atau malam, mostly western foods. Terletak di dalam kompleks perumahan, di belakang rumah owner nya yang putih megah bak mansion. Restorannya bertingkat 3 dengan dekorasi lucu-lucu dan area balkon di lantai paling atas. Ditambah lokasi gedung nya sendiri yang agak tinggi, kita bisa melihat pemandangan indah perbukitan Sentul dari atas.



Rumah Makan Karimata


Rumah makan berlantai dua ini menyediakan meja dengan kursi dan meja lesehan. Meja lesehannya ada lubang untuk menjatuhkan kaki ke bawah, jadi tidak harus duduk dengan kaki melipat. Ini penting ya buat yang kakinya sering kesemutan seperti saya hehe. Meja lesehan selalu lebih menyenangkan buat anak-anak karena mereka bisa bergerak bebas kesana kemari (tanpa harus dikejar-kejar) dan tidak perlu diam duduk di kursi saja. Menu spesial yang paling enak dan sering dicari di restoran ini adalah Ikan Patin Bakar Dalam bambu, yummm!


Itulah list tempat di Sentul yang menarik untuk dikunjungi bareng keluarga. Sepertinya masih banyak lokasi lain yang belum saya datangi. Mungkin next time saya update postingan ini kalau ada tempat lain di Sentul yang sudah bisa saya review lagi. Jadi, mau coba jalan-jalan dan menikmati perbukitan di Sentul weekend ini?

Comments

Popular posts from this blog

Jeju Island in 3 Days

Jeju Island, the Hawaii of Korea, where couples usually go for honeymoon, and the place of many UNESCO Nature Heritage sites, is really beautiful and romantic. Some people say we need to spend at least 1 week to explore and experience the most of this island, but in my opinion 3 days are enough. Trust me, many places in Jeju only look good in advertisement, they're good at selling it. There are no interesting places in the North and West part of Jeju Island, so you can focus on East and South. East and South parts are amazingly naturally beautiful! Here's the itinerary I recommend.

Day-1: East of Jeju Island

Manjanggul / Manjang Cave
Spending time: 30-45 minutes
Hallasan, located in the middle of Jeju Island is the only volcanic mountain in Korea. It created several small volcanic mountains throughout Jeju Island, called Oreum in Korean. One of the biggest Oreum is Geomun Oreum, famous with its large lava tube system and designated as a UNESCO Natural Heritage site. It has few l…

Transportation in Jeju Island

These are some remarks regarding public transportation in Jeju.
Buses in Jeju Island accept Seoul's t-money card. You can buy and top-up it in convenience store, like GS25 and Family Mart.City buses normally charge 1000won for cash, or 950won for t-money card. If you pay by card, tap it to the machine when you aboard and when you alight. If you transit between 2 buses during a certain times, fee for the next bus can be 0won, or free.Intercity buses vary depends on the distance, usually between 1000-3000won. There's no different fee paying with cash or card. When you aboard the bus, tell the driver about your destination, he will tell you how much it is, and you have to pay there directly. If you pay by card, no need to tap it again when you get off.There are 2 bus terminals in Seogwipo city. The main bus terminal is in the south-east of downtown, near the Jeongbang Waterfall, which is also the old one. The second one is to the right of the E-mart in front of the World Cup Stad…

Review: Homestay Cahaya Sikunir Dieng

Mencari penginapan di Dieng itu susah-susah gampang. Disana tidak ada hotel, adanya penginapan rumahan atau homestay. Beberapa turis kadang menginap di kota Wonosobo, sekitar sejam dari Dieng, demi mendapat penginapan yang bagus. Pilihan di travel apps hanya sedikit dan kurang cocok. Setelah browsing sana-sini, terutama baca review blog orang, saya hubungi beberapa homestay di Dieng baik lewat telpon maupun Whatsapp. Saat kami sudah mulai road trip Jawa Tengah tanggal 12 Desember, kami masih belum tau mau menginap dimana di Dieng tanggal 17 Desember nya. Karena waktu itu kami belum fix juga sih mau berapa malam di Dieng, 1 atau 2 malam? Kalau 2 malam, keduanya di homestay yang sama atau ganti homestay?

Akhirnya tanggal 16 Desember, sehari sebelum ke Dieng (saat itu kami di Solo), kami memutuskan untuk menginap 2 malam di Dieng. Malam pertama di Homestay Cahaya Sikunir, karena keesokan subuh nya mau sok-sokan melihat sunrise di Bukit Sikunir, dan malam kedua di Homestay Serayu. Untuk