Skip to main content

Spring Festivals 2018 in South Korea

Korea Selatan selalu seru dikunjungi di musim apa saja. Apalagi di saat musim semi sekarang ini karena ada banyak sekali festival yang diadakan masyarakat setempat untuk merayakan naiknya suhu udara yang mulai menghangat (tapi tetap berasa dingin bagi kulit Indonesia, hehe). Yang paling banyak dicari oleh turis, baik lokal maupun mancanegara, adalah festival bunga-bunga yang mulai bermekaran seperti sakura, azalea, tulip dan lain-lain. Tapi ternyata festival selain bunga juga cukup menarik loh.

Spring in Seoul Forest, April 2012

Tahun 2012 lalu saya pernah membuat peta 2012 Korea Spring Festivals. Dari 20-an festival waktu itu saya hanya sempat mendatangi 4 festival, dan di tahun 2016 mampir ke 2 festival musim semi yang lain lagi. Saya pun jadi kepikiran untuk membuat peta 2018 South Korea Spring Festivals. Berikut ini peta yang sudah saya buat di Google Maps untuk merangkum titik-titik festival musim semi seantero Korea Selatan. Ada sekitar 22 festival selama bulan April dan May 2018, tidak termasuk di bulan Maret yang baru saja lewat dan festival kecil lainnya. Sumbernya tentu saja dari Korea Tourism Organization, one spot for everything about visiting Korea. Cara lihatnya gampang banget, tinggal klik titik-titik lokasi yang berwarna biru di peta ini, dan akan muncul keterangan dan gambarnya.




Setelah 6 tahun sejak 2012 sampai 2018, ada festival baru bermunculan dan ada festival lama yang tidak diadakan lagi, tapi kebanyakan masih berlangsung konsisten setiap tahunnya sampai sekarang. Hebat ya! Salah satunya adalah Hadong Green Tea Festival yang pernah saya tulis di blog ini. Festival lainnya yang masih awet dan pernah saya datangi adalah Icheon Sansuyu Festival, Lotus Lantern Festival, dan Damyang Bamboo Festival.

Icheon Sansuyu Festival
Icheon terletak di provinsi Gyeonggi-do sekitar 1 jam dari Seoul. Selain terkenal sebagai penghasil keramik, daerah ini juga ditumbuhi banyak pohon Sansuyu berumur lebih dari 100 tahun. Selain dapat melihat bunga-bunga khas nya yang kecil dan berwarna kuning, di festival ini pengunjung bisa mencoba permainan-permainan tradisional Korea dan tentu saja menikmati jajanannya yang unik dan enak. Cara menuju kesana adalah dengan naik bus dari terminal bus Dong Seoul menuju terminal bus Icheon. Kalau tahun 2012 sih disediakan shuttle bus gratis dari terminal bus Icheon menuju tempat festival yang memakan waktu sekitar 40 menit. Tapi sekarang bisa menggunakan bus umum no 23-8 atau 23-81 dari terminal bus Icheon dan dan berhenti di halte Dorip-ri.

Sansuyu Blossom in Icheon, April 2012

Lotus Lantern Festival
Festival ini rutin diadakan setiap tahunnya untuk mendoakan kebahagiaan dan kebaikan umat manusia di seluruh dunia. Acaranya dimulai dengan opening ceremony di Dongguk University, sebuah universitas swasta di Seoul yang berbasis ajaran Buddha. Ratusan grup, dari kuil atau institusi tertentu, datang dengan kostum nya masing-masing, membuat Dongguk Stadium berwarna-warni. Panggung di tengah Stadium diisi dengan pentas musik, tarian dan doa-doa Buddha yang berlangsung dari jam 4 sampai jam 6 sore. Para turis outsider yang ingin ikut menonton, seperti saya waktu itu, dipersilakan bergabung dan dibagikan lantern secara gratis. Jam 6 sore, ribuan pengunjung mulai bergerak untuk parade dari Dongguk menuju Dongdaemun lalu ke Jogyesa Temple sambil menyalakan lantern-nya masing-masing. Seru banget! Dongguk University bisa dicapai dengan Seoul Subway Line 3, berhenti di Dongguk University Station lalu ambil Exit 6.

Pre-parade Lotus Lantern Festival, May 2012

Damyang Bamboo Festival
Kalau di Jepang ada hutan bambu Arashiyama, di Korea ada Damyang. Festival tahunan ini berisi aktivitas dan kompetisi menggunakan bambu seperti log rafting, bermain alat musik dari bambu, dan lain-lain. Lokasinya dekat dengan tempat wisata terkenal seperti Juknokwon (Bamboo Garden) dan Metasequoia-Lined Road (pohon-pohon Metasequoia yang tumbuh tinggi dan berjajar rapi dimana pengunjung bisa berjalan di tengah-tengahnya seperti berada di negeri dongeng *aduhai*), jadi pengunjung bisa sekalian jalan-jalan disana. Restoran di sekitar area ini unik menyediakan nasi di dalam wadah bambu yang membuat rasa nasinya makin enak dan bikin nambah hehe. Untuk menuju festival ini bisa dengan naik bus no.311 dari terminal bus Gwangju, kota besar terdekatnya.

Metasequoia-Lined Road, May 2016

Nah Spring di Korea Selatan tidak melulu soal bunga kan? Memang sih melihat cherry blossom dan bunga-bunga lainnya baru bermekaran itu menarik banget, tapi bagi yang sudah bosan dengan bunga bisa mencoba pengalaman festival musim semi lainnya yang tradisional dan merakyat. 

Comments

Popular posts from this blog

Jeju Island in 3 Days

Jeju Island, the Hawaii of Korea, where couples usually go for honeymoon, and the place of many UNESCO Nature Heritage sites, is really beautiful and romantic. Some people say we need to spend at least 1 week to explore and experience the most of this island, but in my opinion 3 days are enough. Trust me, many places in Jeju only look good in advertisement, they're good at selling it. There are no interesting places in the North and West part of Jeju Island, so you can focus on East and South. East and South parts are amazingly naturally beautiful! Here's the itinerary I recommend.

Day-1: East of Jeju Island

Manjanggul / Manjang Cave
Spending time: 30-45 minutes
Hallasan, located in the middle of Jeju Island is the only volcanic mountain in Korea. It created several small volcanic mountains throughout Jeju Island, called Oreum in Korean. One of the biggest Oreum is Geomun Oreum, famous with its large lava tube system and designated as a UNESCO Natural Heritage site. It has few l…

Review: Homestay Cahaya Sikunir Dieng

Mencari penginapan di Dieng itu susah-susah gampang. Disana tidak ada hotel, adanya penginapan rumahan atau homestay. Beberapa turis kadang menginap di kota Wonosobo, sekitar sejam dari Dieng, demi mendapat penginapan yang bagus. Pilihan di travel apps hanya sedikit dan kurang cocok. Setelah browsing sana-sini, terutama baca review blog orang, saya hubungi beberapa homestay di Dieng baik lewat telpon maupun Whatsapp. Saat kami sudah mulai road trip Jawa Tengah tanggal 12 Desember, kami masih belum tau mau menginap dimana di Dieng tanggal 17 Desember nya. Karena waktu itu kami belum fix juga sih mau berapa malam di Dieng, 1 atau 2 malam? Kalau 2 malam, keduanya di homestay yang sama atau ganti homestay?

Akhirnya tanggal 16 Desember, sehari sebelum ke Dieng (saat itu kami di Solo), kami memutuskan untuk menginap 2 malam di Dieng. Malam pertama di Homestay Cahaya Sikunir, karena keesokan subuh nya mau sok-sokan melihat sunrise di Bukit Sikunir, dan malam kedua di Homestay Serayu. Untuk

Transportation in Jeju Island

These are some remarks regarding public transportation in Jeju.
Buses in Jeju Island accept Seoul's t-money card. You can buy and top-up it in convenience store, like GS25 and Family Mart.City buses normally charge 1000won for cash, or 950won for t-money card. If you pay by card, tap it to the machine when you aboard and when you alight. If you transit between 2 buses during a certain times, fee for the next bus can be 0won, or free.Intercity buses vary depends on the distance, usually between 1000-3000won. There's no different fee paying with cash or card. When you aboard the bus, tell the driver about your destination, he will tell you how much it is, and you have to pay there directly. If you pay by card, no need to tap it again when you get off.There are 2 bus terminals in Seogwipo city. The main bus terminal is in the south-east of downtown, near the Jeongbang Waterfall, which is also the old one. The second one is to the right of the E-mart in front of the World Cup Stad…