Skip to main content

Panduan Aplikasi Visa dan Ijin Bebas Masuk Taiwan untuk Turis Indonesia

Negara Taiwan yang disebut juga Republic of China (ROC) memiliki territory sendiri dan berbeda dengan mainland China yang bernama People's Republic of China (PRC). Taiwan tidak punya Kedutaan Besar di Jakarta, melainkan sebuah kantor perwakilan dengan nama Taipei Economic Trade Office (Teto) yang berlokasi di dalam kawasan Senayan Central Business District (SCBD) seberang Mall Pacific Place.

Dengan bermodalkan semangat mencari Tao Ming Tse tiket pesawat dan persyaratan lainnya, saya mendatangi kantor Teto tersebut untuk apply visa Taiwan buat saya, suami dan anak. Masuknya dari pintu belakang gedung dengan menukar kartu identitas. Sesampainya di Lantai 17, dokumen saya diperiksa terlebih dahulu oleh petugas di bagian depan pintu. Petugas yang baik hati tersebut memeriksa setiap halaman paspor saya dan menemukan ada Visa Korea.

Petugas: "Ini pernah ke Korea?"
Saya: "Iya pak, tapi visa nya udah expired 2 tahun lalu."
Petugas: "Bisa gratis ini, ga perlu apply visa lagi, ada formulir online yang harus diisi"
Saya: "Emang bisa pak udah expired?"
Petugas: "Gapapa asal masih di bawah 10 tahun."

Saya memang pernah baca artikel mengenai Bebas Visa Taiwan bagi turis Indonesia yang sudah mengunjungi negara Amerika, Kanada, Jepang, Korea, Australia, New Zealand dan Uni Eropa, tapi disitu tertulis untuk pemegang visa yang masih berlaku. Sedangkan visa Korea, Jepang, Australia dan Uni Eropa saya sudah expired. Daripada nanti sampai di Taiwan saya ditolak masuk, mending apply visa yang pasti-pasti saja. Tapi si Bapak Petugas kekeuh untuk saya isi formulir bebas visa itu. Karena lumayan kan saya dan suami bisa gratis, jadi cuma bayar visa buat anak saja. Isi formulir itu bisa online dan dicetak sendiri di rumah tanpa perlu datang ke kantor Teto lagi, tapi ga mungkin saya submit aplikasi visa anak tanpa ada dokumen saya dan suami, nanti ditanyain "ini kok anak traveling sendiri?" Jadinya pagi itu juga jam 10.30 saya balik ke kantor saya yang kebetulan dekat tinggal jalan kaki dari Teto, untuk mengisi formulir online bebas visa buat saya dan suami, mencetaknya lalu berniat kembali lagi ke Teto buat visa anak. Bapak Petugas mengingatkan karena hari itu hari Jumat jadi waktu aplikasi visa hanya buka sampai jam 11.30 (kalau biasanya jam 12.00), jadi saya punya waktu sejam kalau mau mengajukan visa hari itu juga. Sebenarnya jadwal trip saya ke Taiwan masih lama sih 2 bulan lagi, tapi pengennya proses ini cepat selesai.

Ternyata prosesnya memang mudah dan cepat banget, baik itu aplikasi visa berbayar maupun ijin masuk bebas visa Taiwan. Berikut saya akan jelaskan keduanya.

Panduan Aplikasi Bebas Visa Taiwan untuk Turis Indonesia (ROC Travel Authorization Certificate)


Ini adalah langkah-langkah apply Bebas Visa Taiwan secara online, tanpa dipungut biaya apapun. Pertama masuk ke link ini, pilih bahasa yang diinginkan lalu klik Next dan Next lagi.



Disini ada penjelasan syarat-syaratnya, yang membuat saya tambah yakin kalau saya masih bisa dapat ijin masuk Taiwan gratis walaupun visa negara-negara maju lain itu sudah expired asalkan visa nya kurang dari 10 tahun yang lalu.
The applicant possesses at least one of the following documents issued by Australia, Canada, Japan, Korea, New Zealand, any of the Schengen countries, the United Kingdom, or the United States: ◦Valid resident or permanent resident card
◦Valid entry visa (may be electronic visa)
◦Resident card or visa that has expired less than 10 years prior to the date of arrival in Taiwan
ROC Travel Authorization Certificate ini berlaku 90 hari sejak kita submit. Jadi kalau traveling nya masih 3 bulan lebih, jangan dulu apply ya guys. Sekali Certificate nya keluar, tidak bisa request yang baru lagi (untuk paspor yang sama) sampai Certificate yang ada sudah expired.

Setelah klik tombol Next, akan muncul formulir yang harus diisi, standar lah Nationality, Name, Passport No, dll. Di bagian paling bawah ada isian Special Requirements yang perlu diisi dengan data visa dari negara lain. Pilih negaranya lalu masukkan nomor visa nya yang bisa dilihat di tempelan visa di paspor kamu.


Setelah klik Next, akan muncul halaman validasi data yang sudah kamu isi. Jika sudah benar semuanya, klik tombol Submit. Voila... ROC Travel Authorization Certificate kamu di-approved dan bisa dicetak sendiri (kalau bisa print nya yang berwarna).


Pada saat di imigrasi Taiwan nanti kamu harus menunjukkan:
  • ROC Travel Authorization Certifiate
  • Paspor sekarang yang masih berlaku
  • Paspor yang ada tempelan visa negara lain (kalau visanya ada di paspor yang sudah expired). Ingat ya, kalau yang kamu submit itu visa Korea, tunjukkan visa Korea nya, bukan Visa lain walaupun itu visa Australia atau USA yang juga masuk kriteria
  • Bukti tiket pesawat pulang dari Taiwan. Nah yang ini saya sempet kelupaan buat di-print, tapi bisa tunjukin di email saya kalau ditanya. Saya belum download email itu ke handphone jadi butuh koneksi internet. Untungnya di airport Taiwan ada wifi gratis, saya buru-buru download email nya sambil ngantri imigrasi. Ternyata dokumen ini tidak diminta petugas yang layani saya dan keluarga waktu itu. Tapi sebaiknya dicetak juga buat jaga-jaga ya.
  • Arrival Card. Biasanya dibagikan oleh awak pesawat. Biasakan paper gini langsung ditulis ya daripada bengong di pesawat hehe, jadi sampai imigrasi udah ready.

Panduan Aplikasi Permohonan Visa Taiwan untuk Turis Indonesia


Bagi yang tidak punya visa Australia, Korea, Jepang, UK, USA dan Schengen dalam 10 tahun terakhir, kamu bisa apply visa Taiwan dengan cara yang berbeda dan berbayar. Pertama, submit aplikasi permohonan visa di link ini. Salah satu isiannya ada Address and Telephone Number in Taiwan, itu bisa diisi dengan alamat dan no telepon hotel atau akomodasi disana.


Setelah di-submit akan muncul pemberitahuan seperti di bawah ini.


Klik Print Application Form untuk mencetak formulir yang sudah diisi tersebut dan dibawa ke Teto bersama dokumen lainnya:
  1. Aplikasi permohonan yang di-print dengan laserjet dan ditandatangani langsung oleh yang bersangkutan.
  2. Melampirkan 2 lembar pasfoto 6 bulan terakhir, ukuran 4cm x 6cm (berwarna dan background putih)
  3. Masa berlaku paspor minimal 6 bulan (untuk single entry), minimal 12 bulan (untuk multiple entry) + fotokopi paspor
  4. Surat keterangan kerja dari kantor atau sekolah bagi pelajar (asli dan diatas kop surat resmi)
  5. Fotokopi rekening tabungan 3 bulan terakhir.
  6. Fotokopi kartu keluarga.
  7. Biaya visa Rp.650.000 (single entry), Rp.1.300.000 (multiple entry)
* satu keluarga cukup 1 rekening dan KK di kepala keluarga

Tambahan karena visa buat anak, saya cantumkan juga:
  • Fotokopi paspor saya dan suami
  • ROC Travel Authorization Certificate saya dan suami
Antrian regular nya cukup sepi dan cepat, berbeda dengan loket TKI yang rame banget. Setelah dokumen diperiksa dan diambil di loket, petugas nya memberikan semacam kuitansi berisi total biaya yang harus dibayar di kasir. Setelah bayar, balik lagi ke loket yang tadi lalu akan diberikan tanda terima untuk pengambilan paspor 3 hari kerja kemudian. Datanglah pada tanggal yang sudah ditentukan itu antara jam 13:30 sampai 16:00. Saat pengambilan paspor yang sudah ditempeli visa itu juga tidak ada antrian sama sekali bo! Saya suka yang sigap begini. Proses pengajuan dan pengambilan visa juga bisa diwakilkan.

Saat di imigrasi airport Taiwan, untuk yang visa ini lebih ga ribet sih cuma perlu tunjukkan paspor yang bervisa Taiwan tersebut dan Arrival Card.

Itu dia panduan membuat visa dan ijin bebas masuk negara Taiwan untuk turis asal Indonesia, yang sangat mudah dilakukan secara pribadi tanpa perlu ke travel agent. Kalau visa sudah jadi, tahap selanjutnya mulai deh membuat itinerary mau kemana saja di Taiwan dan lihat-lihat inspirasi travel Taipei di Klook.

Taipei Economic Trade Office (Teto) Indonesia
Alamat: Gedung Artha Graha Lantai 17, Jl. Jendral Sudirman Kav. 52-53, RT.5/RW.3, Senayan, Kebayoran Baru, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12190
Telepon: (021) 5151111
Jam Buka: Senin-Jumat 08:30–16:00 (pagi untuk aplikasi visa, siang untuk pengambilan visa)

Comments

  1. Hi Mba, salam kenal!

    Walaupun belum berencana ke Taiwan dalam waktu dekat, tapi ini berguna sekali. Siapa tahu kalo dikasih rejeki berangkat ke Taiwan, bisa jadi panduan buat apply visa. Thank you ya!

    ReplyDelete
    Replies
    1. Iya, semoga kapan-kapan bisa kesana. Salam kenal juga Jane :)

      Delete

Post a Comment

Popular posts from this blog

Jeju Island in 3 Days

Jeju Island, the Hawaii of Korea, where couples usually go for honeymoon, and the place of many UNESCO Nature Heritage sites, is really beautiful and romantic. Some people say we need to spend at least 1 week to explore and experience the most of this island, but in my opinion 3 days are enough. Trust me, many places in Jeju only look good in advertisement, they're good at selling it. There are no interesting places in the North and West part of Jeju Island, so you can focus on East and South. East and South parts are amazingly naturally beautiful! Here's the itinerary I recommend.

Day-1: East of Jeju Island

Manjanggul / Manjang Cave
Spending time: 30-45 minutes
Hallasan, located in the middle of Jeju Island is the only volcanic mountain in Korea. It created several small volcanic mountains throughout Jeju Island, called Oreum in Korean. One of the biggest Oreum is Geomun Oreum, famous with its large lava tube system and designated as a UNESCO Natural Heritage site. It has few l…

Transportation in Jeju Island

These are some remarks regarding public transportation in Jeju.
Buses in Jeju Island accept Seoul's t-money card. You can buy and top-up it in convenience store, like GS25 and Family Mart.City buses normally charge 1000won for cash, or 950won for t-money card. If you pay by card, tap it to the machine when you aboard and when you alight. If you transit between 2 buses during a certain times, fee for the next bus can be 0won, or free.Intercity buses vary depends on the distance, usually between 1000-3000won. There's no different fee paying with cash or card. When you aboard the bus, tell the driver about your destination, he will tell you how much it is, and you have to pay there directly. If you pay by card, no need to tap it again when you get off.There are 2 bus terminals in Seogwipo city. The main bus terminal is in the south-east of downtown, near the Jeongbang Waterfall, which is also the old one. The second one is to the right of the E-mart in front of the World Cup Stad…

Review: Homestay Cahaya Sikunir Dieng

Mencari penginapan di Dieng itu susah-susah gampang. Disana tidak ada hotel, adanya penginapan rumahan atau homestay. Beberapa turis kadang menginap di kota Wonosobo, sekitar sejam dari Dieng, demi mendapat penginapan yang bagus. Pilihan di travel apps hanya sedikit dan kurang cocok. Setelah browsing sana-sini, terutama baca review blog orang, saya hubungi beberapa homestay di Dieng baik lewat telpon maupun Whatsapp. Saat kami sudah mulai road trip Jawa Tengah tanggal 12 Desember, kami masih belum tau mau menginap dimana di Dieng tanggal 17 Desember nya. Karena waktu itu kami belum fix juga sih mau berapa malam di Dieng, 1 atau 2 malam? Kalau 2 malam, keduanya di homestay yang sama atau ganti homestay?

Akhirnya tanggal 16 Desember, sehari sebelum ke Dieng (saat itu kami di Solo), kami memutuskan untuk menginap 2 malam di Dieng. Malam pertama di Homestay Cahaya Sikunir, karena keesokan subuh nya mau sok-sokan melihat sunrise di Bukit Sikunir, dan malam kedua di Homestay Serayu. Untuk