25 February 2018

WTM: Sentul City

Di Jakarta kita tidak akan pernah melihat pemandangan perbukitan. Well, kadang bisa sih melihat siluet Gunung Salak pagi-pagi banget saat cuaca cerah di area Jakarta Selatan dari gedung berlantai tinggi. Tapi berapa orang sih yang kantor atau apartemennya di gedung tinggi Jakarta Selatan dan bisa nongkrong disana pagi-pagi buta? Yang jelas bukan saya, karena saya tidak pernah melihat Gunung Salak (atau bukit apapun) di Jakarta.

Tempat terdekat dari Jakarta untuk menikmati perbukitan adalah Sentul. Kalau dulu Sentul terkenal hanya dengan sirkuit balap nya, sekarang area tersebut sudah semakin berkembang dengan banyak kompleks rumah bagus, restaurant enak dan tempat wisata keluarga. Walaupun masuk Jawa Barat tapi jaraknya cuma sekitar 50km dari Jakarta, jadi bisa pulang pergi 1 hari kesana tanpa perlu menginap. Bisa jadi pilihan untuk menghabiskan weekend tanpa harus ke mall. Berikut list tempat yang pernah saya datangi di Sentul dalam beberapa kali visit.

Hutan Pinus Gunung Pancar


Ini tempat yang lagi hits. Dari yang ga muncul spot nya di Google Maps sampai akhirnya sekarang muncul. Maklum awalnya kami sempat nyasar mencarinya (namanya juga The Lost Wanderer). Dulu waktu di search di Google Maps, diarahkan ke Sentul Paradise Park. Kami ikutin jalannya tapi kok ga nemu juga, sampai akhirnya hujan turun dan kami batal kesana. Kali kedua kesana untuk piknik bareng tetangga cluster. Salah satu udah pernah kesana jadi mobil kami tinggal ngekor aja di belakang. Kalau naik mobil bisa lewat tol jagorawi keluar di Sentul City. Lurus aja ikutin jalan utama ke arah Jungle Land. Setelah melewati Mesjid Jami' Al Munawarah ada bundaran belok kiri. Lalu di pertigaan sebelum Jungle Land belok kanan dan mulai ikutin aja jalan perkampungan, sampai deh. Jangan khawatir, sekarang sih udah bisa dicari mudah di Google Maps.

Berikut harga tiket masuk nya (ga tau kalau sudah berubah):
- weekend 7500/orang, 15000/mobil, 7500/motor
- weekdays 5000/orang, 10000/mobil, 5000/motor

Ada apa disana? Sesuai namanya ya ada banyak sekali pohon pinus menjulang tinggi yang bikin adem walaupun piknik di siang bolong. Kalau tidak bawa perlengkapan piknik, bisa sewa tikar dan ada warung makanan juga disana. Ada juga yang menyewakan hammock warna-warni yang diikatkan antara pohon, favorit spot foto nya anak muda kekinian dengan hammock bertingkat-tingkat. Kalau tidak bawa perlengkapan foto, disana juga ada fotografer keliling plus photoset yang sudah disiapkan. Kalau tidak salah biayanya Rp.50,000 yang bisa foto di 3 photoset cantik. Setelah itu kita bisa milih foto mana yang mau di copy dari si fotografer dengan biaya Rp.10,000/foto. Kedengerannya murah ya, tapi pengakuan dari temen ternyata hasil foto nya tu bagus-bagus banget jadi pengen copy semua foto nya hehe.

Untung nya kami kesana bareng temen-temen cluster rumah yang salah satunya punya kamera keren dan jago motret. Jadilah dapet foto kece macam ini.


09 January 2018

Relaxing Holiday in Banyuwangi

My last trip in 2017 was to Banyuwangi, the easternmost tip of Java. This trip to Banyuwangi was very relaxing for me. Not in terms of slow pace but because I did not need to research too many details about the destinations in our itinerary. Usually, in my family, I am the one who planned everything before and during traveling because you know... I am a Libra... I mean, I like to organize. However this time we booked a travel agent to guide us around, so we got a driver and a guide + photographer. Why? Even though still in Java island, I considered Banyuwangi was very remote, detached, isolated and so difficult to get around without local people, especially if you travel with elders and small kid like us. Been there now, I would say that... yeah, you need local people, but only for some places. Here is the detail of our 2 days journey in Banyuwangi.


Jawatan Perhutani Benculuk


Have you been dreaming to visit Lord of the Rings kinda place? If New Zealand is too far away and too expensive for you, Jawatan Benculuk in Banyuwangi can be an alternative. Some also say it looks like the forest of Alice in Wonderland, thanks to the mystical Trembesi trees. This area was used to be the storage of teak woods during Dutch colonialism. Now it's owned by Indonesian Government but mainly for tourism purpose. There is a very old open building unused for decades that has been taken over by a group of bats. Yes, you read it correctly, bats. However, they are harmless especially during the day and you could still enjoy sightseeing.

Jawatan Perhutani Benculuk (before I lost those sandals in Green Bay)

Other than nature itself, there are other interesting spots to take a picture such as a tree house and Grandong Rasta. Grandong is a traditional truck run by diesel machine usually used by villagers to transport harvests from farms. Why Rasta, because it was painted colorful: green, yellow and red, like a Rasta. This attraction is located about 30km from Banyuwangi city center, on the way to Green Bay.

13 December 2017

WTM: Piknik di Taman Kota Jakarta Pusat

pik.nik
v bepergian ke suatu tempat di luar kota untuk bersenang-senang dengan membawa bekal makanan dan sebagainya; bertamasya
KBBI
Setiap orang butuh piknik, once in a while. Karena piknik dapat membantu mengurangi stress, membuat pikiran fresh dan semangat untuk menjalani hidup kembali. Sebaliknya, kurang piknik dapat menyebabkan gangguan kejiwaan dan emosional, yang biasanya dilampiaskan dengan nyinyir di media sosial haha. Persis seperti yang tertulis di meme ini.


Buat yang budget nya terbatas, piknik tidak harus bepergian jauh ke luar kota seperti yang diartikan oleh KBBI. Coba cari tempat-tempat alam di sekelilingmu yang bukan shopping malls. Berjalan-jalan ke malls hanya akan menambah pusing, karena jadi pengen belanja semua yang di-display tapi ditahan-tahan untuk menjaga keutuhan dompet (atau hanya saya yang begitu hehe). Di Jakarta, walaupun belum terlalu banyak tapi ada beberapa taman yang nyaman buat bertamasya. Disini saya akan bahas taman kota gratis di Jakarta Pusat yang sudah pernah saya kunjungi bersama keluarga.

03 December 2017

Pulang Kampuang Basamo ke Ranah Minang

Pulang Kampuang Basamo adalah tradisi orang Minang yang tinggal di luar Sumatera Barat untuk mudik ke kampung halaman secara massal terutama saat Idul Fitri.

Saya sebenarnya orang Aceh, tapi Ayah mertua asli Minang. Kami berkesempatan untuk Pulang Basamo di Lebaran tahun ini dengan total rombongan 11 orang. Selama 5 hari 4 malam keliling Sumatera Barat, kami menginap di Maninjau semalam, Bukit Tinggi dua malam, dan Padang semalam terakhir. Untuk transportasi, kami menyewa 1 mobil Toyota HiAce beserta supirnya dengan tarif Rp.1,500,000/hari. Mobil dengan kapasitas 14 seat ini cukup nyaman buat rombongan kami yang kebanyakan orang tua dan ada anak kecil. Senangnya road trip lagi, seperti waktu tur Jawa Tengah akhir tahun lalu. Jadi kemana saja disana? Kenapa pilihannya 3 kota itu? Disini saya akan cerita perjalanan saya di setiap kotanya.

23 November 2017

WTM: Petualang Cilik di Rumah Perubahan

Di postingan Weekend Tanpa Mall (WTM) kali ini saya mau sharing tentang Rumah Perubahan. Berawal dari browsing-browsing info relawan, saya menemukan ada event Petualang Cilik yang sedang mencari kakak-kakak relawan. Setelah baca detail event nya, instead of join as volunteer, kok saya jadi tertarik untuk mendaftarkan anak saya di event ini. Dengan membayar Rp.75,000, si anak dapat bermain sambil belajar di alam seperti memetik sayuran, memberi makan dan memandikan kerbau, dan bermain games seru (yang mereka sebut Funlethics, perpaduan antara fun dan athletics). 

Ada juga aktivitas/wahana lainnya seperti menangkap dan memberi makan ikan, tapi ada tambahan biaya lagi. Berikut contoh agenda nya:
07.00-08.00 : Registrasi ulang dan pembelian tiket wahana terusan
08.00-10.30 : Acara Petualang Cilik
10.30-12.00 : Wahana Terusan
12.00          :  Selesai
Informasi:
Kelompok akan dibagi (dikelompokan) sesuai dengan umur peserta. Wahana yang akan ada di Petualang Cilik #80 - National Sports Day

3-11th Petualang Cilik - National Sports Day (Rp. 75.000/anak)
- Menanam Sayur (dibawa pulang)
- Memandikan Kerbau
- Fun-leutik
- Memberi makan sapi

Adapun Wahana Tambahan (bisa booking sebelum kegiatan hari H via email ini atau saat registrasi ulang)
1. Wahana Membuat Tempe Embun = Rp. 25.000/anak
2. Wahana Menangkap Ikan = Rp. 20.000/anak
2. Wahana Memberi Makan Rusa= Rp. 15.000/anak
3. Wahana Memberi Makan Ikan = Rp. 5.000/anak

Mengingatkan kembali, ada beberapa barang yang perlu dibawa oleh peserta Petualang Cilik Rumah Perubahan antara lain :
- Jas hujan/ payung
- Peralatan mandi
- Pakaian ganti
- Obat pribadi
- Sepatu olahraga /rain boots