31 March 2018

Spring Festivals 2018 in South Korea

Korea Selatan selalu seru dikunjungi di musim apa saja. Apalagi di saat musim semi sekarang ini karena ada banyak sekali festival yang diadakan masyarakat setempat untuk merayakan naiknya suhu udara yang mulai menghangat (tapi tetap berasa dingin bagi kulit Indonesia, hehe). Yang paling banyak dicari oleh turis, baik lokal maupun mancanegara, adalah festival bunga-bunga yang mulai bermekaran seperti sakura, azalea, tulip dan lain-lain. Tapi ternyata festival selain bunga juga cukup menarik loh.

Spring in Seoul Forest, April 2012

Tahun 2012 lalu saya pernah membuat peta 2012 Korea Spring Festivals. Dari 20-an festival waktu itu saya hanya sempat mendatangi 4 festival, dan di tahun 2016 mampir ke 2 festival musim semi yang lain lagi. Saya pun jadi kepikiran untuk membuat peta 2018 South Korea Spring Festivals. Berikut ini peta yang sudah saya buat di Google Maps untuk merangkum titik-titik festival musim semi seantero Korea Selatan. Ada sekitar 22 festival selama bulan April dan May 2018, tidak termasuk di bulan Maret yang baru saja lewat dan festival kecil lainnya. Sumbernya tentu saja dari Korea Tourism Organization, one spot for everything about visiting Korea. Cara lihatnya gampang banget, tinggal klik titik-titik lokasi yang berwarna biru di peta ini, dan akan muncul keterangan dan gambarnya.

30 March 2018

A Long Weekend Getaway to Lampung

Lampung is a province in the southernmost tip of Sumatra Island in Indonesia. it is the first part of Sumatra to encounter when crossing Sunda Strait from Java Island. Like usual seaport area, Lampung weather is very hot, even in rainy season. In February, the temperature was around 28-30 degrees. The capital city Bandar Lampung is one of the cities where you can enjoy sea and mountain together. The city is passed by the Barisan Mountains, a row of mountains stretched along Sumatra Island end to end between south and north. If you find a city with mountains view fascinating, like I do, then you should come to Bandar Lampung.


Barisan Mountains view from our hotel in the middle of the city

How to Get to Bandar Lampung From Jakarta


There are 2 ways to go to Bandar Lampung: by the air or by the sea. The flight from Soekarno Hatta Airport to Radin Inten Airport in Lampung takes about 1 hour. It sounds like a short trip ya? However you have to take into account the time you have to check in before departure, usually 1 hour for a local flight, not including the delays of take-off, landing and luggage claims. So total would be like 2.5-3 hours. That is the same amount of time you would spend by taking a ferry between Merak Seaport to Bakauheni Seaport. The duration of ferry moving is actually only 1.5 hours, but the waiting time for boarding and getting out of the ship takes about 1-1.5 hours. Therefore, there is not much different time between taking airplane and ferry. The differences are in the distance between your place in Jakarta to Soekarno Hatta Airport and Jakarta to Merak Seaport, and the distance between Radin Inten Airport or Bakauheni Seaport to your destination in Lampung.

25 February 2018

WTM: Tempat Wisata di Sentul City

Di Jakarta kita tidak akan pernah melihat pemandangan perbukitan. Well, kadang bisa sih melihat siluet Gunung Salak pagi-pagi banget saat cuaca cerah di area Jakarta Selatan dari gedung berlantai tinggi. Tapi berapa orang sih yang kantor atau apartemennya di gedung tinggi Jakarta Selatan dan bisa nongkrong disana pagi-pagi buta? Yang jelas bukan saya, karena saya tidak pernah melihat Gunung Salak (atau bukit apapun) di Jakarta.

Tempat terdekat dari Jakarta untuk menikmati perbukitan adalah Sentul. Kalau dulu Sentul terkenal hanya dengan sirkuit balap nya, sekarang area tersebut sudah semakin berkembang dengan banyak kompleks rumah bagus, restaurant enak dan tempat wisata keluarga. Walaupun masuk Jawa Barat tapi jaraknya cuma sekitar 50km dari Jakarta, jadi bisa pulang pergi 1 hari kesana tanpa perlu menginap. Bisa jadi pilihan untuk menghabiskan weekend tanpa harus ke mall. Berikut list tempat yang pernah saya datangi di Sentul dalam beberapa kali visit.

Hutan Pinus Gunung Pancar


Ini tempat yang lagi hits. Dari yang ga muncul spot nya di Google Maps sampai akhirnya sekarang muncul. Maklum awalnya kami sempat nyasar mencarinya (namanya juga The Lost Wanderer). Dulu waktu di search di Google Maps, diarahkan ke Sentul Paradise Park. Kami ikutin jalannya tapi kok ga nemu juga, sampai akhirnya hujan turun dan kami batal kesana. Kali kedua kesana untuk piknik bareng tetangga cluster. Salah satu udah pernah kesana jadi mobil kami tinggal ngekor aja di belakang. Kalau naik mobil bisa lewat tol jagorawi keluar di Sentul City. Lurus aja ikutin jalan utama ke arah Jungle Land. Setelah melewati Mesjid Jami' Al Munawarah ada bundaran belok kiri. Lalu di pertigaan sebelum Jungle Land belok kanan dan mulai ikutin aja jalan perkampungan, sampai deh. Jangan khawatir, sekarang sih udah bisa dicari mudah di Google Maps.

Berikut harga tiket masuk nya (ga tau kalau sudah berubah):
- weekend 7500/orang, 15000/mobil, 7500/motor
- weekdays 5000/orang, 10000/mobil, 5000/motor

Ada apa disana? Sesuai namanya ya ada banyak sekali pohon pinus menjulang tinggi yang bikin adem walaupun piknik di siang bolong. Kalau tidak bawa perlengkapan piknik, bisa sewa tikar dan ada warung makanan juga disana. Ada juga yang menyewakan hammock warna-warni yang diikatkan antara pohon, favorit spot foto nya anak muda kekinian dengan hammock bertingkat-tingkat. Kalau tidak bawa perlengkapan foto, disana juga ada fotografer keliling plus photo set yang sudah disiapkan. Kalau tidak salah biayanya Rp.50,000 yang bisa foto di 3 photoset cantik. Setelah itu kita bisa milih foto mana yang mau di copy dari si fotografer dengan biaya Rp.10,000/foto. Kedengerannya murah ya, tapi pengakuan dari temen ternyata hasil foto nya tu bagus-bagus banget jadi pengen copy semua foto nya hehe.

Untung nya kami kesana bareng temen-temen cluster rumah yang salah satunya punya kamera keren dan jago motret. Jadilah dapet foto kece macam ini.


09 January 2018

Relaxing Holiday in Banyuwangi

My last trip in 2017 was to Banyuwangi, the easternmost tip of Java. This trip to Banyuwangi was very relaxing for me. Not in terms of slow pace but because I did not need to research too many details about the destinations in our itinerary. Usually, in my family, I am the one who planned everything before and during traveling because you know... I am a Libra... I mean, I like to organize. However this time we booked a travel agent to guide us around, so we got a driver and a guide + photographer. Why? Even though still in Java island, I considered Banyuwangi was very remote, detached, isolated and so difficult to get around without local people, especially if you travel with elders and small kid like us. Been there now, I would say that... yeah, you need local people, but only for some places. Here is the detail of our 2 days journey in Banyuwangi.


Jawatan Perhutani Benculuk


Have you been dreaming to visit Lord of the Rings kinda place? If New Zealand is too far away and too expensive for you, Jawatan Benculuk in Banyuwangi can be an alternative. Some also say it looks like the forest of Alice in Wonderland, thanks to the mystical Trembesi trees. This area was used to be the storage of teak woods during Dutch colonialism. Now it's owned by Indonesian Government but mainly for tourism purpose. There is a very old open building unused for decades that has been taken over by a group of bats. Yes, you read it correctly, bats. However, they are harmless especially during the day and you could still enjoy sightseeing.

Jawatan Perhutani Benculuk (before I lost those sandals in Green Bay)

Other than nature itself, there are other interesting spots to take a picture such as a tree house and Grandong Rasta. Grandong is a traditional truck run by diesel machine usually used by villagers to transport harvests from farms. Why Rasta, because it was painted colorful: green, yellow and red, like a Rasta. This attraction is located about 30km from Banyuwangi city center, on the way to Green Bay.

13 December 2017

WTM: Piknik di Taman Kota Jakarta Pusat

pik.nik
v bepergian ke suatu tempat di luar kota untuk bersenang-senang dengan membawa bekal makanan dan sebagainya; bertamasya
KBBI
Setiap orang butuh piknik, once in a while. Karena piknik dapat membantu mengurangi stress, membuat pikiran fresh dan semangat untuk menjalani hidup kembali. Sebaliknya, kurang piknik dapat menyebabkan gangguan kejiwaan dan emosional, yang biasanya dilampiaskan dengan nyinyir di media sosial haha. Persis seperti yang tertulis di meme ini.


Buat yang budget nya terbatas, piknik tidak harus bepergian jauh ke luar kota seperti yang diartikan oleh KBBI. Coba cari tempat-tempat alam di sekelilingmu yang bukan shopping malls. Berjalan-jalan ke malls hanya akan menambah pusing, karena jadi pengen belanja semua yang di-display tapi ditahan-tahan untuk menjaga keutuhan dompet (atau hanya saya yang begitu hehe). Di Jakarta, walaupun belum terlalu banyak tapi ada beberapa taman yang nyaman buat bertamasya. Disini saya akan bahas taman kota gratis di Jakarta Pusat yang sudah pernah saya kunjungi bersama keluarga.