17 June 2017

Road Trip Jawa Tengah: Ambarawa

Ini adalah lanjutan seri postingan mengenai road trip saya dan keluarga ke Jawa Tengah akhir Desember lalu (ya ampun sudah 6 bulan belum juga move on) setelah Semarang, Bandungan dan Solo. Dari Solo, kami menuju ke Dieng melewati Ambarawa. Sebenarnya waktu dari Bandungan ke Solo kami melewati Ambarawa juga tetapi tidak sempat mampir karena sudah kesorean.

Berangkat dari Solo jam 8 pagi, kami tiba di Ambarawa sekitar jam 10. Tujuan pertama dan highlight hari itu adalah Museum Kereta Api (KA) Ambarawa. Niatnya sih pengen naik Kereta Wisata yang katanya melewati Rawa Pening dengan pemandangan gunung yang bagus banget, tapi ternyata hanya beroperasi Sabtu Minggu, sedangkan saya kesana hari Jumat (iyah, 'hoki banget'). Buat yang mau naik kereta wisata di museum ini, ada 2 rute yang disediakan yaitu Wisata Reguler Kereta Diesel Ambarawa-Tuntang dan Wisata Sewa Kereta Uap Ambarawa-Tuntang dan Ambarawa-Bedono. Bedanya apa? Wisata Reguler bisa dinikmati dengan membeli tiket seharga Rp.50,000/orang dengan 3 jadwal berangkat per hari yaitu pukul 10:00, 12:00 dan 14:00. Jalur Ambarawa-Tuntang ditempuh kurang lebih 1 jam bolak-balik dan diberi waktu beberapa menit untuk foto-foto di Stasiun Tuntang sebelum balik ke Ambarawa. Karena kapasitas yang terbatas, yaitu 120 orang saja sekali trip, siap-siap kehabisan tiket kalau tidak mulai mengantri jam 8 pagi saat museum dibuka.

30 May 2017

Review: Hotel Dinasty Solo

Setelah 2 malam sebelumnya nginep di hotel yang asik, pas pindah nginep di Hotel Dinasty ini berasa 'culture shock' *halah*. Kamar Superior kami di lantai 1 dekat resepsionis dan tidak ada jendelanya. Ruangannya sempit karena terlalu banyak lemari yang menurut saya ga perlu. Dinding kamarnya persis berbatasan dengan dinding mesjid sebelah, tapi ga terlalu berisik sih pas Adzan. Mungkin kalau saya mesen kamar yang lebih mahal akan dapat kamar yang lebih nyaman. Menurut saya nuansa hotel bintang 2 ini agak suram dengan warna merah putih (nasionalis sekali).

22 May 2017

Road Trip Jawa Tengah: Solo

Ini adalah lanjutan seri postingan mengenai road trip saya dan keluarga ke Jawa Tengah akhir Desember lalu. Lihat postingan sebelumnya di Semarang dan di Bandungan. Dari Bandungan, kami menuju Solo/Surakarta, dan menginap disana 2 malam. Ngapain aja?

Malam pertama, setelah check-in di hotel, kami keluar mencari makanan khas Solo. Hasil browsing sana-sini, saya kami memutuskan untuk ke Nasi Liwet Bu Wongso Lemu di Jl. Teuku Umar. Pas belok di jalan itu, jeng jeng... banyak amat warung dengan nama Nasi Liwet Wongso Lemu, dan semuanya mengaku asli, yang mana yang beneran asli nih? Suami mutar jalan sekali lagi sambil saya cari tau di google. Saya nemu blog yang bilang kalau warung yang asli adalah yang ada tulisan Cipto Sukani di bawah nya, kalo itu sih memang cuma ada 1 warung tadi. Katanya Bu Wongso Lemu sudah meninggal dan yang meneruskan masakannya adalah 3 orang anaknya dan Cipto Sukani adalah anaknya yang tertua. Ga tau deh bener atau ga, tapi yang pasti perut sudah memanggil minta diisi jadi kami masuk ke Warung Nasi Liwet Wongso Lemu yang ada tulisan Cipto Sukani nya.

Nasi Liwet adalah nasi putih gurih yang disiram kuah santan berisi labu siam, suwiran ayam dan telur rebus, yang disajikan di pincuk daun pisang. Enak banget! Dua porsi nasi liwet, kerupuk, es jeruk dan es teh total 51ribu rupiah saja. Udah cukup murah dibandingkan makanan di Jakarta, tapi katanya Nasi Liwet Bu Wongso ini termasuk mahal di Solo.

Keesokan harinya setelah sarapan di hotel, kami mulai jalan-jalan di kota Solo dimulai dari Keraton Surakarta Hadiningrat. Kami parkir mobil di parkiran Alun-Alun Utara yang dipadati oleh pedagang batik dan lainnya yang pindah sementara dari Pasar Klewer sebelah Keraton yang terbakar di akhir tahun 2014 yang lalu. Harga tiket masuk nya 10ribu/orang termasuk Museum Keraton di dalamnya. Karena saya waktu itu menggunakan celana pendek, saya diberi kain jarik untuk dililit menutupi kaki sebelum masuk ke bagian dalam Keraton. Selain itu alas kaki juga harus dilepaskan. Wah Nadya seneng banget deh nyeker. Kita bisa berkeliling sendirian atau bersama guide disana yang sudah agak tua dan menggunakan seragam abdi dalem Keraton. Tidak ada harga pasti sewa guide nya berapa tapi yang jelas kita harus ngasih tips di akhir tur. Guide nya juga menawarkan kami foto bersama mbok-mbok pelayan keluarga Raja, dan foto bersama dua penjaga Keraton yang menggunakan seragam security Keraton yang cukup gagah. Kami tidak berfoto dengan simbok2 tapi kami foto dengan 'security' Keraton yang memaksa kami memberikan tips. Agak pemerasan tapi ya sudahlah lumayan buat kenang-kenangan.

Lampu gantung ditutup biar ga berdebu, dan hanya dibuka kalau ada acara di Keraton

14 April 2017

Review: Hotel Oak Tree Emerald Semarang

Waktu nyari-nyari penginapan di Semarang, nemu hotel ini, lihat-lihat foto dan review nya, eh kok keren juga ya. Lokasinya secluded di dalam kompleks perumahan elit dan agak tinggi dengan pemandangan bukit. Wow ada ya penginapan seperti itu di Kota Semarang? Jaraknya walaupun bukan di tengah kota, tapi tidak terlalu jauh, hanya sekitar 6km (15 menit berkendara) dari Simpang Lima (yang saya anggap tengah kota nya Semarang lah ya). Sempet mikir-mikir, ambil hotel yang bener-bener di tengah kota atau hotel unik ini ya. Ah yang ini aja deh, kan liburannya santai banget-nget dan bawa mobil sendiri jadi transportasi ga susah walaupun tempatnya terpencil. Next time kalau ke Semarang tanpa kendaraan atau tidak punya banyak waktu, baru deh nginep di tengah kota. Jadilah booking hotel ini di tiket.com dengan tarif sekitar 650ribu rupiah untuk 2 malam.

Namanya Oak Tree Emerald, hotel bintang 3 dengan fasilitas kolam renang dan fitness center. Setelah check-in kami langsung main-main ke kolam renang yang view nya bagusss banget. Pool nya ada 2, satu buat dewasa dan satu kolam cetek buat anak-anak. Ada mainan manjat-manjatan juga, sayang sudah agak rusak dan ga bisa dimainkan oleh anak-anak lagi. Restorannya juga di lantai 1 ini. Ternyata tempat ini beken di kalangan anak muda. Di sebelah restoran ada bar menghadap kolam renang yang kalau malam ada DJ nya... ajeb ajeb. Hmm sepertinya banyak yang mau melewatkan malam tahun baruan disini.

Swimming Pool at Oak Tree Emerald Hotel

Saya minta kamar dengan view ke luar, bukan ke dalam. Sayangnya hanya tinggal 1 kamar dengan view ke luar tapi di lantai 2 saja (jadi pemandangannya ga terlalu tinggi) dan tempat tidur nya twin bed. Padahal kami butuh yang double bed. Ada kamar yang double bed tapi view nya ke dalam. Hummm I chose view than bed ya hehe bisa minta tolong petugas hotel buat satuin tempat tidur nya jadi seakan-akan double bed. Bahkan jadi lebih luas deh dibanding 1 double bed yang (biasanya) berukuran 200x200. Ini satu single bed ny ukuran 120x200, jadi total 240x200, puasss deh si N guling sana guling sini. Kamarnya memiliki balkon tapi kalau mau kuncinya harus tanda tangan dulu surat pernyataan bahwa hotel tidak bertanggung jawab kalau terjadi apa-apa dan surat penyerahan kunci balkon yang kalau kuncinya hilang kita harus bayar (saya lupa denda nya berapa). Wow sampe segitunya ya. Ya saya tetep minta deh kunci nya, walaupun pada akhirnya selama 2 malam 3 hari disana ga pernah dipake karena balkonnya kotor dan ada sisa-sisa batang rokok yang tidak dibersihkan. Sayang banget! Tapi bagian dalam kamarnya nyaman banget dengan lantai kayu parkit dan fasilitas lengkap: water heater, TV cable, hot shower and safe deposit box.

Our room at Oak Tree Emerald Hotel

Biasanya kebanyakan hotel hanya memberikan free breakfast ya, tapi hotel ini juga ngasih kami free voucher buat snack sore dan makan malam untuk 2 hari selama kami menginap disana. Uwow! Di hari pertama kami melewatkan sore di hotel saja jadi sempet nukerin voucher snack nya sambil berenang, walaupun hanya beberapa potong kue dan teh/kopi (yang tersedia juga di dalam kamar). Tapi malam hari nya kami makan di luar dan tidak menikmati makan malam gratis di hotel. Sedangkan keesokan harinya kami jalan-jalan di luar hotel sampai malam jadi tidak menggunakan voucher snack hari keduanya, tapi kami nyobain makan malam gratisnya yang ternyata cuma ada 1 menu yaitu nasi goreng hehe. Lumayan lah ya.

Overall saya dan keluarga seneng banget menginap disini, dan hotel favorit kami di antara 4 penginapan berbeda yang kami nginap selama road trip Jawa Tengah. Saya sangat merekomendasikan hotel ini terutama bagi yang ingin mencoba stay di hotel dengan pemandangan alam yang agak terpencil di Semarang tapi tidak terlalu jauh dari tengah kota.

Baca juga perjalanan kami di Semarang dan Bandungan.